
Sabila terus memeluk erat tubuh Fillea di dalam dekapannya, sedari panti asuhan hingga di dalam mobil saat Sabila memutuskan untuk mengantar Fillea pulang ke rumah Hijo.
Malik yang duduk disamping Hijo yang sedang mengendarai mobilnya, membuat keduanya menatap Sabila dari kaca spion ketika Sabila berbicara pada Fillea, saat Fillea membuka matanya.
"Pak Malik maaf sebelumnya aku harus mengambil Fillea, dari pak Malik dan juga istri bapak," ujar Hijo membuat Malik langsung menepuk punggung Hijo.
"Tidak apa Hijo, Fillea anak kamu, aku salut kepadamu, yang bisa menjadi sosok seorang ayah yang begitu sempurna seperti ini, aku bangga kepadamu selain kamu pekerja keras kamu juga laki-laki yang bertanggung jawab,"
"Terima kasih pak atas pujiannya," ujar Hijo yang langsung menghentikan laju mobilnya mendadak. Membuat Sabila dan juga Malik terkejut.
"Hijo ada apa?" tanya Malik membuat Hijo hanya menunjuk ke depan mobil saat ada seorang wanita yang menghalangi mobil yang dikendarainya. Dan Malik langsung menatap wanita yang berada di depan mobil yang pernah Malik lihat sebelumnya.
"Mas ada apa?" tanya Sabila saat Hijo sudah turun menemui wanita tersebut.
"Sepertinya itu mantan istri Hijo," ucap Malik saat sudah mengingat kembali wanita tersebut.
"Kembalikan anakku atau…"
"Atau apa Astrid?" tanya Hijo memotong ucapan wanita yang berada di depannya yang tak lain dan tak bukan adalah mantan istri Hijo ibu dari Fillea. "Kamu sendiri yang sudah membuang anakmu sendiri dan sekarang kamu ingin mengambil anak itu, otak kamu dimana?"
__ADS_1
"Kalau kamu tidak ingin mengembalikan anak itu, berikan aku uang,"
"Astrid sampai kapan kamu akan berubah? Didalam hidupmu yang kamu pikirkan hanya uang, uang dan uang, Astrid sadarlah,"
"Jangan banyak bicara berikan aku uang atau anak itu taruhan,"
Plak plak
Sabila menampar Astrid penuh dengan emosi setelah Sabila mendengar apa yang dikatakan oleh Astrid sambil menggendong Fillea.
"Ibu macam apa kamu, yang tega mempertaruhkan anaknya sendiri. Hati kamu terbuat dari apa? Setelah kamu tega membuang anak kamu sendiri, sekarang kamu mempertaruhkan anak kamu hanya demi uang," ucap Sabila memuat Astrid langsung tersenyum sinis.
"Jangan pernah kamu sentuh istriku kalau kamu tidak ingin berurusan dengan kantor polisi!" ancam Malik kearah Astrid. "Hijo kita tinggalkan wanita ini, jangan ladeni dia," ujar Malik yang langsung membawa Sabila yang sedang menggendong Fillea untuk masuk kedalam mobil.
"Astrid aku akan membawa ini ke jalur hukum!" ancam Hijo yang langsung meninggalkan Astrid. Dan Astrid langsung menghubungi seseorang dengan ponselnya.
"Sial," ujar Astrid penuh emosi setelah menghubungi seseorang tapi tidak mendapat jawaban. "Hari kemana kamu, tega sekali kamu meninggalkan aku agghhh sial,"
*
__ADS_1
Sesampainya dirumah Hijo, Sabila tidak sedikitpun ingin melepas pelukan dari Fillea saat Sabila menidurkan Fillea di kamar tidur Hijo.
"Sabila ini sudah malam, ayo kita pulang, biarkan Fillea bersama dengan ayahnya,"
"Tapi mas…"
"Sabila aku mohon," ucap Malik memotong perkataan Sabila. "Biarkan Fillea dekat dengan ayahnya. Dan kamu harus mengerti, Hijo juga ingin lebih dekat dengan Fillea,"
"Tapi mas, siapa yang akan membuatkan dia susu dan yang akan mengganti popoknya? Pasti Hijo tidak akan bisa,"
"Maaf bu Sabila, disini ada bibi yang akan menjaga Fillea jadi ibu Sabila tenang saja," sambung Hijo membuat Malik langsung mendekat kearah Sabila sambil mengulurkan tangannya untuk Sabila segera beranjak dari tempatnya. Tapi tidak dihiraukan oleh Sabila yang masih asyik mengelus-elus pipi Fillea.
"Sabila!"
*
*
*
__ADS_1
Bersambung..........