MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 55 Rumah Sakit


__ADS_3

"Mas kenapa kita kerumah sakit? Jadwal menemui dokter Fitri masih satu minggu lagi mas, dan ini juga bukan rumah sakit dimana dokter Fitri bertugas, bukannya mas Malik ingin mempertemukan aku dengan seseorang yang sudah membantu mas Malik?" tanya Sabila penasaran ketika Malik membawanya ke sebuah rumah sakit mewah di pusat kota. 


"Kamu akan menemui dia disini Sabila," Jawab Malik yang langsung menggandeng tangan Sabila untuk masuk ke dalam rumah sakit tersebut. 


Sabila langsung terkejut mendapati rumah sakit yang begitu menyejukkan mata karena terdapat taman yang begitu indah tepat di depan sebuah kamar yang berbeda karena kamar tersebut terpisah dari kamar yang lainnya dan ukuranya juga seperti rumah pribadi. Perawat yang berjaga di luar ruangan tersebut langsung membuka pintu untuk Sabila dan juga Malik masuk kedalam. Dan benar saja ketika sudah masuk kedalam suasana di dalam sudah seperti rumah pribadi. Membuat Sabila bertanya tanya siapa penghuni yang beruntung menempati ruang perawatan rumah sakit yang berbeda dengan biasanya. 


"Selamat datang," ucap seseorang yang baru keluar dari dalam ruangan lain, sambil didorong menggunakan kursi roda oleh perawat dengan kepala mulus tanpa adanya rambut yang menumbuhi kepalanya dan muka pucat pasi membuat Sabila langsung menatap ke arah Malik yang berada di sampingnya yang langsung tersenyum kearah Sabila yang terlihat begitu terkejut. 


"Mas Malik apa dia…"


"Dia Hari Sabila," ucap Malik memotong perkataan Sabila. "Ucapkan terima kasih pada Hari yang telah membantu diriku menemukan siapa yang sudah membuat ibu kamu meninggal," ucap Malik lagi yang langsung mengajak Sabila untuk mendekat kearah Hari. 

__ADS_1


Hari dan juga Sabila duduk berdua di taman tepat di depan ruang perawatan Hari yang begitu spesial, saat sebelumnya Hari meminta ijin pada Malik ketika ketiganya sudah selesai berbincang di dalam ruang perawatan Hari, saat Hari ingin berbicara empat mata dengan Sabila dan Malik langsung mengijinkannya. 


Hari dan juga Sabila masih diam tanpa ada yang berkata terlebih dahulu, masih dalam pikirannya masing-masing. Hingga ada kupu-kupu yang hinggap pada bunga tepat di depan Hari. 


"Lihatlah kupu-kupu itu Sabila," ucap Hari memecah keheningan di antara dirinya dan juga Sabila sambil menunjuk kupu-kupu yang berada di depannya. "Indah bukan? Tapi keindahan itu hanya sesaat, seperti hidup ku yang hanya tinggal menghitung detik, menit dan jam," ujar Hari sambil tersenyum membuat Sabila langsung menggenggam tangan Hari untuk menguatkan nya saat Sabila baru tahu kalau Hari terkena kanker otak stadium akhir.


"Jangan berkata seperti itu Hari,"


"Tapi ini faktanya Sabila, maafkan aku atas semua perbuatanku kepadamu dan juga pada suamimu selama ini, ini lah aku yang sekarang, tidak ada yang bisa aku banggakan lagi, selain maaf darimu Sabila, sekali lagi maafkan aku," ujar Hari sambil terisak membuat Sabila langsung menepuk bahu Hari. 


"Tidak usah berterima kasih, aku hanya ingin menebus semua kesalahan yang pernah aku lakukan pada keluarga kecilmu bersama Malik Sabila, aku hanya ingin menjadi manusia yang berguna di sisa hidupku ini sebelum aku dipanggil oleh sang maha kuasa, Sabila. Ijinkan aku sekali saja menggenggam tanganmu Sabila," ucap Hari membuat Sabila langsung menggenggang tangan Hari. 

__ADS_1


"Hiduplah bahagia selalu bersama Malik dan juga anak-anak kalian nanti hingga maut memisahkan kalian, aku selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian Sabila, tetaplah jadi istri yang sholeha seperti ini untuk Malik, dan menjadi ibu yang hebat untuk anak-anak kamu nanti, sekali lagi maafkan aku Sabila dan jangan pernah sekalipun kamu mengingat aku Sabila, terima kasih kamu sudah pernah mengisi hidupku dan Maaf untuk semua kesalahanku," ujar Hari sambil melepas tangannya yang masih di genggaman oleh Sabila. 


"Hari!"


*


*


*


Bersambung................

__ADS_1


Dan tidak akan lama lagi kita juga akan berpisah dengan pasangan satu ini, karena konflik sudah terselesaikan. jangan bosan terus dukung karya otor dengan like dan komen. Terima kasih sebelumya.


atau ada saran silahkan komen, otor akan menerimanya dengan senang hati. 😘😘😘😘😘


__ADS_2