Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku
Bab 52


__ADS_3

"Ada apa Sayang?Kok teriak teriak sih? Ada tamu loh, tidak malu?" Ares bertanya lembut.


Entah kenapa Kirani semenjak hamil jadi sensitif begini. Ia langsung memeluk Ares. "Aku mau liburan ke Beijing, China. " ucap Kirani sambil nangis sesenggukan.


Ares mengusap punggung Kirani dengan lembut sambil berpelukan. Ares juga masih dalam tahap lemotnya.


Lucu saja, istrinya masuk ke ruangannya dan ia malah nangis nangis tidak jelas. Mana ada tamu. Untung tamunya hanya Dave, kalau klien penting bisa rusak citranya hahaha.


"Iya iya nanti kita liburan kesana. Tapi nunggu dedeknya agak besar ya." Ares memberikan pengertian pada istrinya itu.


Tapi perkataan Ares tidak diindahkan oleh Kirani. Ia melonggarkan pelukannya dan menatap tajam suaminya sambil menyeka air mata yang berjatuhan itu.


"Aku maunya besok tanpa ada pembantahan. Kamu tidak sayang aku ya?" Ya! Kirani mengandalkan jurus itu hahaha.


Ares menghela nafas panjang. Ia memejamkan mata sekilas. "Oke, besok kita kesana ya. Sudah jangan nangis, oke?" Ares mengusap buliran bening dari pelupuk mata Kirani.


Kirani yang awalnya heboh sendiri menjadi lebih tenang karena Ares menurutinya. Giliran atensinya tertuju pada Dave. Ia nyengir lebar ke arah Dave.


Dave yang menerima sapaan itu juga melemparkan senyum ramahnya. Suasana agak canggung karena kehebohan Kirani.


Ares lantas mengajak duduk Kirani di sofa bareng Dave.


"Maafin bini gue ya. Hahaha lu jadi nyamuk deh." Ares meminta maaf pada Dave, tidak lupa ia juga meledek Dave usai meminta maaf. Sungguh teman tidak tahu diri.


"Iya nih, gue jadi nyamuk ngelihat kalian berdua bermesraan. Mana bini lagi tidak ada. Jadi gue mesraan sama siapa dong?" Dave agaknya sedikit curhat, dasar laki laki sok cari perhatian.


Mendengar pernyataan Dave, Kirani mengerutkan dahinya. "Tere kemana?"


"Tahu tuh, bininya hilang gara gara dia mungut batu kali." Ares lagi lagi meledek Dave.


Dave hanya bisa menghela nafas panjang. "Aduh mbak, kamu tidak merasa beban nikah sama dia? Kalau mbak tahu ya, dia itu punya man... "


Sebelum melanjutkan perkataannya itu, Ares sudah membungkam mulut Dave yang berada di seberangnya.


"Diam lu." Ares membisikkan sesuatu pada Dave membuat Dave hanya terkekeh saat bungkaman itu terbuka.


"Mangkanya, jangan aneh aneh lu. Gue lagi galau malah diledek."


"Kalian bicara apa sih? Dan mengenai pertanyaanku kenapa Tere bisa hilang? Apa hubungannya dengan batu kali?" Kirani bertanya terlalu polos soal itu haha.


"Sudahlah Sayang, ini jadi urusannya laki-laki. Yang terpenting saat ini, kamu dan bayi kita. Dan kamu pulanglah dulu, persiapkan semuanya. Kita babymoon besok deh di Beijing."

__ADS_1


Ares mengacak pelan rambut Kirani dan mencium pucuk kepalanya. Dave yang melihat itu lebih baik memalingkan muka. "Kenapa gue harus lihat pemandangan kaya gini sih?!" Dave bergumam lirih sambil menggelengkan kepalanya.


"Diam lu. Ayo Sayang, aku antar pulang sampai depan." Ares menggiring Kirani untuk keluar. Dan istrinya mengangguk. Ia akan mempersiapkan dirinya untuk berlibur.


*****


"Buset, bumil gitu banget ya?" Dave langsung berceletuk saat Ares kembali masuk ke ruangannya.


Pandangan Ares langsung tertuju pada Dave. "Hei, itu tidak seberapa daripada masalah lu? Parah! Bini sampai hilang kaya dedemit." Ares terkekeh pelan saat membalas pernyataan Dave itu.


"Salahin gue terus."


****


Beijing, China.


