MASAL Menanti Buah Hati

MASAL Menanti Buah Hati
MASAL 45 Mengumpulkan Bukti


__ADS_3

Sabila yang ingin keluar dari ruang ganti langsung menghentikan langkahnya, sambil menatap ke arah keranjang pakaian kotor, dan Sabila langsung menuju ke arah keranjang tersebut dan mengambil kertas yang terlihat jelas di kantong celana Malik yang tadi Malik kenakan. 


Sabila langsung menautkan kedua alisnya saat sudah membuka dan membaca tulisan yang berada di selembaran kertas tersebut. 


"Surat ancaman? Kenapa mas Malik tidak memberitahu aku tentang surat ini, apa ada yang sedang disembunyikan mas Malik? Atau mas Malik belum memberitahu aku?" ucap Sabila sambil terus menatap tulisan yang berada di kertas tersebut. "Tulisan ini mirip sekali dengan tulisan yang pernah aku lihat, tapi tidak mungkin," ucap Sabila sambil menggeleng gelengkan kepalanya dan Sabila langsung keluar dari kamarnya. 


"Mba ibu kemana?" tanya Sabila pada asisten rumah tangganya yang sedang membersihkan rumah. 


"Saya tidak tahu bu, ada yang bisa saya bantu bu?" 


"Tidak mba, aku hanya mencari ibu, oh ya mba. Mba masih menyimpan catatan belanja minggu ini?" tanya Sabila yang masih terus mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan tapi tidak mendapati ibu mertuanya. 


"Masih bu, biar saya ambilkan," ucap asisten rumah tangganya yang langsung berjalan menuju ke arah dapur untuk mengambil apa yang diinginkan oleh Sabila. 


"Sabila sedang apa kamu berdiri disini?" tanya ibu mertuanya sambil menepuk punggung Sabila dari belakang. 


"Ibu mengagetkan aku saja," ujar Sabila sambil tersenyum ke arah Rosa. "Aku ada keperluan dengan mba bu, oh iya ibu dari mana saja, dari tadi aku tidak melihat ibu?" 


"Ibu sedang bersantai di taman nak, oh ya…"

__ADS_1


Ucapan Rosa berhenti saat asisten rumah tangga Sabila datang dan memberikan apa yang Sabila inginkan kehadapan Sabila. Dan Sabila langsung pergi menuju kamarnya kembali setelah berpamitan kepada Rosa. 


"Mba apa yang mba berikan tadi kepada menantuku?" 


"Hanya catatan belanja bu, tidak ada hal penting. Jadi ibu tidak perlu kuatir," ucap asisten rumah tangga Sabila yang langsung pergi meninggalkan Rosa yang masih terus menatap kepergian asisten rumah tangga Sabila. 


"Bagaimana aku tidak kuatir kalau akhir-akhir ini kamu begitu mencurigakan," ucap Rosa. 


Setelah sampai di kamarnya Sabila langsung mencocokan tulisan yang berada di catatan belanja dan juga surat ancaman yang dirinya temukan di kantong celana Malik. Sabila terus mencocokan satu persatu huruf yang memiliki kemiripan seratus persen. 


"Apa mungkin yang menulis surat ancaman ini… Ah tidak mungkin untuk apa dia melakukan ini," ucap Sabila sambil menggeleng gelengkan kepalanya. "Tapi aku harus menyelidiki ini," ucap Sabila yang langsung mengembalikan surat ancaman tersebut kedalam kantong celana Malik. 


*


Malik langsung masuk ke dalam mobil saat sopir pribadinya sudah berada di depan lobby rumah sakit. 


"Setelah ini kita kemana pak?" tanya sopir pribadi Malik. 


"Antarkan aku ke komplek sederhana," 

__ADS_1


"Baik pak," ucap sopir pribadi Malik yang langsung melajukan mobilnya. 


*


Sabila yang sedang berada di ruang keluarga sambil menonton televisi langsung beranjak dari tempat duduknya saat mendapati pemandangan yang tidak pernah lihat selama ini. 


"Mba kenapa mba yang membuatkan susu untukku?" tanya Sabila penasaran ketika sudah berada di dapur pasalnya selama ini yang membuatkan susu untuknya adalah Malik. 


"Maaf bu pak Malik belum pulang. Dan ini saatnya ibu minum susu, jadi saya berinisiatif membuat susu untuk ibu," 


"Aku sudah pulang, biar aku saja yang membuat susu untuk istriku," ucap Malik yang tiba-tiba datang dan langsung menyuruh asisten rumah tangganya untuk pergi dan Malik langsung membuang susu yang sudah dibuat oleh asisten rumah tangganya. 


*


*


*


Bersambung..............

__ADS_1


__ADS_2