
"Hei kalian mau sampai kapan kalian masih disitu dan bercumbu, ayo kita mulai acara syukuran," teriak Veronica membuat Varo dan juga Berlian langsung melepas tautan bibirnya dan ikut bergabung di ruang tamu.
Semua sedang menikmati makanan yang sudah tersedia di meja makan.
Tapi tidak dengan Sabila yang sedang menatap semua orang yang sedang bercanda sambil tertawa bagaikan tidak ada beban di hidupnya.
"Sabila kenapa tidak dimakan, makanlah, apa ingin disuapin?" tanya Malik yang duduk tepat di sebelahnya.
"Lihatlah," tunjuk Sabila kearah Berlian yang begitu dimanjakan oleh semua orang. "Aku sangat iri dengan Berlian, dia dikelilingi oleh orang-orang yang sangat sayang kepadanya,"
"Kenapa kamu berkata seperti itu, kamu anggap aku apa Sabila?"
"Bukan itu maksudnya mas, maksud aku kedua mertuanya yang begitu sayang dan perhatian kepada Berlian, dan aku…"
"Jangan katakan apapun," ucap Malik memotong perkataan Sabila dan langsung memeluk tubuh Sabila. Tahu apa yang akan dikatakan oleh Sabila. "Suatu saat ibu juga akan menyayangimu Sabila, dan yang terpenting aku sangat mencintaimu lebih dari apapun," ucap Malik lagi yang langsung memeluk tubuh Sabila.
"Hei kalian berdua ini meja makan, saatnya kita makan bukan saatnya bercumbu, kebetulan kamar tamu kosong silahkan kalau mau dipakai," ujar Varo membuat Malik langsung melepaskan pelukannya.
"Memang dirimu kambing, main pistol-pistolan dirumah orang," ujar Malik yang langsung menyantap makanan nya kembali.
"Aku kambing kamu apa? Wedus," balas Varo tapi tidak dihiraukan oleh Malik, membuat semua yang berada di meja makan langsung tertawa kencang.
Semua sudah berkumpul kembali di ruang tamu, dan semuanya bermain dengan baby twin yang begitu gemas dengan kedua pipi gembul nya. Membuat Sabila langsung menaruh baby girl di pangkuannya dan bermain-main dengan baby girl.
__ADS_1
"Semoga kamu segera diberi momongan Sabila, dan bibi doakan kamu memiliki anak yang begitu menggemaskan seperti twin," ucap Veronica ketika Veronica menghampiri Sabila dan duduk disampingnya.
"Alhamdulilah Allah telah memberi anugerah terindah untukku bi,"
"Maksud kamu?"
"Aku sedang mengandung bi,"
"Benarkah? Selamat sayang," ucap Veronica sambil memeluk tubuh Sabila diakhiri dengan mencium kedua pipi Sabila dan langsung mengambil baby girl dari pangkuan Sabila.
"Bibi kenapa…"
"Kamu sedang hamil muda Sabila dan bibi tidak ingin kamu kelelahan dengan memangku baby girl," ucap Veronica memotong perkataan Sabila sambil mengelus pipi Sabila. "Bibi harus memberi tahu kabar ini pada Varo dan juga Berlian, kemana orangnya," ujar Veronica sambil mencari Berlian dan juga Varo yang tidak berada di ruang tamu.
"Mereka sudah mengetahuinya bi,"
"Daddy, kenapa pintu nya dikunci? Kamu bilang ingin berkeliling rumah ini. Tapi kenapa kamu malah mengajakku ke kamar?" tanya Berlian saat Varo tadi mengajaknya untuk berkeliling rumahnya malah berakhir di kamar yang begitu luas.
"Mommy aku butuh kehangatan, yang sudah seminggu lebih tidak aku rasakan," ujar Varo sambil memeluk tubuh Berlian dari belakang.
"Tapi…"
"Tidak ada tapi-tapian, sekalian kita tester ranjang baru kita mommy bagaimana rasanya," ucap Varo memotong perkataan Berlian dan langsung membopong tubuh Berlian dan merebahkan Berlian di atas ranjang.
__ADS_1
"Daddy tapi dibawah…" ucapan Berlian langsung terhenti saat Varo mel*mat bibir Berlian sambil meremas gunung kembar Berlian yang sekarang ukurannya tiga kali lebih besar dari ukuran semula.
"Daddy hentikan," ucap Berlian saat Varo sedang memberi tanda kepemilikan di leher jenjang Berlian beralih di setiap jengkal gunung kembar Berlian.
"Apa kamu sudah tidak tahan mommy untuk memberi kehangatan untukku. Sabar dulu mommy aku sedang menikmati setiap jengkal tubuhmu,"
"Daddy ahhhhhhh berhenti daddy," ucap Berlian lagi saat Varo sedang menghisap choco chip yang berada di gunung kembar berlian.
"Baiklah aku akan memulai permainan jika itu yang kamu inginkan mommy,"
"Bukan itu daddy ahhhhhhh daddy,"
"Kamu kenapa mommy,? Tanya Varo saat Berlian memegangi perutnya.
"Perutku sakit daddy,"
"Baiklah aku akan menyembuhkan nya dengan juniorku mommy,"
Plak plak
*
*
__ADS_1
*
Bersambung.................