Hari ini adalah hari weekend. Tere akan menghabiskan waktunya untuk mengeksplor kota Beijing bersama Mei. Mereka saat ini berteman akrab. Walaupun kadang kadang mereka seperti Tom and Jerry


Mereka mengadakan janjian terlebih dahulu. Tere yang mengajak Mei untuk jalan jalan karena Mei yang tahu kota Beijing lebih banyak. Akhirnya Tere menelepon Mei.


Tring


Tring


Tring


"Ada apa sih? Ganggu banget!" Mei tersungut sungut saat Tere menggangu waktu tidurnya.


"Kenapa sih? Lagian ini sudah pagi juga kok. Mana janjinya mau jalan jalan? Dasar pikun!"


Tere yang diseberang sana juga ikut tersungut sungut hahaha.


Mei langsung membelalakkan matanya. "Aduh iya, aku lupa, Re. Sebentar ya aku mandi. Bye." Mei langsung menutup panggilan telepon itu secara sepihak padahal Tere belum juga bicara lagi.


"Aduh, emang kebiasaan deh. Dasar pikun, mana langsung dimatikan lagi panggilannya." Tere bersiap siap. Ia menggunakan pakaian yang santai.


Saat ini penampilannya lebih casual. Ia tidak lagi memakai pakaian yang terlalu feminim. Cukup menggunakan celana dan baju, bukan dress seperti biasa.


Tidak lupa ia juga memakai topi dan kacamata. Penampilannya kita layaknya remaja usia 17 tahunan. Tapi sekarang ia happy dengan keadaannya saat ini.


Ia langsung menuju apartemen Mei. Ia memacu mobil mewahnya dan tidak lupa juga izin pada Li Xie Cu dan Xiao Bao.

__ADS_1


****


Sesampainya di depan apartemen Mei, Tere mengetuk pintu itu. Tidak berselang lama pintu itu dibuka oleh Mei yang baru saja akan berdandan.


"Masuk" Mei mempersilakan Tere untuk masuk. Pertama kali Tere mengunjungi apartemen milik Mei ini. Apartemennya rapi dan bagus.


"Tunggu Re, aku akan dandan sedikit. Palingan lima menit."


Kata kata palingan lima menit itu sudah membuat Tere mendengkus kesal. Bukan lima menit, tapi 5 jam hahaha.


"Idih, tidak usah pakai bicara 5 menit tapi kenyataannya 5 jam bahkan 5 tahun." Tere mengerucutkan bibirnya.


"Hehehe sabar ya."


"Hmm"


Setelah 30 menit akhirnya Mei selesai. Benar kan dugaan Tere. Dia tidak akan menepati janjinya 5 menit. Buktinya molor hingga 30 menit.


"Kebiasaan deh kamu." Tere yang masih keki mendapatkan cengiran lebar dari Mei.


Kali ini mereka memakai style yang sama dengan warna yang berbeda. Sama sama memakai topi dan kacamata.


"Yuk berangkat!" Mei memekik antusias. Akhirnya mereka benar benar jalan jalan.


Tujuannya kali ini Mei mengajak ke Tian Tan. Tian Tan adalah salah satu kuil paling indah dan cantik di Tiongkok yang artinya Kuil Surga. Mungkin ini adalah kuil paling spesial karena para Kaisar Tiongkok beribadah di tempat ini.


"Maaf ya aku mengajakmu kesini. Disini itu juga ramai dikunjungi wisatawan loh. Kuilnya indah, coba deh lihat." Mei layaknya pemandu wisata.


Tere sangat senang karena ini menjadi yang pertama kalinya baginya. Dulu ia bercita cita ingin keluar negeri bersama Dave. Tapi nyatanya sekarang hanya tinggal arsip wacana yang tersimpan dalam otaknya.


Daripada mereka kehausan, Mei berinisiatif membeli minuman terlebih dahulu dan membiarkan Tere di tempat itu. Tapi ia sudan mewanti wanti Tere agar ia tetap di tempat itu.


Saking terburu burunya, Mei menabrak bahu seseorang.


"Sorry" Mei langsung meminta maaf pada orang tersebut. Ia langsung membuka kacamatanya saking terpana melihat wajah tampan itu.


"No worries." Pria tampan itu langsung memungut bawaannya yang terjatuh. Mei juga membantu pria itu memungut bawaannya.


"Kok ada ya, cowok tampan banget kaya gini." Batin Mei sambil memandang intens laki laki itu.


...Ada yang bisa menebak siapa pria tampan itu?...

__ADS_1


Jangan lupa untuk kasih like, komentar, vote, dan gift seikhlasnya ya readers. Thor izin libur update cerita besok karena mau ujian sidang skripsi. Terimakasih.


__ADS_2