
"Selamat tinggal mas Dave. Selamat tinggal Indonesia. Selamat tinggal untuk semua, aku tidak akan kem-ba-li" Tere pun menaiki pesawat itu.
Tere mengusap buliran bening dari pelupuk matanya. Ia memantapkan diri untuk pergi dari kehidupannya saat ini. Hubungannya dengan Dave akan ia jelaskan pelan pelan ke mama Anita.
Ia akan ke Beijing tempat kakek dan nenek dari ibunya berada. Mereka adalah orang terpandang, tetapi karena tidak setuju dengan pernikahan anaknya, Lin Zhi-ibu Tere dengan tentara Indonesia.
Oleh karena itu kedua orang tua Lin Zhi enggan mengakui keberadaan Tara-ayah Tere. sebagai menantunya.
Hingga suatu saat Lin Zhi terbang ke Beijing sendiri dan orang tuanya menginginkan cucu nya tapi dengan tegas Lin Zhi menolak.
Tetapi Lin Zhi tetap diberi kalung dari orang tuanya, kelak jika cucunya ingin bertemu dengan orang tua Lin Zhi, ia harus menunjukkan langsung kalung itu.
Dan saat ini Tere sedang menggengam kalung pemberian dari orang tua ibunya, Lin Zhi.
"Ibu, aku kangen ibu. Ibu aku minta maaf karena aku harus pergi ke Beijing karena keadaan yang memaksaku seperti ini. Aku akan tinggal disana selamanya, Bu."
Tere pun kembali meneteskan air matanya lagi. Ia memegangi kalung itu dan menciumnya.
"Beijing, i'm coming."
*****
Berbekal alamat yang diberikan oleh Lin Zhi dahulu, Tere menelusuri Beijing hingga bertemu alamat itu.
Setelah pencarian hampir satu jam, akhirnya ia menemukan alamat itu. Ya! Mereka sangatlah kaya. Terlihat dari mansion yang ditempati.
"Wah, mansion ini tidak kalah bagus dengan miliknya mama Anita." Tere berdecak kagum. Ia baru mengetahui fakta ini bahwa orang tua ibunya sangatlah kaya.
Oiya, bagi readers yang masih bingung seharusnya nama orang tua Tere adalah Salma dan Haris. Jadi Harus adalah seorang purna tentara yang dahulu ia menikah dengan Lin Zhi.
Setelah 10 tahun menikah, ternyata Lin Zhi memliki penyakit yang ganas yaitu kanker otak menyebabkan ia meninggal. Dan Haris menikah dengan Salma. Pernikahannya 4 tahun sejak kematian Lin Zhi.
Walaupun ibu sambung, Salma sangat baik dengan Tere. Ia sangat menyanyangi Tere seperti anak kandungnya sendiri.
****
Kebetulan Tere menguasai bahasa Mandarin jadi tidak sulit baginya jika harus berkomunikasi dengan satpam yang berjaga di mansion itu.
(Mereka berkomunikasi dengan bahasa Mandarin, tapi author terjemahkan saja)
__ADS_1
"Permisi, apakah benar ini rumah dari Xiao Bao?" Tere bertanya pada satpam yang berjaga di sana.
"Betul, ada keperluan apa ya?" Satpam itu menelisik penampilan Tere yang sekilas mirip dengan Nona Lin Zhi dahulu.
"Saya adalah anak dari Lin Zhi. Kedatangan saya kesini untuk bertemu dengan Xiao Bao apakah dia ada?"
"Oh ada, silakan." Satpam itu mengizinkan masuk dan mengantarkan sampai depan pintu utama yang begitu megah.
"Tolong antar Nona ini menemui Tuan Xiao Bao" satpam itu memerintahkan maid di sana untuk mengantarkan Tere menemui kakeknya.
"Mari Nona" Tere mulai masuk dan saat ini penglihatannya memindai semua yang ada di mansion itu. Begitu mewah dan mahal.
Terlihat ada Xiao Bao dan Li Xie Cu yang sedang makan siang. Maid itu mengutarakan bahwa ada yang ingin bertemu dengan mereka.
"Suruh dia langsung kesini. Suruh makan bareng dengan kita." Xiao Bao sangatlah baik, padahal ia belum mengetahui siapa yang datang kesini.
Maid itu mengangguk dan memanggil Tere untuk menemui langsung majikannya itu.
Tere langsung menuju ke meja makan itu dan tentunya menyapa terlebih dahulu.
"Selamat siang." Tere berdiri di hadapan mereka dan reaksi Xiao Bao dan Li Xie Cu sangat kaget karena kalung itu bertengger di leher Tere.
