
Perhatian, ini 21+ jadi para bocil minggir dulu hehehe. Happy Reading....
Oh jadi lu mau godain gue?". Dave menyeringai. Segera ia naik ke ranjang menyusul Tere. Dan memposisikan tubuhnya sedekat mungkin dengan Tere. Bahkan saat tangan nakalnya mulai menyentuh paha Tere.
Tere pun bangun mengerjabkan matanya. "Mas". Ia membuka matanya, tetapi nyawanya belum semua terkumpul.
" Humm, kok sudah tidur sih?". Kali ini Dave lebih lembut saat berbicara pada Tere. Membuat Tere tertegun dan kesadarannya sudah seratus persen.
Ia menyandarkan ke headbord. Ada gelenyar aneh saat Dave berbicara lembut padanya. Dave pun juga menyandarkan dirinya ke headbord
Keduanya saling berpandangan. Bahkan saat ini jantung Tere tidak baik baik saja. "Mas kok baru sekarang sih masuk kamarnya? Tadi aki nungguin mas loh". Tere mencebikkan bibirnya.
Entah apa yang merasuki diri Dave. Ia bersikap manis saat itu juga. " Kenapa hum? Lu mau goda gue?". Dave merapikan anak rambut Tere dan menyelipkan di belakang telinga Tere.
Jelas Tere membeku saat itu juga. Jantungnya tidak aman malam ini. Perlakuan Dave sangatlah manis membuat Tere tersenyum kikuk. Ia kebingungan dalam merespon.
"Enggak mas, aku gak godain mas kok". Tere masih menyangkal pernyataan Dave. Tapi aneh saja kalau menyangkal karena ia menggunakan lingerienya. Jelas itu memancing Dave supaya melakukan lebih.
" Bohong banget lu. Terus ngapain sekarang pakai pakaian kaya gini? Hum?". Dave mulai menyentuh tekstur dari lingerie Tere membuatnya meremang.
"I-itu, bukan apa apa. A-aku akan menggantinya saat ini juga". Tere mulai bangkit dari ranjangnya. Ia tidak mau kalau Dave terus melihatnya tanpa berkedip.
Buru buru ditarik lengan Tere oleh Dave. Sekarang posisi mereka sangatlah dekat, bahkan hembusan nafas Dave serta parfum maskulin di tubuh Dave seakan menguar di hidung Tere.
"Sesuai dengan permintaanmu dulu Re, gue bakal kasih lu nafkah malam ini juga". Dave tidak memperjelas obrolan itu.
Langsung dipangutnya alat bicara Tere dan Tere masih sangat kaku. Dave terus mengajarinya. Dan lama kelamaan Tere bisa membalasnya.
__ADS_1
Tidak sampai disitu, bahkan tangan nakal Dave sudah menyusup ke gunung kembar Tere. Ini bukan pertama kalinya ia merasakan tangan Dave menyentuh area itu, tetapi memori tadi siang terus memutar di kepala Tere.
Kali ini Tere sudah tidak bisa menahannya, keluarlah suara keramat itu. Dave tersenyum smirk. Ia bahkan sekarang sudah membuka isi dibalik lingerie itu.
Mereka berada di fase sedang menyatukan diri. Tetapi sebelum itu, Tere dibuat meringis kesakitan saat sumur kecilnya diterobos oleh junior Dave. Itu sangat menyakitkan.
Setelah bisa menerobos, ia melakukannya dengan pelan. Bahkan Tere menyuarakan nama Dave. Hal itu menambah dopamin untuk Dave.
Rasanya hampir dua jam mereka melakukan aktivitas tersebut dan akhirnya keduanya mencapai puncaknya bersama sama.
****
"Capek hum?". Dave menyuarakan itu di telinga Tere dengan lirih pastinya. Nada yang begitu sensual membuat Tere meremang. Bahkan sampai saat ini, debaran jantungnya masih seperti tadi saat belum melakukan aktivitas itu.
" Iya mas, kamu tuh semangat banget. Aku sampai kuwalahan". Tere mencoba memandangi wajah tampan Dave. Akhirnya Tere berbalik menghadap Dave.
Ia memandang wajah Dave yang capek tapi terlihat dari guratan wajahnya itu happy banget.
