
"Mommy apa yang kamu lakukan, kamu membuat hasrat di tubuhku semakin bergejolak," ucap Varo saat Berlian menampar kedua pipinya. "Dan sekarang kamu harus bertanggung jawab," ucap Varo lagi yang langsung mengungkung tubuh Berlian di bawahnya.
Bugh
"Awwww mommy ada apa denganmu?" tanya Varo saat Berlian menendang tubuhnya hingga terjatuh ke lantai. "Okelah kalau begitu, kalau kamu tidak ingin di bawah bilang saja, biar aku yang di bawah jadi kudanya,"
"Daddy jangan bercanda, perutku semakin sakit awww, daddy tolong panggil mamah,"
"Kamu tidak sedang mengerjaiku kan mommy?"
"Daddy kamu ini bodoh, tol*l, apa beg*? Cepat panggil mamah!" teriak Berlian membuat Varo langsung berlari keluar dari kamarnya.
Bugh
"Varo!" teriak Veronica saat bertabrakan tepat di depan kamar Varo.
"Untung lah mamah datang, Berlian mah Berlian,"
"Apa apa dengan Berlian?"
"Perutnya sakit mah, awwww apa yang mamah lakukan? Mamah bisa merusak gendang telingaku," ucap Varo saat Veronica menarik telinga Varo dengan kencang.
__ADS_1
"Pasti ini gara-gara kamu, makanya kalau nusuk tuh jangan dalem-dalem, kasihan anak kamu,"
"Jangankan nusuk mah nge celup aja belum mah," jelas Varo membuat Veronica langsung masuk kedalam kamar dengan terburu buru.
"Berlian sayang apa kamu ingin melahirkan?" tanya Veronica saat sudah menghampiri Berlian yang sedang meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Sepertinya iya mah,"
"Baiklah kalau begitu kita langsung ke rumah sakit. Varo kamu telepon dokter Fitri,"
"Siap mah," ujar Varo yang langsung menghubungi dokter Fitri.
Dan Varo langsung membopong tubuh Berlian keluar dari kamarnya. Membuat semua orang yang berada di ruang tamu langsung heboh. Tapi berbeda dengan Malik dan juga Sabila yang tetap tenang sambil menggelengkan kepalanya melihat kehebohan yang terjadi.
*
Malik yang sedang mengendarai mobilnya dan Sabila yang duduk di samping bangku pengemudi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, mendengar dan melihat kehebohan yang terjadi di bangku penumpang saat Varo dan juga Berlian tidak hentinya berteriak begitupun dengan Veronica yang duduk disamping keduanya.
"Awwww mommy nikmatnya teruskan saja mommy ah," ucap Varo sambil menahan sakit ketika Berlian menggigit punggung Varo yang sedang memeluk Berlian saat Berlian mengalami kontraksi.
"Varo sakit lepaskan tangan mamah!" teriak Veronica saat tangan Varo mencengkram lengannya.
__ADS_1
"Mamah juga harus merasakan apa yang aku rasakan mah, untuk segera melihat cucu mamah lahir kedunia ini,"
"Enak saja kamu yang merasakan nikmatnya main kuda-kudaan masa mamah harus merasakan sakit, dasar koplak," ucap Veronica sambil menoyor kepala Varo.
"uhhh ahhh terus mommy, ahhh mommy terserah padamu mommy apa yang akan kamu lakukan aku pasrah mommy ahh," ujar Varo saat Berlian menggigit tangannya dan juga mencengkram punggungnya untuk menghilangkan sakit saat kontraksi datang.
*
Sesampainya dirumah sakit Varo langsung membopong Berlian tidak ingin istrinya di dorong menggunakan brankar saat perawat sudah menunggunya di lobi rumah sakit.
Varo langsung menuju ruang persalinan yang sudah disediakan oleh dokter Fitri dan dokter Fitri sudah menunggunya disana.
"Drama apa yang sudah terjadi? Sepertinya lebih menyenangkan dari pada persalinan yang pertama?" tanya dokter Fitri saat Varo sudah masuk di dalam ruang persalinan dan merebahkan Berlian di ranjang persalinan.
"Jangan tanyakan dok, sudah pasti aku menikmatinya," ujar Varo sambil mengatur nafasnya.
"Harus dong jangan mau enaknya saja," ujar dokter Fitri yang langsung mengecek jalan lahir. "Bagus sudah pembukaan sembilan sebentar lagi, sekarang puas-puasin bu Berlian apa yang ingin ibu Berlian lakukan kepada suami siaga satu ini," ujar dokter Fitri setelah selesai mengecek jalan lahir di pusat inti Berlian.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...........