Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku
Bab 54


__ADS_3

"Akhirnya Re, aku akan menemukanmu." Ares menatap alamat yang sudah diberikan oleh Li Xiang Wo di genggamannya saat ini.


Ares kembali ke hotelnya dan menemui istrinya yang masih terlelap tidur dengan damai. Ia mendekat ke arah Kirani.


"Ya ampun Sayang, kamu cantik sekali. Makasih sudah menjadi istriku." Ares mencium pucuk kepala istrinya itu.


Ares berencana mencari tahu soal perusahaan milik Xiao Bao itu di Internet.


"Wah, ini perusahaan besar sekali. Bahkan lebih besar daripada punya Dave dan punyaku."


Ares terus mencari tentang perusahaan itu secara detail. Ia juga tahu bahwa saat ini Tere menjadi perbincangan hangat para CEO perusahaan lainnya.


"Re, lu tahu? Dave nyari lu sampai pusing. Dia sudah melupakan Clara, Re. Lu harusnya kembali sama dia. Tapi gue tidak akan memaksa lu nantinya. Gue tahu rasanya disakiti berulang-ulang kali sampai akhirnya memilih pergi."


****


"Makasih ya Mei, aku senang banget bisa jalan jalan hari ini. Oh iya, mengenai laporan yang kemarin kamu kirim itu ada revisian sedikit nanti kamu perbaiki ya."


Tere berada di apartemen Mei saat ini. Ia hanya mampir sekilas saja. Ia tidak mau berlama lama karena weekend juga ia gunakan bersama Li Xie Cu dan Xiao Bao.


"Oke Re, dan kamu sudah mau pulang nih? Tidak mampir lebih lama?" Mei memohon pada Tere, ia mencebikan bibirnya.


Tere menghela nafas, "harus pulang Mei, aku harus pulang. Lagian Opa Oma pasti butuh quality time juga. Lain kali ya?"


"Oke kalau begitu, kasian mereka. Butuh kamu juga, ya sudah kamu hati hati ya." Mei mengantarkan Tere sampai ke lobby apartemen.


Tapi di saat mereka berjalan tidak sengaja Tere bertubrukan dengan pria yang diidam idamkan oleh Mei.


"Aw" Tere mengaduh sakit karena tubrukan itu cukup kuat. Pria itu meminta maaf.


"Again, I do apologize." Pria itu membantu Tere untuk bangkit. Begitu pula dengan Mei. Tapi ia masih terpaku melihat sosok pria tampan itu.


"Kak?" Tere membelalakkan matanya. Ia tidak percaya akan bertemu dia lagi di tempat yang tidak terduga.


"Tere? Apa yang kamu lakukan disini?" Athur merasa keheranan. Ia mengernyitkan dahinya.


Ia juga masih ingat bahwa yang di sebelah Tere itu adalah gadis yang menabraknya waktu di kuil surga.


"Aku tinggal disini." Tere mengembangkan senyumnya. Sifatnya tidak berubah pada Athur. Kenapa harus berubah? Karena Athur sendiri tidak terlibat dalam urusannya.


"Tuan Dave?" Athur juga harus memastikan hal itu, jangan jangan ada Dave dan akan terjadi kesalahpahaman. Athur bahkan juga tidak tahu bahwa Tere dan Dave masih pisah


"Jangan sebut nama itu di hadapanmu, Kak!" Tere berbicara penuh penekanan seolah ia sedang memendam emosinya.


Athur merasakan aura Tere yang sangat berubah memilih untuk diam saja. Ia mengalihkan atensinya ke Mei. Athur tersenyum kepadanya.


"Ini temanmu?" Athur bertanya pada Tere. Sedangkan Mei masih saja terpana.

__ADS_1


"Iya Kak, ini Mei." Tere tidak menjelaskan bahwa Mei adalah sekretarisnya.


Mei langsung memperkenalkan diri menggunakan bahasa Mandarin. "Nama saya Mei. Kalau kamu?" Mei mengulurkan tangannya untuk berkenalan.


"Nama saya Athur." Athur membalas uluran tangan Mei.


Tere malah mesem mesem sendiri. Ia berdehem. Ia senang melihat Mei sebahagia ini.


"Kak, gimana kalau kita ke taman depan apartemen saja, disitu ada cafe. Mampir sebentar. Kakak sibuk tidak?"


Tere memberikan ruang buat Mei agar lebih dekat dengan Athur tentunya dengan bantuan Tere. Mei makin kesenangan dalam hatinya.


"Sumpah, Tere tahu banget mauku." Mei membatin saja sambil melirik Tere.


"Boleh, tapi sebentar aku taruh buku ini ke kamar apartemen ku dulu ya. Tunggu."


