
"Sayang, aku pusing." Kata-kata itu seperti template di otak Tere. Semenjak hamil sampai tri semester ke 2 pun Dave masih doyan pusing dan mual. Entah sampai kapan.
"Sini nyandar ke dadaku," ucap Tere sembari menenggelamkan kepala Dave ke dada Tere. Ya! Itu emang obatnya. Dave bagaikan anaknya Tere. Ia meringkuk ke dada Tere layaknya bayi.
"Ya sudah kamu tidur saja kamu, Dave." Tere memberikan afirmasi pada Dave. Seketika itu pusing Dave hilang dan yang ada hanyalah kantuk.
Dave bolak-balik menguap. Entah sudah berapa kali. Dave juga mengusap perut Tere yang sudah menonjol. "Maafin Daddy ya, Nak. Daddy malah merepotkan Mommy mu," ucap Dave mengajak baby nya berkomunikasi.
Tere terkekeh. "Gak ngerepotin kok. Tapi lucu aja lho. Aku yang hamil kamu yang teler. Mana telernya lama banget. Ini udah memasuki 5 bulan kehamilan," kikik Tere. Dave mendengkus. Mungkin baby nya ingin mengerjai daddy nya.
"Mungkin dia pengen aku ngerasain apa yang akan kamu rasakan ntar, Sayang." Tere mengernyit. "Maksudnya?" tanya Tere kebingungan.
Dave terkekeh. "Kan nanti kamu punya giliran sendiri. Kamu harus melahirkan, menyusui dan tugasku membantumu nantinya. Jadi biar aku saja yang mual-mual. Nanti kalau dilimpahkan ke kamu semua, kasian."
Pernyataan Dave mampu membuat wajah Tere bersemu merah. "Terimakasih sudah membuktikan semua janjimu, Dave. Aku bersyukur bisa memilikimu kembali."
Tere memeluk Dave dengan eratnya. Rasa haru memenuhi rongga dadanya. "Jangan berterimakasih. Ini adalah kewajibanku. Kamu akan selalu menjadi milikku, Sayang. Kapan pun itu," ucap Dave. Kata-katanya begitu manis sehingga membuat Tere makin meleyot.
Dave mulai terkantuk-kantuk. Tere terus mengelus kepala Dave. Ia gabut sekarang. Tere memilih untuk mensroll media sosialnya. Di berandanya tiba-tiba saja ada video mukbang baso aci dengan kuah yang begitu menggiurkan. Ditambah lagi kecuran jeruk limau yang begitu segar.
"Kok enak banget sih! Pengen," ucap Tere sembari menelan salivanya. Rasanya air liurnya mulai menetes. "Pengen!" seru Tere, matanya berkaca-kaca sekarang.
Mood Tere benar-benar jelek. Ia menjadi sangat sensitif. Rasanya pengen makan baso aci dengan pilus cikur, aci, dan cuanki lidahnya yang menggoda.
Tere terus mengomel sendiri dengan nada yang tinggi. Sehingga Dave terbangun dari tidurnya. Baru saja ia tidur 20 menit, ia harus terbangun.
__ADS_1
Dave terbangun karena Tere mendumel terus. Ia mengucek matanya. Nyawanya baru terkumpul. "Ada apa, Sayang? Kenapa mendumel kaya tukang sales?" tanya Dave random saja. Pakai tukang sales disangkut-sangkutin.
Tere mengercutkan bibirnya. Alih-alih bicara Tere justru diam sembari bermuka masam. Dave makin tidak paham dengan sikap istrinya yang berubah-ubah moodnya seperti bunglon.
"Ada apa, Sayang?" tanya Dave lagi. Ia bangkit dari dada Tere. Ia memandang wajah Tere yang sudah seperti asam jawa. "Aku pengen ini!" seru Tere sembari menunjukkan video yang nongol di berandanya.
Dave pun melihat video itu. Dave mengernyitkan dahinya. "Ini itu apa?" tanya Dave. Tere mendengkus, bagaimana bisa suaminya yang berasal dari Indonesia itu tidak tahu soal baso aci. Kemana saja?
