MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 18 Baik-baik Saja


__ADS_3

"Astagfirullah hal azim. Sabila tidak!" ucap Malik yang langsung berdiri saat dirinya didorong oleh Sabila saat ada sebuah mobil yang ingin menabrak dirinya. Dan akhirnya Sabila yang tertabrak mobil tersebut. Dan mobil yang menabrak Sabila langsung kabur melarikan diri. 


"Sabila istriku bangun, Sabila aku mohon," ucap Malik sambil mengangkat tubuh Sabila yang sudah tidak sadarkan diri tergeletak di jalanan dengan banyaknya darah di sekujur tubuh Sabila, membuat security sekolah dimana Sabila mengajar, dan orang yang melihat kejadian tersebut langsung membantu Malik mengangkat tubuh Sabila masuk kedalam mobil Malik. Malik yang sudah berada di dalam mobil langsung memangku Sabila di jok penumpang. Saat Malik meminta bantuan kepada security sekolah dimana Sabila mengajar untuk membawa mobilnya menuju rumah sakit terdekat. 


"Sabila aku mohon sadarlah," ucap Malik dengan suara yang bergetar dan juga air mata yang menetes di pipinya saat dirinya tidak bisa menahan tangisnya. "Sabila," ucap Malik lagi sambil menciumi seluruh wajah Sabila. Tapi tidak ada respon sama sekali dari Sabila yang tetap memejamkan matanya. 


*


Sesampainya di rumah sakit Malik langsung membopong tubuh Sabila kearah lobby rumah sakit dengan berteriak-teriak seperti orang gila memanggil perawat. Membuat Malik menjadi tontonan semua orang yang berada di halaman dan juga lobby rumah sakit tersebut. 


Malik masih terus berada disamping Sabila sambil menggenggam tangan Sabila saat Sabila sudah berada dibrangkar menuju ruang IGD. 


"Mas," ucap Sabila lemah sambil tersenyum ke arah Malik sebelum Sabila masuk kedalam ruangan IGD. Yang memisahkan keduanya saat Malik tidak boleh masuk kedalam ruangan IGD. 


*


Semantara itu di tempat lain dua orang laki-laki yang bertubuh kekar hanya bisa pasrah mendapat amukan dari seorang laki-laki yang mereka sebut dengan sebutan bos. 

__ADS_1


Brak 


Sebuah pajangan dari porselen yang dilempar tepat di hadapan kedua laki-laki yang sedang berlutut yang terdapat di ruangannya mengakhiri kemarahan laki-laki yang disebut bos. Dan dirinya langsung duduk kembali di kursi kerjanya sambil mengacak-acak rambutnya, setelah mendengar penjelasan dari kedua anak buahnya. 


"Awas saja kalau terjadi sesuatu dengan wanita yang kalian tabrak tadi, kalau itu sampai terjadi jangan harap kalian masih bisa bernafas lagi," 


"Saya pastikan tidak ada hal yang serius bos, karena saya tadi langsung mengerem mobil yang saya kendarai bos. Saat saya ingin menabrak suaminya dia malah mendorong suaminya menjauh bos," 


"Tutup mulut kalian! Aku tidak ingin penjelasan apapun dari kalian mengerti! Aku hanya ingin suaminya kalian lenyapkan. Mengerti!" 


"Siap bos," ucap dua orang laki-laki tersebut bersamaan dan keduanya langsung keluar dari ruangan dimana bosnya berada. 


*


Malik langsung menghampiri dokter yang baru keluar dari ruang IGD dimana Sabila sedang ditangani. Senyum mengembang dari kedua sudut bibir dokter yang baru saja menangani Sabila. 


"Tenang saja pak, tidak ada hal yang perlu di kuatir kan. Istri bapak baik-baik saja. Tidak ada hal yang serius menimpa istri bapak. Istri bapak hanya perlu jahitan di pelipis, tangan dan ada memar di kakinya yang membuatnya sidik susah untuk berjalan. Tapi itu tidak masalah dengan menjalani rawat inap istri bapak akan segera sembuh," terang dokter tersebut menjelaskan kepada Malik membuat Malik sedikit lega.

__ADS_1


"Dok tapi istri saya tadi tidak sadarkan diri?" 


"Istri bapak hanya merasa terkejut dengan kejadian tersebut membuat istri bapak tidak sadarkan diri, tapi tenang saja setelah istri bapak sadarkan diri. Istri bapak akan segera dibawa ke ruang perawatan," jelas dokter tersebut sambil mempersilahkan Malik untuk masuk ke ruang IGD dimana Sabila berada. 


Sabila tersenyum manis ke arah Malik, saat Sabila sudah sadarkan diri dan sekarang sudah berada di ruang perawatan. Begitupun Malik yang langsung mencium punggung tangan Sabila saat sedari tadi Malik menggenggam tangan Sabila dan diakhiri dengan menciumi seluruh wajah Sabila. 


"Apa rasanya sakit?" tanya Malik sambil membelai wajah Sabila, membuat Sabila langsung menggeleng. "Pasti ini semua perbuatan ibu, aku tidak bisa membiarkan ini terus terjadi kepadamu," 


"Mas, aku kira ini bukan perbuatan ibu. Karena tadi mobil itu mengincar mas Malik," 


"Dan kenapa kamu menghalanginya, biarkan aku yang merasakan sakit yang kamu rasakan ini Sabila," ucap Malik sambil mel*mat bibir Sabila. 


"Ya ampun. Ah kenapa aku harus menyaksikan pemandangan ini," 


*


*

__ADS_1


*


Bersambung.............


__ADS_2