Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku
Bab 34


__ADS_3

"Apa! Tebar pesona! Boleh kok! Tapi jatah nanti malam tidak ada". Ancam Tere membuat Dave kicep.


" Enak saja dia mau tebar pesona, dia pikir aku tidak cemburu. Mana dia ganteng, mapan, berwibawa gitu. Ah rasanya tidak rela kalau suamiku tercinta dilirik orang". Tentu dalam batin Tere saja. Jika ia mendumel maka secara tidak sengaja akan membuat Dave besar kepala.


"Iya yang, maaf ya. Aduh jangan potong jatahku hari ini dong. Mana bisa gitu, nanti juniorku mengkerut gimana". Dave memelas pada Tere yang masih sinis padanya. Ia memegangi lengan Tere layaknya anak merengek pada ibu.


Seketika itu wibawanya di depan istri tidak ada lagi hahaha. Ia rela melakukan itu agar jatah nanti malam tetap ada. Dasar pak suami.


"Iya iya sudah jangan gitu. Malu dilihat mahasiswi lain. Dikirain aku jahat banget sama kamu mas".


" Hahaha emang gitu kan". Salah! Jawaban Dave benar benar salah. Itu akan membuat Tere tersungut sungut lagi.


*****


3 hari kemudian


Hari ini tepat dimana Dave dan Tere diundang dalam pesta anniversary Pak Tom Frederick dan istrinya. Tidak mungkin jika Dave Dharmendera tidak hadir bersama istri juga.


Untuk kali ini dress dan juga jas yang dikenakan oleh Tere dan Dave yaitu dari butik ternama yang secara eksklusif merancang sebaik mungkin. Dress yang dikenakan Tere berwarna hitam dengan payetan mahal yang menghiasi. Dress yang mengekspos bahunya kian membuat dirinya makin cantik dan seksi


"Yang, cantik sekali kamu". Dave bahkan melihat Tere tanpa berkedip. Seakan matanya ini tidak rela melewatkan satu detik saja memandang istrinya itu.


" Ah kamu bisa saja mas. Sekarang kamu senang gombalin aku. Belajar dari mana sih?". Tere mengulas senyumnya bahkan saat ini wajahnya bersemburat merah merona.


"Aku tidak pernah gombalin kamu Sayang, ini memang sangat cantik. Ya Allah aku mencintai ciptaanMu ini".


Perkataan Dave sukses membuat Tere memalingkan muka dan pastinya salah tingkah.


" Kamu juga sangat tampan mas". Tere juga tidak mau kalah. Memang benar, pesona Dave memang tidak perlu diragukan. Siapa yang tidak terpincut dengan Dave Dharmendra ini? Orang yang paling berpengaruh di negeri ini.


****


"Mas, di sini tempatnya?". Tere meyakinkan Dave. Tempat ini terlalu mewah bagi Tere tetapi tidak bagi pak Tom Frederick.


" Iya Sayang, jangan heran. Pak Tom ini kekayaannya hampir setara denganku. Tapi masih unggul aku sih". Bukan Dave namanya jika tidak narsis dahulu.

__ADS_1


"Dih, narsis mulu kamu mas. Harta itu titipan Allah, tidak usah seperti itu kali". Tere malah sibuk mencubit pinggang Dave. Yang dicubit meringis kesakitan.


" Aduh Sayang, sakit loh. Daripada cubit cubit gini, mending kita ke dalam saja. Aku mau kenalin kamu sama rekan bisnis lain".


Akhirnya mereka pun masuk ke dalam. Acaranya memang semewah itu dan Dave juga bertemu Ares serta istrinya. "Hei Dave, akhirnya lu bawa bini lu juga". Bukan Ares namanya jika tidak tengil pada Dave.


Dave pun mendengkus kesal, " Ya iya lah masa gue bawa bini lu, ntar lu ngamuk". Dave malah ganti menggoda Ares.


Ares tidak ambil hati, ia hanya menimpali dengan kekehan pelan sambil menepuk baju Dave. Tidak lupa istri Ares itu juga berkenalan dengan Tere.


"Tere"


"Kirani", Ya! Nama istri Ares adalah Kirani. Ia juga berparas cantik serta kalem. Sama seperti Tere tapi lebih cantik Tere.


