Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku
Bab 13


__ADS_3

Tere menaikkan satu alisnya ke arah suaminya. Seolah meminta penjelasan. Dave yang peka lansung berbisik ke Tere


"Hubungan suami istri", ucap Dava lirih. Tere langsung membulatkan mulutnya. Ia berpura-pura capek di hadapan mama Anita.


" Eh iya mah, kami habis itu, hehehe. Belum sempat jalan jalan deh akhirnya. Karena mas Dave ngurung Tere terus", curhatan Tere palsu


Mama Anita dan Papa Surya saling pandang. Mereka mesem mesem sendiri. Ternyata mereka menggangu waktu pengantin baru itu. "Aduh, mama dan papa jadi tidak enak ganggu kalian berdua. Maaf ya, mama malah senang kalian berproduksi terus. Yang banyak gapapa loh cucunya. Mama papa ikhlas"


Tere menelan salivanya. Ia berusaha mengatur ekspresinya. Mana ada mereka hubungan, yang ada malah huru hara saja. Tapi mereka memilih diam demi kesehatan mama Anita


"Ya sudah, mama papa hanya memastikan kabar kalian baik baik aja dan happy di Zurich.", ucap mama Anita


" Mama mau dibeliin apa oleh olehnya?", sebagai anak yang baik, Dave juga memperhatikan mamanya.


"Oleh olehnya cucu aja Dave, cukup kok", ucap papa mama kompak. Dave pun jadi kelabakan. Definisi senjata makan tuan. Tere hanya tertawa cekikikan melihat ekspresi Dave.


" Udah ya, mama sama papa mau ke rumah teman mama dulu. Kamu dan istrimu juga baik baik ya disana", nasehat mama Anita pada Dave. Dave pun mengangguk


****


"Mas, mama minta oleh olehnya cucu. Terus gimana?", tanya Tere random. Pertanyaan Tere antara memang polos atau pura-pura polos. Dave tidak menggubris nya. Tere akhirnya mendengus kesal


" Cuekin terus, cuekin terus. Kaya kutub utara saja ", celoteh Tere memanyunkan bibirnya. Tidak mau terus menahan malu saat dicuekin, akhirnya Tere menyibukkan dirinya dengan mengecek hasil revisian skripsinya setelah sidang skripsi.


" Mas, nanti bulan depan aku wisuda. Nanti kamu bakalan datang kan? Kita bakal ngumumin pernikahan kita kan?", Baru saja dicuekin, Tere sudah tidak bisa mengerem mulutnya sendiri untuk berbicara pada Dave


"Hem", jawab singkat Dave. " Mas, kamu gak ada niatan buat jalan jalan? Aku pengen soalnya. Tadi tuh jalan jalan cuma ke apartemen temanku", celoteh Tere

__ADS_1


"Udah ngomongnya?", Dave jengah mendengar celotehan istrinya itu. " Ayolah mas, kapan kapan lagi sih kita ke Zurich. Aku pengen beli barang disini", ungkap Tere masih bernegosiasi dengan suaminya.


Tidak mau berdebat panjang, akhirnya Dave meng-iyakan. "Gue siap siap dulu. Tapi ingat, jaga batasan lu", ancam Dave, karena Tere sudah berani memeluk Dave bahkan bergelayut manja pada Dave.


" Siap bos!"


****


Di kota Zurich, Dave dan Tere mengelilingi kota indah itu. Terlihat Tere memang sedikit norak menurut Dave karena ia terlalu mengagumi kota itu dengan pemandangan yang menakjubkan.


"Mas, lihat disana ada toko pakaian. Aku beli ya mas, kamu gak kasian sama aku? Tinggal disini satu minggu cuma bawa 1 koper? Itu kamu loh yang minta. Katanya aku suruh bawa 1 kop--", Dave langsung menempatkan jari telunjuk ke bibir Tere.


" B-A-W-E-L", ucapnya ketus. Tere hanya cekikikan. Akhirnya mereka ke toko pakaian itu. Cukup lama Tere memilih baju, tidak mau terus menunggu lama, Dave langsung membungkus semua yang dipegang Tere.


