
"Paman Malik dan juga bibi Sabila selamat siang bertemu lagi dengan tripel V," ujar Berlian yang baru keluar dari dalam mobil dengan menggendong baby Viyoza di dalam dekapannya, diikuti Varo yang menggendong twin di tangan kanannya dan juga kiri tangannya.
"Apa yang kalian lakukan? Aku sudah bilang acaranya di panti asuhan kenapa kamu malah datang kemari?" tanya Malik.
"Paman Malik tripel V ingin berangkat bersama paman dan juga bibi," sambung Varo sambil memberikan Valeno kepada Malik. "Latihan biar tidak kaku nanti,"
"Bisa saja, aku pasti bisa tanpa harus belajar, bukan begitu Leno," ucap Malik sambil menggoda Valeno yang berada di dekapannya. "Kambing terima kasih atas bantuanmu, kalau bukan karena rekomendasi dari mu untuk mempekerjakan Jasmin, tentu Sabila tidak akan selamat terima kasih," ucap Malik lagi sambil menepuk punggung Varo. "Kambing, apa Berlian tahu kalau…"
"Jangan dibahas lagi, itu masa lalu ku, dan jangan sampai Berlian mengetahuinya, kamu tahu sendiri kalau dia marah sudah seperti kucing ingin kawin berisiknya minta ampun," ucap Varo memotong perkataan Malik.
"Siap empat lima, untuk tutup mulut kamu belikan aku mobil BMW keluaran terbaru yang warna merah metalic ok?"
"Dasar wedus apa kamu sedang memeras diriku?"
"Menurut kamu?"
__ADS_1
"Kamu bisa membeli sendiri tidak usah memerasku wedus,"
"Baiklah jangan harap aku akan tutup mulut kalau begitu," ujar Malik yang langsung meninggalkan Varo masuk kedalam mobil milik Varo saat Sabila dan juga berlian memanggil keduanya untuk segera berangkat saat tidak lama lagi acara akan segera dimulai, membuat Varo langsung mengikuti Malik sambil menghembuskan nafasnya kasar.
*
Acara tujuh bulanan Sabila di panti asuhan berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala. Saat tamu undangan satu persatu pergi meninggalkan panti asuhan dan menyisakan keluarga Varo, Malik dan juga Hijo yang masih berada di ruang tamu panti asuhan tersebut sambil bercengkrama.
Malik langsung menginjak kaki Varo saat tiba-tiba Jasmin muncul dan menuju ruang tamu dimana semua sedang berkumpul, membuat Varo langsung melirik kearah Berlian yang sedang bermain dengan anak anaknya.
"Selamat siang pak Malik saya datang terlambat," Ujar Jasmin sambil melirik Varo yang duduk disamping malik. Membuat Varo langsung menghembuskan nafasnya kasar sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menginjak kaki Malik dengan kencang, tahu jika Malik yang telah mengundang Jasmin ke panti asuhan. Malik bukannya kesal karena Varo telah menginjak kakinya, dirinya malah tersenyum senang.
"Daddy Varo kenapa kamu tidak berjabat tangan?" tanya Berlian saat Jasmin mengulurkan tangannya ke hadapan Varo setelah berjabat tangan dengan Berlian.
"Tidak usah berjabat tangan juga tak masalah Berlian, mereka juga sudah saling mengenal satu dengan yang lainnya, betul bukan kambing," sambung Malik membuat Berlian langsung menautkan kedua alisnya menatap ke arah Varo yang sedang nyengir kuda pada Berlian sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal. Dan Berlian langsung meninggalkan ketiganya saat Sabila memanggil Berlian ketika baby Viyoza menangis dan ingin menyusu.
__ADS_1
"Varo, istrimu cantik juga ternyata, pantas saja kamu langsung berubah setelah menikah," ujar Jasmin pada Varo saat Jasmin sekarang ikut duduk dengan Malik dan juga Varo setelah Berlian pergi.
"Kamunya kelamaan menjalankan tugasmu di Amerika sana, coba kalau…" ucapan Malik terhenti saat Varo menginjak kaki Malik dengan kencang. "Sakit kambing, lama-lama kakiku gepeng dari tadi kamu menginjaknya,"
"Kalian tidak pernah berubah dari dulu selalu saja seperti ini," ucap Jasmin sambil menggelengkan kepalanya.
"Jadi kalian sudah mengenal Jasmin sejak lama?" tanya Sabila yang baru ikut bergabung setelah Sabila mengantar Fillea sampai ke mobil Hijo, saat Hijo memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.
"Jelas saja, apalagi Varo sudah mengenal Jasmin luar dalam istriku," sambung Malik.
"Apa?"
*
*
__ADS_1
*
bersambung............