
"As wish you baby". Dave mengucapkan itu di telinga Tere, terdengar sangat menggoda. Tere menelan salivanya dengan susah.
Seketika membuat Tere meremang. Ia tidak bisa membayangkan kejadian apa yang terjadi selanjutnya.
Lalu Dave langsung menjauhkan mukanya dari hadapan Tere. " Ngapain lu merem gitu? GR banget lu? Lu pikir gue mau cium lu?". Dave malah meledek Tere seakan tahu apa yang ada di pikiran istri palsunya itu.
Ternyata Dave hanya memberi harapan palsu. "Ya Allah Re, sadar. Kenapa sih otakmu tidak bisa berpikir jernih. Kan mas Dave gak ngapa ngapain kamu". Tentu saja dalam batin Tere
Tere menormalkan ekspresi gugupnya itu. " Si-siapa juga yang GR mas, orang kamu aneh dekat dekat sama aku". Tere menyangkal pikirannya sendiri, jelas jelas ia ingin Dave melakukan lebih.
"Lu serius mau jadi istri gue seutuhnya?". Dave menekankan keinginan Tere tadi, ia cukup dibuat kaget dengan permintaan Tere yang mendadak itu.
" Iya". Tere menjawabnya dengan lirih sambil menunduk. Dave menyunggikan bibirnya. Terlihat jelas ia meragukan kemampuan Tere untuk membuatnya jatuh cinta. "Bocah tengil sok sok an negosiasi kontrak, emang segampang itu buat gue jatuh cinta". Dave memandangi Tere yang masih menunduk itu. Ia hanya bergumam di dalam hati saja.
" Oke, kalau itu mau lo, bisa kok. 6 bulan ya. Jangan salahin gue kalau ternyata rencana lu itu gagal total". Dave dengan percaya diri meremehkan usaha istrinya itu.
Tere mendongak, ada sekilas gurat wajah bahagia karena ia diberi kesempatan untuk membuktikan cintanya memang layak untuk Dave miliki.
"Aku akan buktikan mas. Jadi sekarang, aku boleh tidur bareng sama kamu?". Tere memvalidasi keinginannya itu supaya tidak salah paham.
" Hmmm". Dave hanya menjawabnya dengan singkatm bahkan bibirnya tak bergerak untuk berbicara.
"Jadi barang barangku termasuk pakaian juga aku pindah ke kamar mas ya". Tere begitu antusias dengan jawaban singkat Dave tadi. Tanpa berlama lama lagi ia langsung menuju ke kamarnya untuk mengemasi barang dan meninggalkan Dave yang ada di hadapannya
Dave hanya menggelengkan kepala. " Dasar bocah tengil". Dave berlalu menuju kamarnya sendiri. Badannya lengket dan gerah, jadi ia memutuskan untuk mandi dahulu.
"Hari ini gerah banget, gue mandi dulu lah". Dave melonggarkan dasinya dan tidak lupa mencopot jas yang bertengger di badan kekarnya itu.
__ADS_1
Ia memutuskan untuk berendam. Akhir akhir ini pikirannya kacau. Mulai dari Tere yang kabur, mamanya yang masuk rumah sakit karena anfal, dan soal dokter sok tampan.
" Gue jadi penasaran gimana reaksi dokter sok tampan itu saat ngelihat kalung pemberiannya pada bocah tengil itu sudah dilepas dan digantikan kalung pemberian gue. Pasti rasanya nano nano".
Aneh! Kenapa Dave harus memikirkan reaksi dari Dokter Athur. Apa Tere sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya? Tapi terkait pernyataannya yang terang terangan menolak Tere, apakah bisa dikatakan bahwa ia cemburu?
******
"Alhamdulillah akhirnya aku bisa pindahan ke kamar mas Dave. Yes! Akhirnya aku bisa bobok bareng terus". Tere terlihat antusias sambil merapikan barang bawaanya. Semua sudah siap dan saatnya ia pindah.
Muka mula ia kesulitan membawa barangnya yang banyak itu. Tapi berkat kecerdasannya, ia dapat meringkas barang itu lebih sedikit volumenya.
Ceklek
Pintu dari kamar Dave dibuka oleh Tere, dan ternyata tidak dikunci,syukurlah. Tere menampakkan kepalanya saja untuk melihat situasi di dalam kamar itu. Sepi ternyata.
