
"Jangan bilang syaratnya kamu juga ingin memiliki hubungannya khusus dengan orang lain juga,"
"Itu tahu, kamu lihat lah tubuhku ini, yang sudah berisi dan juga montok, kamu tahu hampir seluruh laki-laki itu menginginkan wanita yang semok seperti diriku," ucap Berlian sambil memegang gunung kembarnya yang ukurannya sekarang menjadi lebih jumbo, dan juga menepuk bokongnya yang begitu berisi, membuat Varo langsung memeluk tubuh Berlian.
"Ini, ini, dan juga semuanya hanya milikku mommy tidak ada yang boleh menyentuhnya kecuali aku, kamu mengerti mommy, dan jangan pernah kamu berfikir, aku akan memikirkan wanita lain, karena di pikiranku hanya ada dirimu mommy," ujar Varo sambil memegang gunung kembar Berlian dilanjut dengan meremas bokong Berlian kemudian Varo langsung mengangkat tubuh Berlian dan merebahkan tubuh Berlian di atas tempat tidur.
"Karena kamu telah merayuku dan menggodaku dengan tubuh indahmu ini, kamu harus menerima hukumannya mommy," ucap Varo sambil tersenyum kearah Berlian.
"Dengan senang hati aku akan menerima hukumanmu daddy Varo, ingin berapa kali?"
"Berapa ya?"
"Jangan bilang hanya satu kali, kalau hanya satu kali seperti terakhir kali, jangan harap aku mau main kuda kudaan lagi," ucap Berlian membuat Varo langsung nyengir kuda sambil menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Ok, yang sekarang lebih dari yang terakhir kali, kalau sampai tidak, kamu boleh meminta apapun yang kamu mau mommy seperti kemarin kamu minta di belikan villa.
"Ok, kalau sampai itu terjadi sekarang aku ingin kamu membelikan sebuah pulau untukku,"
"Ok, siapa takut, kita mulai pemanasan dari mana dulu?"
"Terserah kamu daddy maunya dari mana aku akan melayani mu," ucap Berlian yang langsung menanggalkan pakaiannya dilanjut dengan menanggalkan pakaian yang Varo kenakan. Hingga terjadi perang barata yudha yang terjadi di atas tempat tidur.
*
Malik menyandarkan kepala Sabila saat keduanya sedang berada di ruang keluarga sambil melihat televisi setelah keduanya selesai makan malam.
__ADS_1
Tangan Malik langsung mengelus perut Sabila yang sudah begitu besar.
"Mas,"
"Kenapa?"
"Apa kita tidak mengunjungi ibu ke tahanan?"
"Untuk apa?"
"Aku hanya ingin melihat keadaan ibu mas,"
"Biarkan saja tidak penting, aku ingin mengajakmu menemui seseorang yang sudah membantuku membongkar kejahatan ibu,"
"Siapa mas?" tanya Sabila penasaran sambil mengangkat kepalanya yang masih bersandar di bahu Malik dan langsung menatap ke arah Malik.
"Ah mas Malik tidak asik,"
"Apa kamu ingin yang asik-asik? Baiklah aku akan memberikan untukmu," ucap Malik yang langsung mencium bibir Sabila, hingga ciuman Malik menuntutnya meminta lebih saat tangan Malik tidak bisa dikondisikan. Membuat Sabila langsung melepas tautan bibirnya.
"Mas Malik kita baru melakukan nya semalam, masa malam ini kita juga harus melakukannya?"
"Jelas saja, apa kamu tidak ingat apa yang dikatakan dokter Fitri kita harus sering-sering membuat jalan lahir untuk anak kita Sabila,"
"Modus saja tapi tidak setiap malam juga kan mas,"
__ADS_1
"Rasanya lebih nikmat Sabila saat junior ku bermain main dengan anak kita didalam membuat aku lupa segalanya, yuk kita langsung masuk kedalam kamar dan kita mulai membuat jalan lahir," ujar Malik sambil tersenyum lalu mengangkat tubuh Sabila untuk masuk ke dalam kamarnya.
Di Pagi hari Malik sudah sibuk di dapur menyiapkan makanan sendiri untuk Sabila walaupun di rumahnya sudah terdapat dua asisten rumah tangga yang sudah sangat profesional.
"Mas Malik ngapain di dapur? tanya Sabila yang baru turun dari kamarnya dan langsung menghampiri Malik.
"Aku ingin menyiapkan sarapan untukmu Sabila istriku sayang, dan sarapannya sudah siap," Ujar Malik yang langsung membawa satu piring ketoprak, makanan kesukaan Sabila yang sudah Malik hafal cara membuatnya karena hampir setiap hari Sabila menginginkannya.
"Wow aromanya nikmat sekali," ujar Sabila yang langsung mengikuti Malik ke meja makan.
"Nikmat yang mana dengar yang semalam?"
"Mas Malik jangan bercanda aku ingin menikmati makanan ini, mas Malik mandilah mas Malik janji bukan, mas Malik akan mengajak aku menemui seseorang yang sudah membantu mas Malik mengungkapkan kasus meninggalnya ibu, aku ingin berterima kasih kepadanya,"
"Baik ibu dari anakku," ucap Malik sambil mencium singkat bibir Sabila dan Malik langsung menuju kamarnya membuat Sabila langsung tersenyum.
*
Sabila langsung menautkan kedua alisnya saat kedua nya sudah sampai tempat tujuan dimana Malik akan memberi tahu Sabila siapa yang selama ini membantu Malik selain jasmin.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...............