
Flashback.
"Tidak keduanya Hari," ucap Malik dengan senyum sinis dibibir nya.
"Oh baiklah kalau itu yang kamu inginkan, ucapkan selamat tinggal untuk dunia ini sebelum kamu pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya," ucap Hari membuat Malik langsung tersenyum sinis kembali. "Hajar dia," perintah Hari pada anak buahnya yang tinggal menunggu aba-aba dari Hari.
Dor…
Suara tembakan pistol milik Malik yang baru Malik ambil dari pinggangnya, tepat mengenai paha kanan Hari, membuat Hari langsung jatuh tersungkur dan kesakitan.
"Kalau kalian berani maju, aku habisi dia," ucap Malik sambil menodongkan pistolnya ke arah anak buah Hari yang berjumlah enam orang yang akan menghajar Malik sambil membawa benda tajam. Dan mereka langsung diam terpaku saat mengetahui Malik membawa pistol. "Buang senjata kalian, jika kalian masih ingin hidup," ancam Malik tapi tidak dihiraukan oleh anak buah Hari yang langsung menyerang Malik.
Dor… Dor… Dor
Suara dari pistol Malik tepat mengenai pinggang, paha, dan juga lengan ketiga anak buah Hari yang langsung terjatuh saat akan menyerang Malik.
"Apa kalian juga akan menyusul teman kalian ini," ucap Malik pada ketiga anak buah Hari yang belum menyerangnya, sambil menunjuk ketiga anak buah Hari yang baru saja terkena peluru dari pistol Malik. Membuat ketiga anak buah Hari yang belum menyerang Malik langsung berlari meninggalkan Malik, dan Malik langsung menghampiri Hari yang sedang meringis kesakitan sambil memegangi pahanya yang terkenal peluru dari pistol Malik.
"Siapa yang akan pergi meninggalkan dunia ini, aku atau dirimu?" tanya Malik sambil berjongkok tepat di hadapan Hari.
Bugh
__ADS_1
Hari menendang tubuh Malik dengan kencang membuat Malik langsung jatuh terjengkang.
"Sialan kamu Malik, aku pastikan kamu yang akan mati hari ini," ucap Hari beranjak dari tempatnya dan tangannya langsung mengambil celurit yang anak buahnya gunakan tadi.
Dor
Malik menembak Hari tepat di pinggang Hari, saat Hari akan menyerang dirinya dengan celurit, dan Hari langsung jatuh tersungkur.
"Dan sekarang kamu yang akan meninggalkan dunia ini Hari," ucap Malik yang sudah berdiri sambil menodongkan pistolnya ke hadapan Hari. Dan terdengar bunyi sirine dari mobil polisi menuju dimana Malik dan juga Hari berada.
Flashback of.
*
"Pak Varo," ucap Hijo saat Varo menghampirinya.
"Dimana Malik?" tanya Varo tidak ingin berbasa-basi. Dan Hijo langsung mengajak Varo untuk menemui Malik yang berada di tahanan sementara. Diikuti empat pengacara yang Varo sewa.
Malik langsung menghampiri Varo yang sedang duduk menunggu Malik dari dalam tahanan sementara. Dan Varo langsung memeluk tubuh Malik saat Malik sudah mendekat ke arahnya.
"Apa kamu baik-baik saja? Kenapa ini bisa terjadi? Selama ini aku mengenalmu jauh dari kata brutal, kenapa kamu melakukan ini?" tanya Varo bertubi-tubi membuat Malik hanya bisa tersenyum karena selama ini Varo tidak pernah sekalipun perhatian kepada dirinya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin melindungi orang yang aku cintai saat ada yang coba mengusik rumah tanggaku,"
"Tapi bukan dengan cara begini, Malik,"
"Maaf karena emosiku sudah memenuhi jiwaku," sesal Malik membuat Varo langsung menepuk punggung Malik untuk menenangkan.
"Aku akan secepatnya mengeluarkan kamu dari sini, kamu tenang lah sebelum paman mengetahui apa yang dilakukan anaknya main pistol-pistolan tidak pada tempatnya.
"Masih mending diriku main pistol beneran dari pada kamu main pistol di atas ranjang doang dasar cemen,"
"Tapi itu sungguh sangat nikmat, kamu juga ketagihan bukan? Mengaku saja tidak usah malu," ucap Varo membuat Hijo dan juga delapan pengacara yang mengelilingi keduanya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum mendapati dua orang yang berada di hadapannya yang masih bisa bercanda di situasi seperti ini.
"Aku rasa itu tidak mungkin, biarkan aku mempertanggung jawabkan perbuatanku, kamu tahu Hari dalam keadaan kritis kalau dia sampai meninggal, aku akan sulit untuk keluar dari sini," ucap Malik yang begitu frustasi.
"Kenapa kamu pesimis seperti ini? Ayolah Malik jangan pesimis, aku akan membantu kamu keluar dari sini secepat mungkin. Percayalah kepadaku," ucap Varo membuat Malik langsung memicingkan satu alisnya ke hadapan Varo.
"Musyrik, kalau aku harus percaya kepadamu,"
*
*
__ADS_1
*
Bersambung...............