Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku
Bab 50


__ADS_3

"Aku akan buktikan padamu, Mas! Aku bisa hidup tanpamu! Camkan itu." Batin Tere dalam hatinya sambil tersenyum menyeringai.


Tere sudah berubah. Kali ini Tere sudah berubah. Keadaan yang membuatnya berubah menjadi seperti ini. Rasanya hatinya sudah mati untuk Dave.


Buat apa hati yang ia berikan pada Dave malah terus disia siakan. Bukan hanya hatinya yang sakit, tapi nyawa anaknya pun ikut melayang karena Dave tidak peduli dengannya.


"Ya sudah sayang, kamu istirahat ya. Jika kamu sudah pulih maka kita akan pulang dalam waktu dekat ini." Li Xie Cu menasehati cucunya itu.


*****


Dua minggu kemudian


"Sayang, kamu yakin akan ke kantor?" Li Xie Cu mengkhawatirkan hal itu kembali. Ia merasa trauma saat Tere hendak ke kantor malah berakhir dengan kejadian kecelakaan yang merenggut janin yang dikandung Tere.


"Tidak apa apa Oma, percayalah. Doakan aku saja. Hari ini adalah pengangkatanku sebagai CEO di perusahaan Opa. Mulai saat ini bukan kah aku harus bangkit bukan?"


Tere memegang kedua tangan Li Xie Cu. Ia meyakinkan omanya itu. Tidak mudah baginya untuk membujuk karena omanya pasti selalu melarang seperti tempo hari lalu.


"Tapi..." Li Xie Cu menatap intens cucunya itu yang sudah bersiap. Ia begitu berat melepaskan


Tere memegang pipi Li Xie Cu. "Tatap aku Oma, bukan kah Oma mendukungku untuk bangkit?"


Li Xie Cu mengangguk. "Oke Sayang, tapi Oma pesan kamu jaga dirimu ya."


Tere pun mengangguk dan akhirnya ia berpamitan pada Li Xie Cu. Ia langsung melesat menuju kantor bersama supir pribadinya dan Xiao Bao.


Dalam perjalanan, Tere agaknya sedikit menunjukkan rasa gugupnya. Ini adalah pengalaman pertamanya menjadi seorang CEO.


Xiao Bao yang melihat itu pun tersenyum tipis. "Kamu gugup?" Xia Bao menatap manik coklat Tere.


"Iya Opa, benar benar gugup. Aku belum ada pengalaman sebelumnya. A-aku hanya wanita bi..." Belum selesai bicara jari telunjuk Xiao Bao sudah bertengger di mulut Tere.


"Jangan menganggap dirimu rendah, Sayang. Opa akan mengajarimu menjadi pemimpin yang hebat. Jangan khawatirkan itu."


****


" Perhatian! Hari ini saya akan umumkan bahwa posisi saya sebagai CEO akan digantikan dengan cucu saya bernama Tere Sanjaya. Dia adalah cucu saya dan mulai saat ini. Tere Sanjaya lah yang menjadi CEO di Perusahaan ini. Saya harap kalian bisa bekerja sama dengan CEO baru kita."


Semua karyawan disitu langsung bertepuk tangan ketika keduanya berjabat tangan. Tidak lupa Tere menyampaikan rasa terimakasihnya pada Opa dan semua karyawan dan harapannya agar bisa bekerja sama membangun perusahaan agar lebih jaya.


Setelah acara itu, Tere langsung menuju ke ruang dimana Xia Bao bekerja dulu.

__ADS_1


"Ini ruanganmu Sayang. Mulai saat ini kamu lah CEO disini."


Xiao Bao menepuk pelan bahu Tere. Ia memberikan semangat bagi cucu kesayangannya itu.


"Terimakasih Opa."


"Oiya nanti Opa akan panggilkan sekretaris perusahaan ini. Dia sama mudanya denganmu. Sekarang duduklah. Dan Opa akan mengajari apa apa yang harus dilakukan sebagai CEO."


Mereka pun duduk dan Xiao Bao membeberkan jobdesk seorang CEO. Tere sudah paham akan hal ini.


"Jika kamu kesulitan, segera hubungi Opa atau sekretarismu nanti ya." Xiao Bao beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan Tere.


"Baik Opa."


Tere mulai membiasakan diri dengan tugas yang kini diembannya. Kesibukannya saat ini membuat hatinya terhibur.


