MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 13 Sindrom Bucin Akut


__ADS_3

"Mengganggu saja," 


"Mas, orang memberi salam kamu harus menjawabnya bukannya menggerutu," ujar Sabila yang langsung beranjak dari tempat duduknya. 


"Sabila kamu masih mengenakan jubah mandi, sekarang kamu masuk ke kamar persiapkan diri kamu," perintah Malik sambil mencium singkat bibir Sabila dan Malik langsung menuju pintu rumahnya untuk membuka pintu.


"Waalaikumussalam," ucap Malik sambil membuka pintu. "kalian?" 


"Ada apa terkejut, kami datang uncle," ujar Varo sambil mendorong stroller yang berisi baby twins didalamnya yg sedang tertidur lelap. "Apa kamu tidak menyuruh kami masuk?" tanya Varo sambil menatap Malik yang hanya menggunakan jubah mandi. 


"Daddy sudah ayo masuk," ucap Berlian yang langsung masuk kedalam rumah. Sambil memanggil Sabila. 


"Ha ha ha maaf aku mengganggu, kondisikan itu junior," ujar Varo sambil tertawa dan menunjuk junior Malik yang berdiri tegak. Kemudian Varo langsung masuk kedalam sambil mendorong baby twins yang berada di stroller. 


Malik hanya bisa menghembuskan nafasnya sambil mengacak-acak rambutnya. 


"Mommy kamu mau kemana?" tanya Varo saat Berlian ingin menaiki tangga. 


"Aku ingin ke kamar Sabila,"


"Tunggu," ucap Varo sambil memberikan baby twins yg masih berada di stroller kepada Malik. "Tolong jaga baby twins, aku ingin mengantar istriku bertemu dengan Sabila, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada istri dan juga anakku," ucap Varo yang langsung menghampiri berlian dan menuntun Berlian menaiki tangga untuk bertemu dengan Sabila. Membuat Malik hanya menggeleng-gelengkan kepala mendapati Varo sepupunya yang masih saja terkena sindrom bucin akut. 


"Daddy kamar Sabila disebelah sana, kenapa kamu malah belok ke sebelah kanan?" tanya Berlian sambil menunjuk kamar Sabila yang berada di sebelah kiri. 


"Sssttt diamlah mommy," ucap Varo yang langsung masuk kedalam kamar tamu yang berada di rumah Malik. 

__ADS_1


"Daddy…"ucapan Berlian langsung terhenti saat Varo mel*mat bibir Berlian. 


"Aku ingin memberi nutrisi untuk baby kita mommy," ucap Varo setelah melepas tautan bibirnya sambil mengelus perut Berlian yang sudah membesar. "Aku sudah satu minggu menahannya mommy, saat baby twins selalu mengganggu diriku,"


"Tapi bagaimana kalau…"


"Tenang baby twins aman bersama Malik dan juga Sabila, agar dia belajar bagaimana cara mengurus anak," ucap Varo memotong perkataan Berlian. 


"Baiklah aku juga menginginkanya daddy, tapi aku yang diatas, aku lelah kalau harus dibawah," 


"Ok siap empat lima," ujar Varo yang langsung membopong tubuh Berlian dan merebahkan Berlian diatas tempat tidur, dilanjut dengan menanggalkan pakaian Berlian dan pakaiannya sendiri. "Kita mulai dengan pemanasan dulu ya mommy?" tanya Varo yang langsung mendapat anggukan dari Berlian. Dan keduanya langsung memulai aksinya tanpa peduli dimana keduanya sedang berada. 


"Mas Malik," ucap Sabila sambil menghampiri Malik yang sedang menjaga baby twins yang masih tertidur lelap di stroller. "Baby twins," ujar Sabila setelah mendekat kearah Malik sambil mencium pipi baby twins bergantian, dan Sabila langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. 


"Baby twins kemari dengan siapa mas?" tanya Sabila saat tidak mendapati Berlian dan juga Varo. 


"Tidak," ucap Sabila singkat sambil terus menciumi baby twins. 


"Dasar pasangan gila tidak punya akhlak yang mesum, tidak dimana-mana selalu berbuat mesum," ucap Malik membuat Sabila langsung menarik tangan Malik yang akan menghampiri Berlian dan juga Varo, saat Malik tahu apa yang sedang dilakukan Berlian dan juga Varo. 


"Biarkan saja mas, lagian baby twins sedang tertidur," 


"Tapi mereka sudah merusak akhir pekan kita," 


"Mas kita bisa melakukannya nanti," ucap Sabila sambil tersenyum ke arah Malik. 

__ADS_1


"Janji?" 


"Iya mas Malik sayang," ujar Sabila sambil mengambil baby boy yang sudah terbangun dari tidurnya sambil menangis. 


"Kenapa baby boy menangis?" 


"Sepertinya dia haus," ucap Sabila sambil mencarinya botol susu di stroller. Dan Sabila langsung memberi susu membuat baby boy langsung terdiam. 


"Mas?" 


"Heh," 


"Kapan aku bisa memiliki baby yang lucu seperti ini?" 


"Nanti saat Allah sudah percaya kepada kita," ucap Malik sambil memeluk tubuh Sabila dari belakang saat Sabila sedang menggendong baby boy sambil memberi susu. "Dan aku yakin itu tidak akan lama lagi, percayalah Allah maha pemurah Sabila," ucap Malik lagi sambil mencium ceruk leher Sabila. 


"Amin mudah-mudahan Allah mendengar doa yang selalu kita panjatkan, amin," ucap Sabila yang langsung diamini oleh Malik. 


Ting tong ting tong 


Suara bel rumah Malik ditekan membuat Malik langsung melepas pelukannya dan menuju pintu rumahnya untuk membuka pintu. 


*


*

__ADS_1


*


Bersambung............


__ADS_2