"Mas, kamu gila apa! Ini 10 pakaian loh, bangkrut nanti kamu", ucap Tere merasa sungkan. Padahal kan uang Dave seakan tidak berkurang sedikit pun


" Udah diam aja lu", bisik Dave. Setelah selesai berbelanja, mereka membeli banyak oleh oleh terutama coklat, keju, jam tangan asli Swiss. Merasa puas, akhirnya mereka pun pulang


Tere langsung memperbaiki posisi duduknya. "Kan kita masih ada 5 hari lagi mas, masa dipangkas 3 hari sih. Gak adil banget. Klien kan udah ada sekretaris mas yang gantiin", protes Tere


" Gak bisa. Klien itu maunya gue yang tanganin langsung. Lu gak usah rewel gitu. Kita bisa jalan jalan ntar lagi", ujar Dave terkesan ketus.


"Nasib nasib punya suami menyebelin tingkahnya", batin Tere


****


Dua hari kemudian

__ADS_1


m


Mereka sudah siap siap checout dari hotel itu. Bahkan sebenarnya Tere belum puas jika harus meninggalkan Zurich. Apalagi di kota itu ada sahabat baiknya. Sebelum pulang pun Tere sempat berpamitan dengan Amelys. Keduanya akan berpisah kembali


" Lu cepat banget liburannya. Gak bisa apa lu disini saja nemenin gue. Gue bakal senang kalau lu tinggal sama gue", ucap Amelys memelas. Tere pun ikut sedih saat berpisah. Tapi apa daya, sekarang ia sudah menjadi istri orang, mana bisa tinggal dengan Amelys.


Pukul 7 pagi waktu Swiss, mereka langsung ke bandara. Di pesawat pun mereka diam sampai akhirnya Dave kepo juga dengan sahabat Tere yang dipamiti sebelum pulang ke Indonesia.


"Siapa Amelys itu? ", tanya Dave


Tere lantas membulatkan matanya, tidak biasa Dave bertanya mengenai privasinya. " Sahabatku mas", jawab Tere singkat. Dave hanya manggut manggut. Sebenarnya ingin bertanya banyak pada istri palsunya, tapi gengsinya lebih besar dari rasa penasarannya


"Mas kenapa tanya itu?", ganti Tere yang bertanya. " Gapapa, lu kayanya akrab banget sama Amelys itu. Terus dia juga ledekin kamu sama kakaknya. Emang kakaknya cewek apa cowok?", akhirnya Dave memberanikan tanya tapi dengan nada yang lirih


Tere langsung menyipitkan matanya. Bibirnya melengkung ke atas. Ia merasa berbunga bunga saat Dave menanyakan hal itu. Bukan kah itu sebuah kemajuan yang baik untuk hubungan mereka? Sikap penasaran Dave pun membuat Tere mesem mesem sendiri


"Buruan jawab, gak usah pakai acara senyum senyum sendiri", ucap Dave dingin.


" Kenapa mas jadi penasaran? Cie ada yang kepo kepo nih", ledek Tere. Membuat Dave tidak berselera untuk bertanya lagi.


"Percuma ngomong sama tembok Cina", ucap Dave lirih. Tere tersenyum "Kakaknya Amelys itu cowok mas, dia kayanya seumuran sama kamu. Dulu emang Amelys suka ngeledekin aku sama kakaknya. Terus aku belum bicara juga kalau kita udah nikah karena aku gak ada ruang buat jelasin", celoteh Tere panjang kali lebar kali tinggi


" Masa belum nikah tuh kakaknya. Apa emang gak laku?!", Dave tersenyum smirk. Tere langsung menimpali ujaran Dave.


" Ya bukannya gak laku mas, emang dia belum ada yang cocok aja. Ngapain mas jadi julid gini macam admin lambe turah? Mas jadi anggotanya ya?", tanya random Tere membuat Dave jadi kicep seketika.


Dave lantas langsung membuang muka dan tidak menimpali omongan Tere. Ia memejamkan matanya dan bermimpi di alam mimpinya hahahaha.

__ADS_1


"Dasar suami kutub utara aneh. Cemburu bilang bos!? Gitu aja pakai nyindir orang segala", batin Tere menggelengkan kepalanya


Follow IG cemaraseribu_author untuk melihat Visual tokoh


__ADS_2