
"Tunggu mas,"
"Ada apa Sabila istriku? Kamu jangan berfikir kalau Fillea anak Hijo. Di ibu kota banyak sekali panti asuhan. Sudahlah jangan dipikirkan, sebaiknya kita pulang ini sudah larut malam," ujar Malik sambil memeluk pinggang Sabila sambil menuju mobilnya.
"Seandainya Fillea anak Hijo apa yang akan aku lakukan mas? Walaupun belum lama aku mengenal Fillea tapi aku sudah merasa dekat dengannya tidak sepertinya anak asuh yang lainnya mas,"
"Jangan berpikir terlalu jauh, belum tentu Fillea anak Hijo ok," ujar Malik sambil menggenggam tangan Sabila dengan tangan kirinya saat tangan kanannya sedang memegang setir pengemudi.
*
Sabila sudah menyiapkan sarapan dimeja makan dan juga bekal yang sudah siap untuk Malik bawa ke kantor. Sekarang saatnya Sabila bersiap-siap pergi kesekolah untuk mengajar.
Sesampainya di kamar saat dirinya ingin bersiap-siap. Malik sudah menyambutnya dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya dengan pakaian kantor yang sudah rapi dirinya kenakan dan Malik langsung memeluk tubuh Sabila.
"Mas. Aku belum membangunkan mu tapi lihatlah kamu sudah rapi seperti ini, tumben sekali?" tanya Sabila penasaran karena baru kali ini Malik bangun tanpa dibangnunkan dan Malik sudah rapi dengan setelan kantornya.
"Karena mulai hari ini kita akan pergi beraktivitas bersama-sama. Dan mulai hari ini aku yang akan mengantar kamu pergi kesekolah tidak ada lagi taxi online maupun ojek online langganan kamu itu ok," ucap Malik setelah melepas pelukannya.
"Tapi mas…"
"Sabila, rezeki setiap orang sudah diatur oleh Allah dan itu tidak akan pernah tertukar. Termasuk taxi dan juga ojek online langganan kamu," ujar Malik memotong perkataan Sabila. Karena Malik sudah hafal apa yang akan dikatakan oleh Sabila. Karena Sabila selalu menolak saat Malik ingin mengantarnya ke sekolah dan lebih memilih menggunakan taxi dan juga ojek online agar Sabila bisa berbagi rezeki kepada mereka.
__ADS_1
"Betul apa yang mas Malik katakan tapi mas Malik tahu sendiri jam tujuh aku sudah harus berada di sekolah. Sedangkan mas Malik masuk ke kantor jam sembilan. Masih lama mas,"
"Tidak masalah, sebelum aku pergi kekantor aku akan berada di ruangan kamu nanti,"
"Aku takut mas Malik nanti bosan menunggu aku mengajar,"
"Aku tidak akan pernah bosan selama kamu berada disampingku," ucap Malik sambil memeluk tubuh Sabila dan mel*mat bibir Sabila,"
"Mas jangan macam-macam. Apa masih kurang semalam kita sudah melakukannya berulang kali," ucap Sabila setelah melepas tataun bibirnya saat tangan Malik sudah tidak bisa dikondisikan.
"Aku akan selalu kurang kalau urusan di atas ranjang,"
"Mas aku akan terlambat," ucap Sabila tapi tidak dihiraukan oleh Malik yang langsung mengangkat tubuh Sabila dan merebahkan Sabila di atas ranjang. Dan Malik langsung memulai aksinya senam pagi diatas ranjang dibarengi dengan suara kenikmatan yang keluar dari mulut keduanya.
*
Tapi bukannya merasa bersalah, karena Malik yang membuat Sabila terlambat ke sekolah. Malik malah selalu tersenyum sambil mengendarai mobilnya di sepanjang perjalanan menuju sekolah dimana Sabila mengajar.
Berbeda dengan Sabila yang sedang sibuk mengeringkan rambutnya yang masih basah. Karena Sabila tidak sempat mengeringkan rambutnya di rumah.
"Biarkan saja basah, mereka juga memakluminya," ucap Malik saat melihat Sabila sedang sibuk dengan rambutnya.
__ADS_1
"Enak mas Malik bisa berkata seperti itu. Aku yang malu mas, sudah datang telat rambut basah pula,"
"Ha ha ha ha, kenapa harus malu kamu melakukan dengan suamimu sendiri Sabila,"
"Sudahlah mas Malik diam saja," ucap Sabila sambil terus mengeringkan rambutnya menggunakan kipas angin genggam miliknya. "Oh ya mas, nanti sepulang sekolah aku mampir ke panti asuhan ya? Aku sangat merindukan Fillea," ucap Sabila membuat Malik langsung tersenyum sambil menganggukan kepalanya ke arah Sabila.
*
Sesampainya di sekolah tempat Sabila mengajar. Malik tidak memarkirkan kendaraannya di tempat parkir sekolah yang tersedia. Melainkan Malik memarkirkan mobilnya di depan sekolah tepatnya di tepi jalan raya. Agar memudahkan Malik saat Malik ingin ke kantor miliknya.
"Astagfirullah aku ambil laptopku yang tertinggal di mobil mas Malik, mana kunci mobil mas?" tanya Sabila saat ingin memasuki gerbang sekolahnya bersama Malik dan dirinya lupa membawa laptop yang tertinggal di mobil Malik.
"Biar aku saja. Kamu tunggu disini," ucap Malik yang langsung pergi menuju kearah mobilnya.
"Mas Malik…"
Brak
*
*
__ADS_1
*
Bersambung..............