MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 27 Mengunjungi


__ADS_3

Sabila tersenyum senang begitupun ibu Leli yang menuntun Sabila keluar dari ruangan dokter Fitri setelah Sabila memeriksa kandungannya. Dan dokter Fitri memberi tahu Sabila, jika kandungan Sabila sudah tidak lemah lagi. 


Padahal setiap hari selama seminggu ini Sabila selalu mondar-mandir dari rumahnya menuju kantor polisi untuk membesuk Malik, yang masih berada di tahanan sementara saat delapan pengacaranya belum bisa mengeluarkan Malik. 


"Bu, hari ini aku akan menemui mas Malik, untuk memberitahu kabar gembira ini," 


"Tapi nak, dokter Fitri menyuruh kamu untuk banyak beristirahat, kamu bisa menemui suami kamu besok, pikirkan kesehatan anak kamu," nasihat ibu Leli pada anaknya tidak ingin terjadi sesuatu kepada anaknya dan juga calon cucunya. Membuat Sabila hanya tersenyum manis ke arah ibunya saat keluar dari rumah sakit. 


*


Keesokan harinya Sabila sudah sibuk di dapur memasak sendiri makanan kesukaan Malik saat ibu Leli tidak bisa membantu Sabila, karena dirinya harus pulang ke rumahnya sendiri saat ada kepentingan yang tidak bisa dirinya tinggalkan. Saat hari ini Sabila berniat mengunjungi Malik. Semua makanan yang Sabila masak sudah tertata rapi di box makanan. Sabila tersenyum sambil menghembuskan nafasnya lega lalu melepas celemek yang masih menempel di tubuhnya. 


"Baiklah sekarang mamah membersihkan badan terlebih dahulu, setelah itu kita menemui papah sayang," ucap Sabila sambil mengelus perutnya yang masih rata. 


Sabila yang baru keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya langsung terkejut saat ada yang menutup kedua matanya dari belakang. Dan Sabila langsung berteriak meminta tolong. 


"Percuma saja kamu berteriak kencang. Tidak ada orang disini selain kita berdua," suara laki-laki dengan suara berat. Membuat Sabila begitu takut dan berteriak lebih kencang lagi sambil terus mencoba melepas tangan laki-laki tersebut yang masih menutup kedua matanya dengan kencang. 

__ADS_1


"Lepaskan, siapa kamu? Berani sekali kamu masuk kerumah orang tanpa permisi. Tolong…" teriak Sabila membuat laki-laki tersebut langsung melepas tangannya yang masih menutup mata Sabila beralih memeluk tubuh Sabila dari belakang, dan dengan reflek Sabila langsung menyikut perut laki-laki tersebut dengan kencang. 


"Aww sakit," ucap laki-laki tersebut setelah melepas pelukannya beralih memegangi perutnya. 


Sabila langsung mengerutkan kedua alisnya saat mendengar suara yang tidak begitu asing yang keluar dari mulut laki-laki tersebut yang berbeda dengan suara yang pertama kali. Sabila langsung membalik badannya sambil mengucek-ucek matanya ketika mendapati siapa laki-laki yang berada di depannya.


"Mas Malik? Tidak mungkin. Kamu bukan mas Malik. Aku hanya sedang bermimpi," ucap Sabila sambil menepuk-nepuk pipinya tidak percaya pada apa yang dilihatnya. 


"Ini aku Sabila. Kamu tidak sedang bermimpi," "Jangan mendekat, kamu pasti bukan mas Malik," ucap Sabila sambil memundurkan langkahnya saat Malik ingin memeluknya.


"Mas Malik," 


"Apa sekarang kamu percaya? Kalau aku suamimu?" Tanya Malik membuat Sabila langsung menganggukan kepalanya sambil melepas pelukannya. 


"Kenapa mas Malik berada disini? Jangan-jangan mas Malik melarikan diri. Itu tidak betul mas," 


"Apa yang kamu katakan istriku, polisi sudah membebaskanku tapi belum sepenuhnya bebas karena aku masih menjadi tahanan kota dan harus lapor diri seminggu sekali ke kantor polisi, sebelum masalah ini benar-benar bersih, jika aku tidak bersalah dan aku melakukan semua untuk mempertahankan diri," jelas Malik membuat Sabila langsung memeluk tubuh Malik kembali sambil menangis. 

__ADS_1


"Kenapa kamu menangis?" tanya Malik sambil melepas pelukan Sabila beralih meraup wajah Sabila dengan kedua tangannya dan menghapus air mata Sabila. 


Malik langsung mel*mat bibir Sabila saat Sabila ingin mengatakan sesuatu. 


"Bagaimana keadaan anakku?" tanya Malik saat sudah melepas tautan bibirnya beralih mengelus perut Sabila dan menciumnya ketika Sabila masih menggunakan jubah mandi. 


"Dia juga anakku mas," 


"Oh begitu, oke ini anak kita bersama," ucap Malik yang langsung mengangkat tubuh Sabila dan merebahkan di atas tempat tidur. "Dan aku akan menjenguk anakku. Pasti dia merindukan papah nya," ujar Malik yang langsung menarik ikatan jubah mandi yang Sabila kenakan dan juga menanggalkan pakaian yang dirinya kenakan. 


*


*


*


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2