" Senang bisa bertemu anda". Tere mengulas senyum lebarnya begitu juga Kirani.


Mereka saling mengobrol panjang dan sesekali juga berkenalan dengan rekan bisnis lainnya.


Dave dan Tere tidak jadi satu. Dave bersama Ares dan rekan bisnis lainnya. Sedangkan Tere bersama Kirani dan istri rekan bisnis lainnya.


Di sela kesalnya, netra Tere nampak melihat jelas Dave bersama perempuan lain. Entah itu siapa?


****


Flashback on


" Eh, acara segera dimulai, ayo kembali ke bini masing masing". Ares seperti memberi komando terhadap pasukan suami untuk kembali ke istri masing masing.


Mereka semua pada berkumpul dengan istri mereka masing masing. Tetapi tidak dengan Dave. Baru saja beberapa langkah, ia dikejutkan dengan suara wanita yang sangat tidak asing di telinganya.


"Dave". Ya! Itu adalah Clara. Clara adalah mantan Dave yang memilih selingkuh dengan rival Dave dan saat ini mereka agaknya sudah putus.


Dave pun menoleh. " Clara?!". Dave hampir tidak percaya bahwa Clara juga hadir di pesta ini. Bukannya pesta ini ditujukan oleh rekan bisnis yang sudah berpasangan? Atau memang Clara disini bersama selingkuhannya? Itulah pikiran Dave.


"Kok kamu bisa disini Cla?". Dave tidak ingin basa basi lagi. Clara malah tersenyum penuh makna.

__ADS_1


" Kenapa tidak? Ini adalah acara dari pamanku. Otomatis aku kesini. Gimana kabar kamu Dave?". Clara mengucap dengan nada yang terkesan dibuat buat.


Bodoh memang, bodoh! Dave terus menanggapi Clara. Tidak bisa bohong, bahkan saat ini Clara masih menjadi ratu di hatinya selain Tere. Sungguh egois.


"Dave aku merindukanmu". Clara mendekat ke arah Dave. Ia memangkas jarak diantara mereka berdua. Sepasang netra coklat mereka saling bertaut membuat Dave tidak bisa berkutik.


" Jika kamu merindukanmu Cla, kenapa kamu meninggalkanku demi rivalku itu? Hah?!". Dave tidak bisa mengontrol emosinya.


Clara memegang kedua tangan Dave. "Percayalah Sayang, aku melakukan ini karena rivalmu ini mengancamku supaya meninggalkanmu dan jika tidak ia akan menghancurkan bisnismu". Clara pura pura memasang muka sendunya.


Entah pelakor cosplay setan atau bagaimana si Clara ini. " Aku masih mencintaimu, apakah perasaanmu juga begitu?". Clara sungguh tidak tahu malu berkata seperti itu.


Dave menghela nafas panjang. "Kamu masih ada di hatiku Cla, tapi maaf. Aku sudah beristri sekarang".


Bagai disambar petir di siang hari bolong, Clara membulatkan matanya. " Tinggalkan wanita itu Dave demi aku". Clara jelas memohon pada Dave.


"Aku mencintaimu Cla, tapi aku tidak bisa melepas Tere juga".


Flashback off


Tere segera menghampiri Dave tatapannya saat ini penuh tuntutan penjelasan.


" Mas, kamu sama siapa?!". Atensi Dave dan Clara tertuju pada Tere.


"Sayang, aku bisa jelasin yang". Dave layaknya kepergok basah. Ia akan kelimpungan menjelaskan pada Tere.


" Siapa mas?! Jawab?!". Tere menahan buliran benih di pelupuk matanya. " Saya Clara, kekasih Dave". Dengan entengnya Clara malah mengenalkan dirinya sendiri.


Tere membeku saat itu juga. "Mas?". Tere langsung berlari ke arah taman di tempat itu. Suasana hatinya kacau balau.


" Hiks hiks hiks, kenapa mas Dave kamu tega sekali". Tere menangis terisak. Di hadapannya ada seorang laki laki mengenakan tuxedo juga hendak menyerahkan tisu.


Tere jelas mendongak, dan ternyata...


"Kak Athur?". Tere membulatkan matanya, bagaimana bisa Athur berada di pesta itu.

__ADS_1


__ADS_2