MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 49 Durhaka


__ADS_3

"Ibu!" teriak Malik sambil melangkah kan kakinya ke arah Sabila tapi dengan sigap Rosa menjauhkan Sabila. 


"Kalau kamu mendekat segera siapkan pemakaman untuk istrimu dan juga anakmu ini Malik Adi Barata," ucap Rosa dengan tersenyum sinis. 


"Apa ibu lupa, Sabila sedang mengandung cucu ibu," bujuk Malik dengan halus untuk meredam amarah yang terlihat dalam diri Rosa ibunya. 


"Cucu ha ha ha," ujar Rosa dengan tertawa kencang. "Aku tidak akan sudi, memiliki cucu dari wanita seperti istrimu ini Malik, kamu tahu ibu dari wanita yang kamu sebut dengan istrimu ini, yang tepatnya mertua kamu yang sudah berada di neraka sana, dia sudah merusak kebahagian ibumu sendiri Malik, ibumu sendiri, wanita yang telah melahirkan kamu kedunia ini, apa kamu masih ingin membela Sabila istri kamu ini?" tanya Rosa yg masih menodongkan pistol di kepala Sabila. "Asal kamu tahu Malik, kenapa alasan bapak kamu menceraikan ibu? Itu semua gara-gara wanita yang sudah berada di neraka sana ibu dari istri kamu ini, yang selalu menghasut bapak kamu dengan menjelek jelekan ibu, dan setelah dia berhasil menghasut bapak kamu hingga bapak kamu menceraikan ibu, dia langsung mendekati bapak kamu,"


"Ibu apa yang ibu katakan itu tidak benar, aku tahu siapa ibu aku," sambung Sabila membuat Rosa langsung menempelkan pistol yang berada di tangannya tepat di kening Sabila. 


"Ibu!" 


"Diam kau Malik, jangan mendekat," ucap Rosa. 

__ADS_1


"Rosa kamu salah paham, aku dengan ibu Sabila tidak ada hubungan apapun," sambung pak Sofyan dengan tenang. 


"Jangan mengelak kau Sofyan, aku tahu kalian sering bertemu, dan aku tahu kamu memiliki perasaan kepadanya," 


"Kamu salah Rosa, kita bertemu karena kamu, yang selalu mengancam dia agar memisahkan Malik dengan Sabila," terang Sofyan membuat Rosa langsung tersenyum sinis. 


"Jangan mengelak kau Rosa, semua bukti ada disini," ujar Sofyan sambil menunjukan ponsel milik mendiang ibu Sabila yang selama ini Sabila cari. Yang pak Sofyan dapat dari ibu Sabila sehari sebelum ibu Leli meninggal dunia, saat ibu Leli ingin kerumah Sabila untuk memberi tahu kepada Sabila jika Sabila sedang dalam bahaya. 


Membuat Rosa tidak bisa mengelak lagi dan langsung menarik tubuh Sabila untuk menjauh dari Malik dan juga Sabila. Dan Malik langsung mengangkat dagunya pada asisten rumah tangganya mengisyaratkan untuk menolong Sabila. 


"Sofyan katakan apa yang ingin kamu katakan kepada menantu kesayangan kamu ini sebelum dia menyusul ibunya ke neraka,"


"Rosa!" bentak Sofyan sambil menghentikan langkahnya saat akan menghampiri Rosa. Ketika Rosa mengancam kembali ingin menembak Sabila. 

__ADS_1


"Dan kau anakku tersayang yang begitu memuakan, karena selalu membela wanita lain dibanding ibu kamu sendiri yang sudah melahirkan dan juga membesarkan kamu," 


"Untuk apa aku harus membela ibu yang tidak pantas disebut dengan ibu dengan tindakan dan kelakuan ibu yang sangat licik dan juga menjijikan. Dan maaf ibu, aku akan menjadi anak yang durhaka kepada ibu," ucap Malik. 


"Baiklah, kalau itu yang kamu mau anakku, dan ucapkan selamat tinggal untuk istri dan juga anak kamu yang belum lahir kedunia ini?" ucap Rosa dengan senyum sinis di sudut bibirnya. "Ucapkan pesan terakhir untuk Sabila menantuku tersayang ini, Sofyan, Malik, aku akan menghitung sampai tiga, ucapkan kata mutiara untuk wanita ini yang akan menyusul ibunya ke dalam neraka," ucap Rosa. "satu, tiga," 


Dor dor. 


*


*


*

__ADS_1


Bersambung............


__ADS_2