"Apakah kamu anak dari Lin Zhi, putriku?" Li Xie Cu langsung berdiri di hadapan Tere. Ia cukup tercengang karena Tere memakai kalung pemberian mereka.
"Akhirnya kita bertemu denganmu cucuku. Selama ini Lin Zhi tidak pernah membawa anaknya kemari. Kami ingin melihatnya, tapi dia enggan memberikan harapan itu."
Li Xie Cu langsung menangis terisak. Ia teringat Lin Zhi yang sudah meninggal saat Tere masih 10 tahun.
Xiao Bao juga mendekat ke arah Tere. Terlihat buliran bening di pelupuk matanya kian menggenang. Suasana haru diantara mereka kian tercipta.
Akhirnya mereka memutuskan untuk menuntaskan makan siang itu dahulu bersama Tere dan setelah selesai mereka langsung membicarakan hal ini.
Kedatangan Tere yang tiba tiba mengundang rasa penasaran dari Xiao Bao dan Li Xie Cu.
"Sayang, aku sangat mengharapkan kehadiranmu disini. Tapi kenapa mendadak? Bukankah ayahmu Haris itu punya nomor kami. Setidaknya kami bisa menyambutmu tadi." Xiao Bao memulai pembicaraan ini.
Tere menunduk, tidak kuasa air matanya jatuh. "A-aku bertengkar dengan suamiku karena dia telah memasukkan orang ketiga ke pernikahan kami."
Tere yang menangis terisak saat memberitahukan hal ini sontak mengundang rasa iba Li Xie Cu yang langsung memeluknya.
__ADS_1
"Tenangkan dirimu sayang. Kami selalu ada untukmu. Jika kamu terus seperti ini bagaimana kamu bisa menjadi wanita kuat?"
Perkataan Li Xie Cu ada benarnya. Harusnya Tere tidak boleh lemah karena Dave.
Dan saat ini bukan waktunya untuk menangisi pria seperti Dave. Ia harus menjadi Tere versi lain yang lebih kuat dari sebelumnya.
"Iya Oma, aku harus bangkit. Terimakasih sudah mendukungku. Aku akan buktikan aku bukan Tere yang lemah seperti dulu."
Li Xie Cu mengusap lembut rambut Tere. Ia tersenyum tipis. Ia akan mengusahakan apapun demi cucunya itu.
"Tenang, kami selalu bersamamu. Jadi tinggallah selamanya di sini. Di sisi kami." Xiao Bao memandang Tere yang masih dipeluk Li Xie Cu.
Tere pun mengangguk. Ia mungkin akan merubah penampilannya saat ini.
"Apa kamu ingin mengubah penampilanmu? Oma Opa rasa kamu harus mengubahnya untuk memperbarui harimu."
"Iya Oma, aku mau. Aku akan mengubahnya."
"Oiya sayang, kebetulan Opa sudah tua, apakah kamu bersedia memimpin perusahaan kami?"
Xiao Bao sudah tidak muda lagi, ia butuh penerus dan kebetulan Tere adalah cucunya. Jadi ia menawarkan pada Tere. Hitung hitung juga sebagai transformasi Tere.
"Baik Opa, Tere mau." Tere pun bangkit dan memeluk Opanya.
****
Sementara di Club Fantasy, Indonesia.
Dave mengerjab ngerjabkan matanya. Ia memegangi kepalanya yang tadi malam pusing.
"Dimana aku?" Dave bermonolog sendiri dan belum lama kaget karena dirinya sudah tidak berbusana.
"Ada apa denganku?" Dave begitu panik. Ditambah lagi Clara yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan berbalut bathrobe.
"Sayang, kamu sudah bangun?" Clara mendekat ke arah Dave dan mengembangkan senyumnya.
Seketika Dave langsung marah dengan Clara. "Clara apa yang terjadi! Apa yang kamu lakukan disini!" Dave benar benar membentak Clara.
"Kita tadi malam telah melakukan penyatuan Dave. Apa kamu lupa itu?" Tentu saja Clara berbohong. Ia hanya tidur bersama Dave tanpa hubungan apapun
__ADS_1
"Kurang ajar kamu Cla! Beraninya kamu menjebakku!"
...Jangan lupa vote cerita ini ya readers supaya Thor lebih semangat hehehe. Makasih untuk kalian yang terus stay di cerita ini. Jika kalian mau melihat transformasi Tere saat ini, bisa kalian lihat di ig : cemaraseribu_author....