Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku
Bab 31


__ADS_3

"Mas, ini benar buat aku?". Tere kembali memastikan apakah mobil itu miliknya. Matanya kian berbinar saat mobil Toyota GR Supra nangkring di teras rumahnya. Warnanya pink pastel membuat Tere semakin yakin kalau itu miliknya.


Dave pun mengangguk. " Iya, buat kamu Re". Bukan main senangnya Tere. Ia langsung menghamburkan dirinya ke pelukan suaminya.


"Terima kasih mas, bagus banget mobilnya". Tere masih membenamkan wajahnya ke dada bidang Dave. Sebagai balasan, Dave mengusap punggung Tere dan mengecup pucuk kepala Tere.


" Iya Sayang, kamu tidak berniat untuk mencoba?". Sekarang Tere melepas pelukan itu. "Boleh mas?". Tere memastikan apakah memang boleh langsung ia coba.


" Of course".


Tere langsung masuk ke dalam mobil itu bersama dengan Dave. "Mas, makasih banget ya. Pasti mahal banget. Nanti kalau uangnya habis gimana?".


Pertanyaan random Tere mengundang gelak tawa Dave. Mana ada uang Dave bisa habis hanya karena membeli Toyota GR Supra.


Dave menggelengkan kepalanya " Enggak kok tenang saja. Oiya, masih ada satu lagi nih kejutannya. Sebentar aku ambil dulu". Dave keluar dari mobil itu.


Tere yang masih tenggelam dalam euforianya tidak terlalu memperhatikan Dave. Di dalam rumah, Dave langsung menuju ke ruang kerjanya. Ia menyimpan suprise itu di tas kerjanya.


"Mana ya, aku taruh sini kok tadi". Dave menggeledah isi tas kerjanya untuk mencari barang yang ingin diberikan pada Tere.


" Nah ini!". Dave menemukannya, ia langsung menuju ke mobil itu lagi. Ia bawa amplop, hayo isinya apa?


*****


Mata Tere membulat, ia menarik atensinya ke arah Dave yang mengembangkan senyumnya. "Mas ini beneran? Apa tidak berlebihan?". Tere kembali memastikan. Rasanya sungkan karena suprise yang didapat tidak main main.


Ya! Suprise yang kedua yaitu tiket liburan ke Pulau Jeju, Korea. Ini adalah impian Tere juga. Demi apa Dave tahu soal keinginan Tere itu.


Bahkan saat ini matanya sudah mengeluarkan butir bening dan lolos dari pelupuk matanya.


"Hey? Kenapa? Apa kamu tidak suka?". Dave jelas kebingungan. Tere malah menangis saat ini. Diusaplah pipi Tere dari buliran bening yang menetes di pipinya.


" Aku terharu mas, aku gak bakal nyangka hiks hiks hiks". Ternyata Tere menangis haru, baru kali ini Dave sangat bersikap manis padanya. Rasanya ia begitu bersyukur berada di titik sekarang.

__ADS_1


" Iya sayang, sudah jangan nangis. Daripada nangis mending kita ke rumah mama Anita gimana? Pasti mama senang deh".


Ide brilian Dave membuat Tere mengembangkan senyumnya lagi. "Oke mas, tenang. Aku sudah bisa pakai mobil kok".


Tere memastikan itu karena dulu memang selalu pakai mobil jika kemana mana. Bahkan sampai sekarang.


" Oke"


****


"Assalamu'alaikum". Dave dan Tere kompak mengucap salam. Di dalam mansion ternyata ada maid yang menghampiri keduanya. " Wah Den Dave sama Non Tere. Ayo silakan masuk. Nyonya ada di dalam".


Maid itu mempersilakan masuk keduanya. "Mama ada dimana ya?". Tere bahkan sekarang tidak sabaran untuk bertemu mama mertuanya.


" Ada di taman Non, mau saya antar?". Jelas maid itu memberikan tawaran karena ia merasa sungkan jika langsung meninggalkan Tere dan Dave.


"Tidak usah kita bisa sendiri kok". Dave menimpali penawaran maid itu.


Mereka berjalan menuju taman saat ini. Terlihat mama Anita yang masih sibuk menyiram tanaman itu. Ia memang pecinta tanaman hahaha. Bahkan setiap ulang tahun, kado yang diberikan Dave dan papa Surya yaitu tanaman hahaha.


