MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 47 Yakin


__ADS_3

Malik yang baru saja membuka matanya langsung terkejut mendapati Sabila tidak berada di dalam kamarnya, dan Malik langsung beranjak dari kamarnya sambil berteriak panik memanggil Sabila, karena dirinya masih teringat beberapa saat lalu kejadian yang menimpa ibu mertuanya. 


"Mas ada apa, aku sedang berada di dapur," ucap Sabila membuat Malik langsung turun dari kamarnya dan menuju ke arah dapur. 


"Kamu membuat aku kuatir saja Sabila," ujar Malik sambil memeluk tubuh Sabila dari belakang. "Apa yang kamu lakukan di dapur?" 


"Mas Malik tidak melihat aku sedang membuat sarapan untuk mas Malik," 


"Mba kemana?" 


"Hari ini dia ijin tidak kerja katanya ada urusan yang tidak bisa ditinggal," terang Sabila yang masih sibuk menyiapkan bahan makanan yang akan dimasak. 


"Ibu kemana?" 


"Tadi ibu bilang ingin pergi keluar sebentar," 


"Oh begitu, baiklah aku akan membantu kamu membuat sarapan," ucap Malik sambil melepas pelukannya dan langsung cekatan membantu Sabila. 


"Mas bagaimana perkembangan kasus ibu?" tanya Sabila penasaran saat Malik sedang sibuk dengan sayur mayur yang berada ditangannya. 


"Kamu tenang saja tidak akan lama lagi pelakunya akan segera terungkap," 

__ADS_1


"Apa mas Malik masih mencurigai Hari?" 


"Jelas semua orang harus patut di curigai termasuk kamu Sabila," 


"Mas Malik jangan bercanda aku serius bertanya," 


"Aku juga serius Sabila," 


"Mas Malik tidak lucu," ujar Sabila membuat Malik langsung menghentikan aktivitasnya lalu memeluk tubuh Sabila. 


"Kamu tidak perlu kuatir Sabila, semua akan segera terungkap. Kamu fokus saja pada anak kita," 


"Tidak untuk apa?" ujar Malik yang langsung mengangkat tubuh Sabila membawanya ke meja makan dan mendudukkannya di kursi. "Kamu diam-diam disini dan aku yang akan membuat sarapan untuk kita bertiga, aku kamu dan juga anak kita," ujar Malik sambil mencium singkat bibir Sabila dan kembali lagi ke dapur. Membuat Sabila langsung tersenyum sambil mengelus elus perutnya yang beberapa hari lagi menginjak usia tujuh bulan. 


*


Malik yang sudah berada di kantornya tidak bisa duduk diam saat mengetahui kebenaran dalam mengusut tuntas kematian ibu mertuanya yang sekarang juga mengancam keselamatan Sabila saat orang suruhan Malik yang sekarang sedang duduk di kursi ruang kerja Malik, memberikan semua informasi yang dia ketahui selama ini. 


"Terima kasih atas informasi yang sudah kamu berikan, sekarang kamu boleh pergi dan awasi terus apa yang harus kamu awasi," ucap Malik kepada orang suruhannya. 


"Kurang ajar sekali," ujar Malik sambil mengepalkan kedua tangannya. "Aku tidak akan mengampuni siapapun yang sudah mengganggu keharmonisan keluarga kecilku," ujar Malik lagi sambil melangkahkan kakinya menuju keluar ruang kerjanya. 

__ADS_1


"Hijo kamu kerjakan pekerjaanku yang belum selesai. Aku ingin ke rumah sakit," perintah Malik saat dirinya berpapasan dengan Hijo tepat di depan ruang kerjanya,"


"Baik pak," ucap singkat Hijo. 


*


Malik yang baru saja keluar dari dalam rumah sakit dan mendudukkan tubuhnya tepat di bangku tunggu yang berada di lobby rumah sakit langsung menghembuskan nafasnya kasar. Pasalnya dirinya sudah yakin siapa dalang dibalik kematian ibu mertuanya. Dan satu lagi, orang tersebut juga sedang mengincar keselamatan dari Sabila istrinya. 


"Aku harus mengungkap ini secepatnya," ucap Malik yang langsung beranjak dari duduknya menuju kearah mobilnya saat sopir pribadi Malik sudah berada tetap di depan lobby. 


Satu minggu kemudian. 


*


*


*


Otor sangat yakin kepada pembaca setia novel otor ini, karena kalian itu semua pintar, dan kalian bisa menebak siapa dalang di balik semua ini. 😂😂😂😂😂😂😂


Dan tidak lama lagi novel otor ini juga akan segara berakhir setelah semuanya terungkap. Selamat menikmati. Tulisan otor yang amburadul. Semoga hari kalian menyenangkan lopeyu untuk kalian semua 😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2