MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 29 Tongkol


__ADS_3

Malik dan juga Sabila yang akan menuju ruang tamu dengan kedua tangan yang saling bertautan. Langsung menghentikan langkahnya membuat Malik dan juga Sabila saling pandang satu dengan yang lainnya, ketika mendengar suara tangisan dari ruang tamu. 


"Mas sepertinya aku mengenal suara itu," 


"Aku juga tidak asing," ucap Malik yang langsung melangkahkan kakinya kembali menuju ruang tamu. 


"Berlian…" ucap Malik dan juga Sabila berbarengan membuat Berlian langsung menatap ke arah keduanya. Dan Berlian langsung menghambur memeluk tubuh Sabila dengan tangis yang semakin kencang membuat Malik langsung menutup telinga Sabila tidak ingin istrinya mendengar tangisan cempreng yang keluar dari mulut Barlian. 


"Dasar lebay," ucap Berlian sambil menyingkirkan kedua tangan Malik yang menutup kedua telinga Sabila. Membuat Malik langsung tertawa begitupun dengan Sabila. 


"Kalian jahat, aku sedang bersedih kalian malah menertawakanku, kalian jahat," ucap Berlian sambil terus menangis dan melepas pelukannya beralih kembali duduk di sofa. Dan Sabila langsung menghampiri Berlian tapi tidak dengan Malik yang langsung kembali ke dalam kamarnya untuk menghubungi Varo. 


"Bumil hentikan tangismu, anakmu yang masih berada didalam sini pasti merasa keberisikan dengan suara mommy yang begitu merdu," ucap Sabila sambil mengelus perut Berlian. "Katakan dan ceritakan kepadaku apa yang terjadi dengan dirimu sayang. Hapus air mata kamu ini, kamu sudah menjadi mommy untuk tiga orang anak yang sebentar lagi akan lahir menemui kamu sayang," ucap Sabila lagi sambil mengangkat dagu Berlian dan menghapus air matanya. 


"Varo jahat, aku benci kepadanya," ucap kesal Berlian sambil terus menangis. Dan Sabila langsung memeluk tubuh Berlian. 


"Ya sudah kamu menangis lah sesuka hatimu jika itu membuat dirimu lebih baik," 


"Aku haus aku ingin minum, dari tadi aku sudah menangis rasanya capek sekali," ucap Berlian melepas pelukan Sabila dan menghapus air matanya. 


"Lagi," ucap Berlian setelah minum air untuk yang kedua kali dari gelas yang asisten rumah tangga Sabila bawakan. 

__ADS_1


"Baik bu, di tunggu," ucap asisten rumah tangga tersebut yang langsung menuju ke dapur untuk mengambil air minum kembali. 


"Sayang katakan apa yang terjadi? Kenapa kamu menjadi cengeng seperti ini? Dimana Berlian yang kuat dan tangguh?" tanya Sabila sambil meraup wajah Berlian dengan kedua tangannya. 


"Ini tentang Varo," 


"Ada apa dengan Varo?" 


"Sebentar aku minum dulu," ucap Berlian tidak menjawab pertanyaan Sabila dan langsung minum kembali. "Varo selingkuh dariku," ucap Berlian sambil meneteskan kembali air matanya. 


"Berlian, itu sangat tidak mungkin, kamu jangan mengada-ada, Varo sangat mencintaimu tidak mungkin dia melakukan Itu, apalagi kamu sedang hamil besar, kamu jangan berbohong," 


"Untuk apa aku berbohong Sabila, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Varo sering menemui wanita dan Varo juga suka pulang larut malam dan pernah Varo tidak pulang kerumah," 


"Aku sudah bertanya dengan baik-baik, tapi Varo malah tidak peduli padaku. Dan dari situ aku curiga dan aku mengikuti Varo. Dan aku lebih terkejut lagi saat Varo mengajak wanita yang terus ditemuinya masuk kerumah yang sangat megah yang tidak jauh dari sini, apa itu kalau bukan selingkuh Sabila," ucap Berlian yang langsung menarik tangan Sabila. 


"Kita mau kemana?" 


"Aku ingin memergoki mereka di rumah mewah yang tadi aku lihat," 


"Baik aku akan mengantarmu, tapi biarkan mas Malik mengantar kita," ucap Sabila yang langsung memanggil Malik yang masih berada di kamarnya. 

__ADS_1


*


Di sepanjang perjalanan menuju rumah yang ditunjukkan Berlian. Berlian terus saja bercerita, membuat Malik yang sedang mengendarai mobilnya hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. 


"Malik stop! Malik aku bilang stop kenapa masih jalan, bolot sekali," ucap Berlian saat sudah sampai di komplek perumahan yang sangat elit. Dan berhenti disalah satu rumah megah dimana Berlian melihat Varo masuk kedalamnya. 


"Tuh kamu lihat sendiri ada mobil Varo," ucap Berlian saat sudah keluar dari mobil dan masuk ke halaman rumah mewah tersebut saat gerbangnya tidak dikunci. 


"Aku akan memotong junior Varo dan akan aku jadikan balado," ucap kesal Berlian sambil menekan bel rumah tersebut tapi tidak ada tanda-tanda seseorang yang akan membuka kan pintu. 


"Kurang ajar," ucap Berlian sambil menendang pintu rumah mewah tersebut yang tiba-tiba terbuka. Membuat Berlian langsung masuk kedalam rumah mewah tersebut sambil memanggil Varo. 


Langkah Berlian langsung terhenti saat melihat pemandangan di hadapannya. 


*


*


*


Bersambung.........

__ADS_1


Like komen biar otor UP lagi ok 😂😂😂😂😂😂Wkwkwkwkwkwk


__ADS_2