Tok


Tok


Tok


Ia adalah sekretaris di perusahaan ini yang direkrut Xiao Bao beberapa bulan yang lalu. Karena sekretaris lama itu mengajukan resign sebab ia sudah fokus berumahtangga.


"Selamat pagi, Nona Tere. Perkenalkan nama Saya Xiang Yang Mei. Biasa dipanggil Mei. Saya adalah sekretaris di perusahaan ini."


"Iya, Mei. Berapa usiamu sekarang?" Rasa penasaran itu juga muncul di benak Tere.


"23 tahun, Nona."


"Oke Mei, apakah hari ini ada jadwal meeting bersama klien?" Tere menanyakan jadwal meeting barangkali hari pertama ia menjadi CEO sudah harus menghadiri meeting bersama klien.


"Iya, ada Nona. Meeting akan dilaksanakan pukul 10 siang nanti. Untuk berkasnya akan saya kirim."


"Hanya satu meeting hari ini?" Tere memastikan kembali. Ia menatap intens Mei.


"Iya Nona, hanya satu. Untuk ruang pertemuannya di perusahaan ini."


"Oke Mei. Sekarang kamu boleh keluar. Jangan lupa segera berikan berkas itu padaku. Aku akan mempelajarinya."


"Baik Nona, kalau begitu saya izin permisi"Tere mengangguk dan Mei pun keluar dari ruang itu.

__ADS_1


****


" Senang bekerja sama dengan anda Nona. Kau begitu hebat bisa memimpin perusahaan sebesar ini. Xiao Bao tidak salah memilih anda untuk menggantikannya."


Dia adalah adalah klien yang pertama kali ditangani oleh Tere. Klien itu bernama Ming Hao. Ia berusia 32 tahun dan perusahaannya sama besarnya dengan milik Xiao Bao.


" Terimakasih Tuan Hao, senang juga bekerja sama dengan Anda. Saya harap kerjasama kita akan membawa perubahaan yang baik bagi perusahaan kita masing-masing."


Tere menatap intens kliennya itu.


Setelah acara itu selesai, Mei juga ikut berkemas. "Nona sangat hebat. Saya baru menemukan wanita dengan kharismatik yang begitu kuat seperti Nona."


Tidak bohong, Mei benar apa adanya. Saat ini Tere lebih dewasa dari umurnya. Ia menjadi wanita yang begitu mandiri. Terlihat dari cara dan sikapnya yang begitu profesional dan dewasa.


Di dukung lagi dengan style barunya yang membuat Tere makin bersinar dalam bidang karirnya.


"Terimakasih Mei. Waktunya adalah makan siang. Bagaimana jika kamu saya ajak makan siang bersama? Apakah kamu bersedia?"


Mei pun mengangguk. Gadis berusia 23 tahun itu memang nampak begitu ceria. Walaupun ia terlihat kekanakan dari wajahnya, tapi ia adalah pribadi yang profesional dalam kerjanya.


****


"Wah, makanan disini enak sekali, Nona." Mei sama sekali tidak jaim. Ia layaknya sahabat bagi Tere.


"Iya, oiya jangan manggil saya Nona. Umur kita hampir sama kok. Panggil saja saya Tere. Kita bisa berteman."


Mei mengangguk setuju, ia sangat senang karena mendapat teman sebaik Tere.


Mereka asyik berbincang ringan. "Kamu sudah menikah Mei?" Tere menanyakan hal itu. Barangkali ia juga sudah memiliki suami seperti Tere.


"Belum Re, aku masih single. Kakakku terlalu posesif. Setiap aku didekati cowok, kakakku ini langsung menginterogasinya. Jadi belum apa apa cowokku takut hahaha."


Mei terkekeh pelan karena menceritakan hal ini.


"Kalau kamu, Tere? Sudah menikah atau belum? Soalnya Tuan Xiao Bao tidak pernah menunjukkan keberadaanmu sebelumnya karena kamu berada di Indonesia."


Tere yang awalnya terkekeh pelan, langsung mengubah ekspresinya. Jika ditanya ia sudah menikah atau belum, ia mengingat Dave. Tapi rasanya tidak pantas Dave bersanding dengannya saat ini.


"Belum, aku belum menikah." Ucap Tere dengan tegas


...Lunas ya Readers! Hari ini Thor sudah double update. Jangan lupa kasih votenya dong supaya Thor lebih semangat update setiap harinya. Selamat Malming ...

__ADS_1


__ADS_2