MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 65 TAMAT


__ADS_3

Dubai. 


Dua tahun kemudian. 


Sabila yang sedang menikmati matahari terbenam dari hunian mewahnya di Palm Jumeirah perumahan elite nomor satu di Dubai yang berdiri di sebuah pulau buatan dengan harga fantastis yang hanya di huni oleh milyarder dari seluruh dunia tidak terkecuali dengan keluarga Adi Barata yang juga memiliki saham di perumahan tersebut mengingat kembali keluarga Adi Barata orang kaya ke tiga di Dubai yang selama ini di tutupi oleh pak Sofyan. Membuat Sabila terkejut saat Malik memeluknya dari belakang dan langsung mencium ceruk leher Sabila. 


"Mas Malik mengagetkan aku saja,"


"Oh ya, maaf sayang," ucap Malik sambil membalik tubuh Sabila untuk menghadap ke arah nya. "Bagaimana? Apa kamu sudah terbiasa dengan semuanya?"


"Iya mas, tapi aku merasa kesepian saat mas Malik harus pergi ke kantor dan Vier berada di sekolah dengan rumah sebesar ini mas,"


"Tapi kamu tidak akan kesepian lagi, bagaimana kalau kita membuat adik lagi untuk Vier," ucap Malik sambil mel*mat bibir Sabila membuat Sabila langsung membalasnya hingga keduanya terlibat ciuman panas dan menuntutnya untuk meminta lebih sebelum keduanya melepas tautan bibirnya saat Xavier tiba-tiba datang bersama ibu Fitri. 

__ADS_1


"Mamah, papah,"


"Iya sayang kemarilah," ujar Malik sambil merentangkan tangannya. 


"Maaf mengganggu kalian," sambung dokter Fitri merasa tidak enak. 


"Tidak apa bu, kapan ibu datang?" tanya Sabila yang langsung menghampiri ibu Fitri untuk berjabat tangan. 


"Maaf sayang aku belum memberitahumu, karena mulai sekarang ibu Fitri dan juga bapak akan tinggal disini bersama kita agar kamu tidak kesepian lagi," sambung Malik membuat ibu Fitri langsung menganggukan kepalanya mengiyakan perkataan Malik dan Sabila langsung begitu antusias setelah Sabila memeluk ibu Fitri Sabila beralih memeluk Malik yang sedang menggendong Xavier di dekapannya. 


"Apapun akan aku lakukan untuk kebahagianmu Sabila sayang," ujar Malik yang langsung mencium pucuk kepala Sabila beralih mencium pipi Xavier yang begitu chubby di usianya yang menginjak tiga tahun. 


"Terima kasih mas i love you," ucap Sabila setelah melepas pelukannya. 

__ADS_1


"I love you to sayang," jawab Malik yang langsung mencium bibir Sabila. 


"Sudah bermesraannya jangan kotori cucu bapak dengan pemandangan yang bisa merusak etika nya," sambung pak Sofyan yang ikut bergabung sambil memeluk pinggang ibu Fitri istrinya membuat Sabila dan juga Malik langsung melepas tautan bibirnya. Hingga kelimanya duduk bersama menikmati matahari terbenam sambil bercanda ria bersama dengan Xavier yang sudah begitu pandai di usianya yang ke tiga tahun dengan berbagai pertanyaan yang keluar dari mulut mungilnya. Membuat Sabila dan juga Malik yang duduk bersebelahan sambil berpelukan langsung tersenyum melihat Xavier yang begitu pandai saat kakeknya dan juga neneknya memberi pertanyaan dan dengan mudah Xavier bisa menjawabnya. 


"Terima kasih sudah menjadi ibu yang sangat sempurna untuk anak kita Sabila,"


"Terima kasih juga karena mas Malik juga sudah menjadi ayah yang hebat untuk anak kita," ucap Sabila sambil menyandarkan kepalanya di dada Malik dan Malik langsung mencium pucuk kepala Sabila. 


Tidak ada penantian yang sia-sia, bagi pasangan yang menanti buah hati dalam keluarga kecilnya. Teruslah berusaha di barengin dengan doa hanya kepada Allah SWT karena Allah SWT tahu kapan saat yang tepat untuk memberikan kejutan terindah untuk pasangan yang berserah diri kepadanya untuk menanti buah hati.


                        ***TAMAT***


__ADS_1


Terima kasih sudah menemani kisah MASAL, dan maaf mungkin menurut kalian tamatnya kurang greget atau gimana, karena sebenarnya otor belum sembuh total. Terima kasih sekali lagi untuk kalian semua. Dan tetap jaga kesehatan kalian.


__ADS_2