" Ya iya lah. Aku dapat jatah kok". Lagi lagi Dave berbicara lembut. Ia mengubah panggilan dari yang semua lu-gue, menjadi aku-kamu. Sungguh perubahan yang cukup besar setelah aktivitas menyenangkan itu.
"Jadi sekarang manggilnya aku-kamu nih? Jadi gimana? Sudah jatuh cinta?". Tere mengejek Dave yang sebelumnya ogah ogahan menyentuh dirinya.
Bahkan mengatakan bahwa dirinya adalah seorang ******. Definisi senjata makan tuan.
" Kalau gue jatuh cinta terus kenapa? Masalah ya?". Sekarang Dave menanyakan balik. Ia memposisikan dirinya di dada Tere yang masih belum memakai baju. Jadi mereka ini masih polosan.
"E-enggak masalah kok mas, aku justru senang". Tere sampai terharu rasanya, dari aktivitas ini mereka menjadi dekat dan bahkan Dave bisa berpotensi untuk mencintai dirinya.
__ADS_1
" Nah, aku belum sepenuhnya mencintai sih. Mana ada langsung bisa gitu. Aku bakalan berusaha untuk hal itu. Kamu tenang saja".
Tere terasa seperti jutaan kupu kupu hinggap di perutnya mendengar pernyataan Dave. "Aku gak salah dengar kan mas? Mas kenapa tiba tiba bersikap gini?".
Tentu ada rasa was was, curiga, dan keheranan dalam diri Tere. Ia takut ketika sangat mencintai Dave ternyata Dave hanya mempermainkan perasaannya.
" Karena dokter sok tampan itu ". Dave menjawabnya dengan penuh penekanan. I
Ternyata Dave termakan oleh omongan Ares. Baguslah! Hahaha. Karena kalau tidak gercep, bisa bisa dokter sok tampan itu akan terus melangkah maju untuk mendapatkan istrinya.
Tere pun tergelak tawa. Ia masih mengingat. Sangat mengingat waktu pertama kali ia membahas soal Athur, Dave seakan menunjukkan rasa posesifnya, tetapi ia masih denial pada perasaan itu.
Namun, saat ini Dave mengakuinya. Entah karena apa ia mengakui semua itu. "Jadi mas cemburu sama kak Athur? Tapi dia hanya kakak sahabatku mas. Dan mas jangan lupakan bahwa kita sudah menikah. Mana ada aku bakalan berpaling".
Tere menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi. Ia tidak mau jika suaminya itu salah paham.
" Ya bisa saja sih secara dokter itu pasti juga idaman kamu kan dulu? Dan jika aku gak memberikan lebih untukmu, pastinya kamu akan beralih hati pada Athur yang menerimamu dengan penuh cinta ".
Tere tersenyum mendengar pernyataan Dave. Memang benar, ia begitu mengidolakan sosok Athur dulu. Ingat ya! Hanya dulu, bukan sekarang.
" Hahaha mas, mas. Kamu ada ada saja. Iya sih aku dulu sangat mengidolakan dia. Dia itu sudah tampan, baik, dan apalagi saat ini ia jadi seorang dokter. Mana dokter spesialis jantung. Pastinya sangat menggembirakan jika aku bersanding dengannya".
Bukan Tere namanya jika tidak menggoda suaminya. Entah kenapa Dave jadi bermuka masam. Hatinya saat itu dongkol.
"Halo, masih tampan, tajir, dan terdepan aku lagi Re, enak aja si dokter itu. Aku jauh lebih baik daripada dirinya itu. Aku juga seorang CEO". Narsis Dave membuat Tere tergelak tawa.
" Lucu banget sih kamu mas, iya iya aku pasti bakalan milih kamu. Sudah jangan berdebat. Aku ngantuk banget nih, capek juga. Rasanya badanku remuk semua".
__ADS_1
Tere mulai memejamkan matanya, ia dilanda kantuk yang begitu besar. Bahkan saat ini jam menunjukkan pukul 03.00. Artinya, masa istirahat Tere hanya 1 jam karena di jam 04.00 ia harus mandi.
Dave pun mengangguk. Keduanya memejamkan matanya, terutama Dave masih berada di dada empuk Tere. Sangat nyaman