"Kemana mas Dave? Apa dia mandi?". Tere mulai masuk ke dalam kamar Dave. Walaupun cowok, Dave adalah tipe orang yang suka kerapihan.
Tere begitu terkagum kagum. Tanpa banyak cakap, ia langsung menata semua barangnya. Baru saja 10 menit, tiba tiba Dave keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya saja.
Sontak Tere terbelalak, ia langsung berteriak.
Kyaaaaa
Tere melengkingkan suaranya. Ia menutup mata dengan kedua tangannya. Dave pun agak kebingungan. "Kenapa lu teriak teriak di kamar gue". Apa Dave amnesia? Kan memang Tere akan sekamar dengannya?
" Kan aku emang pindahan. Terus aku nyusun bajuku disini. Salah mas sih, kenapa cuma pakai handuk doang". Tere masih menutup matanya dengan kedua tangannya. Tapi agaknya ia juga mengintip. Dan itu diketahui Dave.
__ADS_1
"Gak usah munafik lu. Lu kira gue bodoh. Lu nutup mata lu pakai tangan, tapi masih ngintip". Mendengar jawaban itu, Tere langsung membeku. Bagaimana ia tahu soal ini.
Memang Tere mengintip. Ia menelan salivanya saja susah payah. Tubuh atletis dengan badan yang sixpack, membuat Tere makin membeku. Lekukan tubuhnya sangat seksi berpaduan dengan butiran air yang masih menempel di tubuhnya.
"Ma-maafin aku mas, aku gak tahu kalau kamu sedang mandi. Aku kira kamu ke dapur atau kemana gitu". Tere membuka kedua tangan yang menutupi mata itu. Matanya sekarang melihat jelas tubuh Dave.
" Gak usah dipandangi terus nanti lu pengen. Apa jangan jangan lu pengen sekarang?". Dave malah menantang Tere dengan mendekat ke arahnya, persis seperti waktu tadi.
Tere langsung berbalik dan lari, tetapi sialnya malah kepleset. Beruntung tubuh langsingnya itu ditopang oleh Dave. Jadi antara dia dan Dave tidak ada jarak sekarang. Bahkan skin to skin
Jantung Tere kali ini tidak aman saat ia bertatapan dengan Dave layaknya adegan di FTV. Ia bisa merasakan hembusan nafas hangat dari Dave. Tubuh yang ditopang itu terasa nyaman bagi Tere.
Tere sudah merindukan sentuhan dari suaminya itu. Ternyata senyaman ini. Bahkan rasanya tidak ingin melepas. Saat beradu pandang, Tere langsung bangkit. Begitu pula Dave yang melepaskan Tere.
"Lain kali kalau modus pikir pikir dulu. Yang modus siapa yang jantungnya berdegub kencang siapa. Kan aneh". Lagi lagi Dave menyadari bahwa ritme jantung Tere sedang berdisco ria.
" Siapa juga yang modus mas, orang ini musibah. Mana ada dibilang modus. Sudah sana kamu pakai baju, sebelum aku... ". Tere tidak melanjutkan perkataannya.
" Apa hmm?". Dave menatap nyalang Tere. "Sebelum... aku menerkammu". Salah! Tere slaha besar berbicara seperti itu. Mana ada menerkam malah kabur dari hadapan Dave. Bukan kah itu tindakan cupu?! Hahaha
Ia segera naik ke ranjang. Sebelumnya pakaian Tere sudah berganti dengan pakaian santai.
" Aduh capek juga ya. Mama sudah makan belum ya?". Tere yang berada di rumah malah kepikiran mama Anita. Tanpa ia sadari, Dave sudah memakai baju santai. Ia mengambil macbook nya untuk mengecek laporan dari Baron.
Dave tidak ada sungkannya untuk langsung menuju ranjangnya. Pasangan itu sekarang tidur di ranjang yang sama. Tere mencoba menggoda Dave dengan mencolek lengan Dave.
"Mas Dave". Tere menggoda Dave dengan nada yang mendayu. Dave menghentikan aktivitasnya dan menatap nyalang Tere. Dave melakukan hal yang tidak terduga selama ini.
__ADS_1
Cup
Bibir kenyal Dave sudah mendarat di bibir tipis Tere. Tere langsung membelalakkan matanya. Aliran darahnya seakan berhenti seketika.