Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku
Bab 57


__ADS_3

Dave mendaratkan bobotnya di kursi taman itu. Dan akhirnya ia membuka lembaran tes itu.Dave membelalakkan matanya, ia benar benar kaget dengan hasilnya.


"Jadi dia bukan anakku. Sudah kuduga itu, tunggu pembalasanku Cla. Kamu juga sudah menghancurkan rumah tanggaku."


Dave menggertakkan rahangnya. Rasanya ditipu oleh Clara. Padahal anak yang dikandung bukanlah anaknya.


Di sisi lain, Dave merasa bersyukur karena Dave tidak melakukan apapun ke Clara. Ia memang yakin kalau kejadian tempo bulan lalu adalah hal yang mencurigakan. Dave hanya dijebak Clara.


Tapi nasi sudah menjadi bubur, Dave sudah kehilangan Tere untuk sementara ini. Ia juga kehilangan kepercayaan dari Mama Anita.


"Lebih baik aku segera ke kamar mama." Dave segera bangkit dari duduknya dan menuju ke kamar inap mama Anita.


ia mempercepat langkah kakinya dan tibalah di kamar itu. Terlihat mama Anita yang menangis di pelukan papa Surya. Ia masih menangisi Tere dan menyayangkan sikap putranya yang kurang ajar.


"Ma." Dave menyapa mama Anita yang menyeka air matanya. Atensi mama Anita dan Papa Surya langsung mengarah ke Dave.


"Buat apa kamu kesini Dave?" Mama Anita seolah tidak suka Dave berada di dekatnya. Mama Anita menatap dingin putranya. Tatapannya juga menusuk di mata Dave.


Tidak pernah Dave melihat mama Anita yang sampai membencinya seperti itu. Papa Surya juga tidak bisa membantu banyak untuk merekatkan hubungannya dengan mamanya.


Jujur, papa Surya juga sangat kecewa dengan tingkah Dave. Bagaimana tidak, mereka sudah mempercayakan menantu kesayangannya itu pada Dave. Tapi Dave malah menyakitinya berkali kali.


"Ma, aku mau menunjukkan hasil tes DNA... "


Dave belum selesai Dave berbicara mama Anita langsung memotong pembicaraan putranya.


"Kenapa hasilnya itu anak kamu? Iya?!" Mama Anita yang emosinya belum stabil pun terpancing menyulutkan amarah. Papa Surya hanya menenangkan istrinya itu.


"Kita dengarkan saja Ma, jangan memotong pembicaraan putra kita." Kali ini papa Surya berada di tengah tengah mereka. Ia tidak memihak istrinya maupun putranya.


"Terimakasih Pa. Jadi menurut hasil tes DNA antara bayi yang dikandung Clara dan diriku menunjukkan hasil bahwa itu bukan anakku. Mama Papa bisa lihat ini."


Dave menyodorkan hasil tes DNA itu. Lembaran itu diterima oleh Papa Surya. Dan mereka membacanya.


Memang benar, anak yang di kandung Clara bukanlah anak Dave. Mama Anita pun menatap tajam Dave.


Rasa amarahnya belum mereda seluruhnya. Ia masih punya tanggungan untuk mendapatkan lagi hati Tere.

__ADS_1


"Jadi anak yang dikandung j*l*ng itu bukan anakmu. Oke bagus! Mama minta kamu untuk mencari Tere. Kasian dia, ini semua juga salahmu Dave. Kamu yang memasukkan Clara ke rumah tanggamu."


Dave tetap menunduk, ia tidak berani menimpali ataupun menunduk karena hal itu akan memperkeruh suasana saja.


"Iya Ma. Dave akan cari Tere. Tanpa mama suruh pun Dave pasti akan mencari istri Dave. Dave sangat mencintainya."


Kata kata 'mencintai' sangatlah munafik. Bagaimana mungkin mencintai tapi disakiti? Apa itu definisi mencintai?


"Cinta Dave? Mama sebenarnya dari awal kamu menikah sudah menduga bahwa kamu memperlakukan Tere tidak baik. Itu dari caramu menunjukkan kasih sayang terlalu berlebihan padahal kamu baru mengenalnya. Mama tahu sifat putra mama."


Mama Anita berbicara dengan penuh penekanan. Ia sangat emosional. Bagaimana jika Tere sudah tidak mau dengan Dave lagi? Padahal mama Anita yakin bahwa Tere adalah menantu yang sangat ia idam idamkan. Tere sabar, lembut, sopan santun, dan cantik. Membuat mama Anita menganggap Tere lebih dari anak kandungnya sendiri.