"Sayang!". Mama Anita langsung meletakkan wadah yang digunakan untuk menyiram tanaman dan memeluk Tere.


" Mama, aku kangen banget sama mama". Tere melonggarkan pelukan itu. "Iya mama juga, sayang. Ayo kita duduk di sana saja". Mama Anita langsung mendahului mereka saat berjalan.


" Mah, kita disini saja ngobrolnya gimana?". Tere ingin mengobrol di taman saja, ganti suasana.


"Oh oke". Mama Anita kembali dan segera mendaratkan bobotnya di kursi taman. Taman terlihat sangat bagus karena dirawat oleh mama Anita. Aneka macam bunga juga bermekaran di taman ini, seperti hati Tere saat ini, hahaha.


"Sini Dave". Mama Anita melambaikan tangannya. Dave lalu menghampiri. Mereka mengobrol ringan. Bahkan mereka juga memberitahu bahwa rencana honeymoon di Pulau Jeju. Sekalian mereka pamit karena besok sudah berangkat.


" Wah, mama ikut senang kalau kalian memang benar benar bahagia. Tapi ini benar benar bahagia kan? Tidak rekayasa seperti tempo minggu lalu?".


Mama Anita berhak memastikan keadaan itu, bagaimanapun itu juga berdampak pada kesehatannya.

__ADS_1


"Iya mah, Dave janji bakalan bahagiain Tere. Oiya rencana kita honeymoon di Pulau Jeju itu juga tidak lama karena Tere akan wisuda. Mungkin 4 hari kita berlibur. Gapapa ya Sayang?".


Dave memberitahu mamanya sekaligus memvalidasi terkait berapa lama mereka akan berlibur. Tere tidak keberatan sama sekali. Empat hari menurutnya sudah cukup.


"Oiya mah, aku mau cerita nih". Tere sekarang yang mulai cerita. Ya! Apalagi kalau bukan tentang mobil pemberian dari Dave.


" Jadi, aku dihadiahi mas Dave berupa mobil loh mah. Bagus banget, oiya kita kesini tadi pakai mobil pemberian dari mas Dave. Mama mau lihat?".


Kentaranya Tere begitu antusias bercerita sehingga mengundang rasa penasaran mama Anita untuk melihat mobil pemberian putranya itu.


"Boleh ayo!".


*****


" Wah, bagus banget sayang". Mama Anita memuji mobil pemberian dari Dave itu untuk menantunya. Hatinya kian menghangat karena anaknya sudah menerima Tere begitu baiknya


"Iya ma, mas Dave emang terbaik". Tere tidak sungkan untuk bergelayut manja di lengan Dave.


Setelah 3 jam berada di mansion itu, mereka akhirnya pulang juga. Sebelum pulang itu pun mereka juga sudah bertemu dengan papa Surya.


" Mas, berarti kita langsung packing ya ini. Kan besok mau ke Jeju". Tere memastikan niat honeymoon itu. Dave mengangguk


*****


Hari yang ditunggu Dave dan Tere pun datang. Mereka akan menuju ke bandara. Saat berangkat perasaan mereka berdua sangatlah senang. Pasalnya akan menikmati honeymoon yang sesungguhnya.


Seusai sampai di bandara, mereka pun check-in. Tidak lupa Tere menggandeng lengan Dave. Sesekali ia menyandarkan kepalanya di lengan Dave yang kekar karena menunggu lama.


Atensi Dave beralih ke lain spot. Ia merasa jengah karena menunggu waktu check-in. Tiba tiba saja, ia melihat orang yang sangat familiar di hidupnya. Berulang kali ia memastikan. Ternyata benar, ia mengenalnya. Seseorang itu adalah perempuan yang tengah balik ke Indonesia seorang diri.


"Cla-clara?". Dave berkata lirih, ia hanya memandangi Clara dari jauh. Sebenarnya rasa ingin menyapa tinggi, berhubung Clara berada di tempat yang jauh, jadi ia tidak menyapanya


Tere jelas mendengar nama itu.

__ADS_1


" Siapa Clara mas?".


...Untuk melihat visual tokoh dan mobil pemberian Dave, bisa kalian follow ig cemaraseribu_author....


__ADS_2