"Kamu gak tahu?" tanya sarkas Tere. Sepertinya Tere makin badmood karena Dave ternyata tidak mengetahui makanan yang disukai kaum hawa itu.
"Itu baso aci! Kok kamu bisa-bisanya tidak tahu sih!" seru Tere kesal. Dave terkekeh. Ia bingung mau menjawab apa. Ia lebih baik langsung menebak-nebak isi pikiran Tere saja. Kali ada dapat hadiah paham.
"Kamu pengen baso aci itu?" tanya Dave mulai menebak. Tere mengangguk. Sekarang matanya mulai berbinar. Ia mulai tersenyum kembali.
Dave mau tidak mau harus mencarikan Tere baso aci. Halo! Dimana emang ada baso aci ? Ini kan Beijing, China. Sekarang otak Dave sedang berpikir keras.
Ini sudah jam 10 malam, entah dia akan mencarinya ke penjuru mana. Melihat wajah Dave yang seperti kebingungan, Tere malah menatap Dave tajam. "Kamu tidak ikhlas ya, Dave?" tanya Tere.
Dave pun segera menggeleng cepat. "Siapa yang bilang tidak ikhlas, Sayang. Aku ikhlas lho. Ini juga buat kamu dan anak aku. Cuma satu masalahnya, carinya dimana?" tanya Dave.
Tere mengendikkan bahunya. "Aku tidak tahu, pokoknya aku mau baso aci. Kamu cari sampai dapat," ucap Tere acuh tak acuh. Ia berangkat ke kamar mandi meninggalkan Dave sendiri di ranjang. Tere ingin buang angin kecil.
"Ya sudah aku mau siap-siap dulu cari baso aci. Kamu baik-baik ya di rumah," ucap Dave sedikit meninggi karena takut Tere tidak dengar karena sudah berada di kamar mandi.
"Iya Dave, semoga ada ya baso aci nya." Tere pun juga agak berteriak supaya di dengar oleh Dave. Dave mengambil jaketnya. Ia mulai berpetualang mencari baso aci haha.
__ADS_1
*****
"Aduh, ini dimana ya cari baso aci!" seru Dave sudah mutar-mutar sekitaran kota. Ia menepikan mobilnya. Dia butuh mikir juga. Tiba-tiba saja ia bisa berpikir jernih.
"Gimana kalau aku cari baso aci yang kemasan itu di supermarket yang berasal dari Indonesia. Kan pasti ada!" seru Dave kegirangan. Ia senang karena sidang menemukan solusi terbaik.
"Aku lihat di maps saja, dimana ada supermarket yang menjual makanan dari Indonesia," ucap Dave sembari mengeluarkan ponselnya.
Dave menyalakan GPS nya. Ia mengikuti arah GPS itu. Butuh sekitar 30 menit untuk sampai ke supermarket itu.
"Alhamdulillah, akhirnya nemu juga!" seru Dave. Ia sudah berada di depan supermarket itu. Ia langsung turun dan mencari baso aci keinginan istrinya.
"Permisi, apakah disini ada baso aci instan?" tanya Dave pada karyawan yang sedang berjaga. "Oh, ada Tuan. Mari ikut saya."
Dave mengikuti langkah dari karyawan itu. Ternyata benar! Ada banyak varian baso aci yang bisa dipilih. Dave mengembangkan senyumnya.
"Saya mau masing" varian 5 pcs ya," ucap Dave tanpa pikir panjang. Padahal di etalase banyak sekali variannya. Variannya ada 8 dan Dave memesan banyak baso aci itu.
Memang kalau sultan itu bebas sih. Apalagi harga baso aci itu tidak bisa dibilang murah.
*****
Dave sudah mengantongi banyak varian baso aci instan. Ia senang karena pencariannya berhasil. Dia langsung melaju pulang.
Di rumah, ia langsung membawa kresek berisi baso aci sebanyak 40 pcs. Sungguh banyak sekali.
__ADS_1
Ia langsung menuju kamar. Berharap reaksi Tere akan bahagia karena Dave sudah menemukan baso aci itu.
Begitu pintu kamar dibuka, Dave mendengkus. Ia melihat Tere yang sudah terlelap tidur. "Katanya mau baso aci, eh malam *****," ucap Dave kesal