"Ma, jaga emosi mama. Mama harus tenang. Papa tahu bahwa Dave salah. Tapi kita harusnya dukung dia buat dapatin lagi hati Tere. Memang tidak mudah, apalagi keberadaan Tere belum diketahui. Tapi apa salahnya kita mendukung Dave. Dia putra kita."


Mendengar penuturan dari papa Surya, mama Anita menjadi agak tenang. Amarah yang ada dalam dirinya kian menunjukkan pemudaran.


"Oke, kami akan mendukungmu Dave. Carilah kemana Tere pergi. Kita hanya berharap Tere kembali denganmu. Mama yakin dia masih mencintaimu."


Mama Anita sengaja tidak bilang keberadaan Tere saat ini. Bukannya egois, tapi mama Anita juga memikirkan perasaan Tere saat ini. Ia tidak akan membocorkan keberadaan Tere sampai kapan pun. Biarkan Dave berusaha sendiri.


****


Seusai kedatangan Ares dan Kirani, Tere menjadi agak kesal. Pembahasan tentang Dave membuatnya merasakan sakit lagi.


"Kenapa harus dia terus yang dibahas. Aku sudah muak dengan kelakuannya."


Tere mengusap kasar wajahnya. Ia kian frustasi, ia akan menggugat cerai suaminya itu.


Tapi sebelumnya ia juga harus memastikan keadaan dari mama Anita. Rencana Tere, ia akan meluangkan waktu untuk video call bersama Mama Anita.


Tapi ia was was jika Dave ada di samping mama Anita. Untuk itu, ia akan mengirimi pesan terlebih dahulu.


Tere : [Assalamu'alaikum Ma. Apa kabar? Semoga mama sehat selalu ya. Oh iya Ma, Tere ingin video call dengan mama boleh? Tapi Tere mohon, waktu kita video call jangan ada Dave di situ. Tere masih ingin sendiri]


Tere mengirim pesan itu dan tidak lama dari jeda waktu pengiriman pesan sekitar 15 menit mama Anita menjawab.


Anita : [Waalaikumsalam Sayang. Kabar mama baik kok. Nanti mama suruh Dave keluar beli makanan saja. Tunggu sebentar ya, Dave masih disini. Dia menjaga mama soalnya. Papa Surya lagi pulang dulu.]

__ADS_1


Tere : [Oke Ma. Tere juga minta maaf kalau Tere belum bisa merawat mama dengan baik. Tere sadar banyak kekurangan. Tere minta maaf ya Ma]


Anita : [Jangan begitu, justru mama yang harusnya minta maaf sama kamu Sayang. Dave terlalu menyia-nyiakan berlian demi mungut batu kali. Bentar ya, mama suruh Dave pergi dulu]


Mama Anita langsung menyuruh Dave keluar. "Dave" mama Anita memanggil anaknya itu.


"Iya Ma? Ada apa?" Dave mendekat.


"Mama pengen kamu beliin roti sisir. Mama pengen banget." Jelas mama Anita hanya ingin Dave keluar.


"Oke Ma, tunggu ya." Dave langsung berlalu dari kamar itu. Sedangkan Mama Anita segera video call bersama Tere.


Tere mengangkatnya. "Assalamu'alaikum Ma." Tere mengembangkan senyumannya begitu juga mama Anita. Ia tampak senang melihat Tere.


"Waalaikumsalam Sayang. Ya Allah penampilanmu sekarang berbeda ya. Cantik sekali, semakin cantik."


"Makasih Ma, mama ini di rumah sakit ya? Mama sakit apa?"


"Biasalah penyakit mama kambuh. Kamu gimana kabarnya?"


"Baik Ma. Jauh lebih baik malahan. Mah, sebenarnya Tere mau berbicara sesuatu."


Tere harus mengatakan bahwa keinginannya bercerai dengan Dave segera diproses.


"Apa Sayang?" Mama Anita juga penasaran


"Jadi Tere jauh lebih baik sekarang. Semenjak Tere tidak lagi bertemu dengan Dave hati Tere jadi lebih tenang. Ma, sebelumnya Tere minta maaf, Tere harus mengatakan ini pada mama."


Tere menundukkan pandangannya. Ia sangat sedih jika berbicara langsung.


"Apa Sayang? Katakan?"


"Tere mau pisah dari Dave Ma."


"Apa cerai?!" Pekik mama Anita karena terlalu kaget. Dan saat bersamaan Dave juga sudah masuk ke ruang inap itu.


"Cerai? Siapa Mah?" Dave langsung berlari ke arah mama Anita yang video call dengan Tere.

__ADS_1


Sekilas Dave melihat wajah Tere dan pada akhirnya mama Anita langsung menutupnya.


"Sayang!" Beo Dave terkejut karena mama Anita berhubungan dengan Tere.


__ADS_2