MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 11 Percaya


__ADS_3

"Safira, apa yang kamu lakukan di kamar Malik? Bukannya kamu bilang, kamu ingin kembali ke dubai," tanya Rosa penuh selidiki sambil menghampiri Safira. 


Plak 


Rosa menampar pipi Safira dengan kencang membuat Safira langsung menggunakan pakaiannya dan menunjukkan ponsel miliknya ke hadapan Rosa.


"Malik jelaskan ini kepada ibu," ucap Rosa sambil menunjukkan ponsel milik Safira kehadapan Malik. "Kenapa hal seperti ini bisa terjadi memalukan sekali," 


Plak 


"Mas Malik apa yang kamu lakukan? Ini tidak benar," ujar Sabila sambil menahan tangan Malik saat Malik ingin menampar pipi Rosa untuk kedua kalinya. 


"Aku sudah tahu pasti ini rencana ibu dan juga wanita yang tidak tahu diri ini," ucap Malik sambil menunjuk ke arah Safira yang berdiri di belakang Rosa. 


"Mas Malik tidak mungkin ibu melakukan hal licik seperti ini, aku lebih percaya pada pesan yang mas malik kirim ke Safira ini," ucap Sabila setelah membaca pesan yang berada di ponsel Safira, saat Malik mengatakan untuk Safira menemaninya malam ini. 


"Sabila kenapa kamu percaya, dengan hal seperti ini? Bisa jadi ada yang sengaja mengirim pesan dari ponsel ku ke ponsel Safira, kamu tahu ponselku tidak pernah aku kunci," terang Malik sambil menggenggam kedua tangan Sabila. 


"Mas Malik, aku tidak ingin tahu mas Malik harus mempertanggung jawabkan perbuatan mas Malik ini," ujar Sabila yang langsung keluar dari kamarnya di ikuti Malik yang terus memberi penjelasan kepada Sabila agar Sabila percaya kepadanya. 


Rosa dan juga Safira yang masih berada di kamar Malik, langsung melempar senyum dan keduanya langsung berpelukan, setelah Malik dan juga Sabila sudah pergi meninggalkan kamarnya, karena rencananya kali ini berhasil seratus persen. 


"Sabila dengarkan penjelasanku, aku tidak melakukan apapun pada Safira, aku juga tidak tahu kenapa dia bisa berada di kamar, tapi aku yakin aku tidak melakukan apapun padanya, Sabila aku mohon percaya padaku," ucap Malik saat Malik mengikuti Sabila hingga ke pinggir kolam renang yang berada di halaman samping rumahnya. 


Kemudian Sabila langsung membalik badannya menghadap Malik sambil tersenyum diteruskan memeluk tubuh Malik. 

__ADS_1


" Aku selalu percaya kepada mas Malik, aku tahu mas Malik tidak mungkin melakukan hal sehina itu," ucap Sabila setelah melepas pelukannya. 


"Kenapa tadi kamu marah dan tidak percaya kepadaku?" 


"Ini mas, aku menemukannya di dapur, sebelum aku berangkat menemani ibu ke toko buku," ucap Sabila sambil memperlihatkan bungkusan obat tidur yang sudah digunakan. 


"Kurang ajar,"


"Jangan mas," ucap Sabila sambil menahan tangan Malik yang akan pergi meninggalkannya. 


"Sabila ini tidak benar, biarkan aku menasihati ibu, ini perbuatan yang tidak bisa dimaafkan," 


"Tapi kita harus mengikuti permainan yang ibu buat, siapa tahu dengan kita mengikuti permainan ibu, ibu bisa berubah," 


Prok Prok Prok 


Malik bertepuk tangan ketika sudah berada di ruang tamu, saat mendapati ibunya dan juga Safira sedang bersandiwara dengan saling beradu argumen. 


"Teruskan saja, aku akan melihatnya," ucap Malik sambil duduk di sofa ruang tamu. 


"Apa yang kamu katakan nak?" tanya Rosa setelah selesai berpura-pura berdebat dengan Safira. 


"Tidak bu, aku hanya ingin tahu, setelah kejadian di kamarku aku harus berbuat apa?" 


"Kamu harus bertanggungjawab pada apa yang telah kamu lakukan kepada Safira, kedua orang tua Safira sudah mengetahuinya nak," 

__ADS_1


"Baiklah," 


"Berarti kamu ingin menikah denganku?" tanya Safira dengan senang sambil duduk di samping Malik. 


"Menurut kamu?" 


"Tentu saja kamu akan menikah denganku," ucap Safira dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya. 


"Jangan harap aku akan melakukan itu, dasar wanita licik," ucap Malik beranjak dari duduknya sambil menarik tangan Rosa dan juga Safira untuk keluar dari rumahnya. 


"Nak apa yang kamu lakukan lepaskan tangan ibu," ucap Rosa membuat Malik langsung melepas tangan Rosa. 


"Kalau ibu ingin berbuat licik, jangan sampai meninggalkan jejak," ujar Malik sambil menunjukan bungkusan obat tidur kehadapan Rosa dan juga Safira. 


Plak


"Astagfirullah hal azim," 


*


*


*


Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2