Athur langsung berlalu dan menuju ke kamarnya.


Setelah Athur menghilang dari pandangan mereka, Mei langsung memeluk Tere sampai Tere engap.


"Makasih Re!" Mei memekik. Tere sampai tidak bisa bernafas. "Hei lepaskan Mei, aku tidak bisa bernafas!"


Mei langsung melonggarkan pelukannya. "Ih, aku ngucapin terimakasih tulus loh. Dia orang yang aku mau Re!"


"Iya tahu, mangkanya aku ngeluangin waktu buat kalian agar lebih dekat saja. Oke?"


Mei mengangguk.


*****


"Tidak Kak, silakan duduk." Tere mempersilakan Athur duduk.


Mereka berbincang ringan. Athur juga penasaran dengan keberadaan Tere yang disini sendiri tanpa Dave. Tapi mendengar Tere yang tadi seakan emosi mendengar nama Dave. Athur urungkan dulu.


"Jadi kamu kesini liburan Re?" Athur harus tetap tanya soal itu. Karena ia akan menetap beberapa bulan di Beijing karena urusan kedokterannya.


"Bukan, aku sekarang tinggal disini. Aku punya keluarga disini. Ya kan Mei?"


"Iya Kak, Tere ini punya keluarga disini. Dan aku ini adalah sekretaris Tere."


Mendengar pernyataan Mei, Tere langsung melirik tajam ke Mei. Mei langsung mengangkat alisnya tanda tidak paham.


"Jadi kamu CEO sekarang?" Athur seakan tidak percaya akan hal itu. Terpaksa Tere mengaku karena Mei sudah angkat bicara


"Iya Kak, aku CEO. Dan tolong, jangan kasih tahu siapapun yang ada di Indonesia kecuali Amelys. Dia juga berhak tahu soal ini. Dan jangan kakak tanyakan sebabnya, karena aku sudah tidak mau mengenang apapun yang terjadi saat aku berada di Indonesia."


Tere langsung menegaskan hal itu.

__ADS_1


"Iya Re, aku paham."


"Oh iya, ngomong ngomong, sahabatku, Mei ini ngefans ke kamu Kak." Gantian Tere membongkar juga sambil cekikian.


"Apaan sih Re, jangan didengarkan Kak Athur. Aku..." Mei menggantung pembicaraannya itu, ia bingung akan berkata apa. Rasanya ingin denial tapi tidak bisa.


"Aku apa Mei? Tidak apa apa kok kalau ngefans, iya kan Re?" Athur memang humble dengan cewek maka dari itu jangan salahkan kalau cewek itu ikutan baper. Hahaha


"Iya Kak, tuh Mei. Lampu hijau." Tere terus meledek Mei. Mei malah malu banget sampai ia menundukkan kepalanya.


*****


Di keesokan harinya...


"Sayang, kita jalan jalan yuk." Kirani mengguncangkan lengan Ares. Ares saat itu sedang tidur. "Apaan sih Sayang, ini masih jam berapa kok jalan jalan?"


"Ih sudah jam delapan kok. Ayolah, segera mandi."


Ares langsung bangkit. Ia harus bertemu juga dengan Tere. "Sayang, tapi aku boleh mampir ke perusahaan milik Tuan Xiao Bao? Sekarang ini Tere jadi CEO disana. Dan pertengkarannya dengan Dave harus aku luruskan. Aku harus bantu, apa kamu mau ikut?"


Kirani memahami perasaan Tere, ia mengangguk. Rasanya jika membantu itu tidak ada salahnya.


"Oke"


Setelah bersiap siap kurang lebih 40 menit akhirnya mereka menuju ke perusahaan Xiao Bao.


"Permisi apakah saya bisa bertemu dengan nona Tere. Saya belum ada janji dengan beliau tapi ini ada urusan penting." Ares berbicara dengan bahasa Mandarin.


"Baik, atas nama Tuan siapa?"


"Sang Go Xi" Ares menggunakan nama samarannya karena memang tidak mungkin ia langsung bicara dengan Tere. Pasti akan menolak.


"Baik"


*****


Tok


Tok


Tok


"Masuk!" Tere sibuk dengan dokumen yang harus ia cek, sehingga tidak tahu bahwa yang masuk Kirani dan Ares.


"Re" Ares menyapa Tere yang masih sibuk itu. Lantas Tere mendongakkan kepalanya.


"A-Ares?" Tere tertegun karena berjumpa dengannya.

__ADS_1


...Jangan lupa saweran giftnya Readers hehehe ...


...Baca juga karyaku yang lain berjudul : Pengasuh Tuan Muda Lumpuh...


__ADS_2