Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku
Bab 33


__ADS_3

Honeymoon di Jeju, Korea kali ini dimanfaatkan Dave dan Tere untuk bersenang-senang memadu kasih. Beda lagi seperti di Zurich, Swiss tempo bulan lalu. Mereka masih kacau.


"Morning baby". Dave yang terbangun dari tidurnya pun menatap Tere yang masih terlelap. Wajah damainya itu membuat Dave mengulas senyum.


Dave mengecup kening sang istri dan merapikan anak rambut yang menutupi wajah Tere. " Cantik". Puji Dave sambil terus memeluk.


Merasa pelukan Dave makin erat, Tere mngerjabkan matanya. Begitu membuka pelan matanya, sepasang manik coklat indah Dave bertautan dengannya. Tere mengusap pipi Dave.


"Mas sudah bangun? Kok tumben?". Suara Tere habis bangun tidur terdengar menggemaskan bagi Dave. Lantas Dave menciumi Tere dengan bertubi-tubi sampai empunya kuwalahan.


" Mas, masih pagi loh. Kok sudah rusuh saja". Tere menjauhkan muka Dave dengan tangannya. Sedangkan ia memalingkan muka karena salah tingkah.


"Kenapa hum? Apa tidak boleh?". Dave saat ini bersandar di dada Tere. Tangannya pun jahil dengan mencolek dada Tere.


" Mau apa mas?". Seakan tahu isi pikiran Dave, akhirnya Dave mengaku kalau ia ingin menyusu hahaha.


"Pengen nen sayang". Dave makin membenamkan wajahnya di dada Tere. Tere pun mengulas senyum. Ia mengusap rambut Dave dan mencium pucuk kepalanya.


" Oke boleh". Bagai mendapatkan lampu hijau, Dave segera membuka kancing baju Tere dan menyingkap penutup gunung kembarnya itu.


Pagi itu akhirnya diisi dengan Dave yang menyusu seperti bayi. Cukup lama, sekitar 40 menit dan itu pun harus dilepas paksa oleh Tere hahaha.


Setelah menikmati bukit kembar itu, Dave malah tertidur lagi. "Ya Allah, ini kok nempel molor sih suamiku". Tere menepuk jidatnya sendiri melihat Dave yang tertidur pulas sambil tetap menyusu.


Mau tidak mau ia menarik paksa pucuk bukit kembarnya dari alat bicara Dave. Kemudian Tere beegegas ke kamar mandi untuk mandi. Agendanya hari ini masih santai jadi ia memutuskan untuk berendam saja.


" Lebih baik aku berendam dulu. Capek banget rasanya, perlu relaksasi juga". Tere lepas membuka pakaiannya tidak lupa ia juga menyalakan lilin aromaterapi yang menenangkan.


Aktivitas berendam Tere cukup lama, ia berendam sambil menutup makan. Rasanya rileks sekali. Tiba tiba Dave juga ikut menyusul.


"Kok tidak ajak aku sih sayang?!". Dave yang masih muka bantal itu pun masuk ke bathtube bersama Tere.


Tere pun cukup kaget, lagi enak memejamkan mata harus dibangunkan oleh suara Dave.


" Kaget aku mas, kirain siapa". Tere ngusap dadanya. Ia membelalakkan matanya saat Dave ikut bergabung.


Saat ini mereka sedang di bathtube yang sama. Dave memeluk Tere dari belakang. "Mas, kamu nih. Gak di ranjang , gak di kamar mandi, bahkan di tempat umum sukanya meluk mulu". Tentu Tere melayangkan protesnya. Bagaimana bisa si manusia kutub utara ini bisa meleleh.

__ADS_1


" Biarin. Ini nyaman banget". Seakan tidak menggubris perkataan Tere, Dave malah semakin memeluk erat Tere.


"Kalau sensasi di kamar mandi gimana ya?". Tiba tiba saja Dave mempunyai ide yang cukup random. Tere pun mengernyitkan dahinya.


" Maksud mas?". Tere pun membalikkan badannya, ia menatap suaminya yang tersenyum penuh arti.


"Bercinta disini". Dave malah mengucap kata itu tanpa dosa. Seketika itu Tere mencubit paha Dave.


" Aw sayang, sakit loh ". Dave mengaduh kesakitan. Ia mengusap pahanya yang terkena cubitan maut dari istrinya.


" Ngawur ya kamu mas! Aku gak mau, di kamar mandi banyak setan. Mau kamu kita bercinta dilihatin setan". Tere malah menatap tajam Dave.


Dave hanya meringis. "Oke deh, kita begituan di kamar yuk. Sudah gak betah aku sayang". Dave yang memelas membuat Tere terkekeh pelan.


" Dulu saja aku sentuh tidak mau, sekarang? