MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 50 Mata-mata


__ADS_3

"Ibu!"


"Jasmin!"


"Rosa!" teriak Malik, Sabila dan juga pak Sofyan bebarengan saat Jasmin asisten rumah tangga Malik yang sebenarnya orang suruhan Malik yang ditugaskan untuk melindungi Sabila dan juga mata-mata yang selama ini Malik perintahkan tanpa sepengetahuan Sabila istrinya, menembak Rosa tepat di lengan Rosa yang sedang memegang pistol dan juga menembak paha bagian kanan Rosa membuat Rosa langsung jatuh tersungkur. 


"Agggg sialan," Ucap Rosa saat Jasmin menginjak tangan Rosa yang tidak terkena tembakan saat Rosa ingin mengambil pistol yang terlepas dari tangannya.


"Mba berhenti!" Teriak Sabila saat Jasmin masih menginjak tangan Rosa. Membuat Jasmin langsung memundurkan langkahnya menjauh dari Rosa. 


"Ibu,"


"Menyingkir lah kau sialan," Ujar Rosa sambil mendorong tubuh Sabila hingga Sabila tersungkur, saat Sabila mendekat ke arah Rosa untuk membantunya. 

__ADS_1


"Ibu!" teriak Malik sambil  membantu Sabila untuk berdiri. 


"Malik tolong ibu nak," sambung Rosa dengan suara yang terbata bata menahan rasa sakit atas tembakan dari peluru Jasmin. 


"Mas Malik bantu ibu," ujar Sabila sambil menampik tangan Malik yang akan membawanya pergi.


"Sabila apa kamu masih ingin menolong wanita itu, wanita yang telah merenggut nyawa ibu kamu Sabila, kamu harus tahu itu Sabila,"


"Dan wanita itu adalah ibu kamu Mas Malik Ibu yang sudah melahirkanku Mas Malik dan juga membesarkan Mas Malik, aku tidak ingin suamiku kejam terhadap ibunya sendiri, bagaimanapun juga perilaku ibunya, biarkan pihak yang berwajib yang menangani itu Mas, yang sekarang perlu Mas Malik lakukan adalah segera membawa ibu ke rumah sakit, aku mohon mas," pinta Sabila membuat Malik dan juga Pak Sofyan langsung mengikuti perintah Sabila dengan berat hati. 


Sabila yang sedang berada di rumah sakit, langsung menyandarkan kepala miliknya pada bahu Malik, saat keduanya sedang duduk di bangku tunggu depan ruang operasi saat Rosa sedang menjalani operasi pengangkatan peluru. 


"Kenapa Mas Malik menyembunyikan ini dari aku mas kenapa?" Tanya Sabila yang sekarang menegakan kepalanya dan langsung menatap ke arah Malik. Membuat Malik langsung menatap Sabila dan memegang kedua bahu Sabila. 

__ADS_1


"Bukannya aku tidak ingin memberitahu kamu Sabila, tapi aku harus mengumpulkan bukti yang kuat untuk mengetahui semuanya dan aku baru sadar dan mengetahui siapa pelaku sebenarnya dengan bantuan Jasmin, dan juga bukti yang bapak perlihatkan saat melihat ponsel ibu kamu Sabila," terang Malik sambil melepas kedua tangannya dari bahu Sabila beralih menghapus air mata Sabila yang tiba-tiba jatuh meluncur dari kedua pelupuk matanya, karena Sabila teringat kembali kejadian yang telah merenggut nyawa ibunya tepat di hadapannya yang begitu susah dirinya lupakan selama ini. 


"Ini nak," ujar Pak Sofyan sambil menyodorkan ponsel milik ibu Sabila kehadapan Sabila. "Maafkan bapak juga nak, karena bapak tidak memberitahu kamu kalau ponsel ibu kamu berada di tangan bapak. Tapi bapak punya alasan untuk itu nak, sama seperti apa yang Malik katakan kepadamu tadi, sekali lagi bapak minta maaf nak," ujar Sofyan membuat Sabila langsung mengambil ponsel yang berada di tangan Sofyan tanpa mengatakan apapun, dan Sabila langsung membuka ponsel milik ibunya dan melihat pesan yang berada ponsel ibunya, membuat Sabila yang sudah berhenti dari isak tangisnya menangis kembali setelah melihat pesan di ponsel milik mendiang ibunya, membuat Malik langsung memeluk tubuh Sabila dan memenangkan nya begitu pun dengan pak Sofyan yang langsung menepuk bahu Sabila. Hingga terdengar suara langkah kaki yang menuju ke arah ketiganya. 


"Permisi pak,"


*


*


*


bersambung............

__ADS_1


Sedikit dulu nanti sambung lagi agak malaman, Terima kasih yang sudah sedia menanti kisah MASAL, Terima kasih sekali lagi love you untuk kalian 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2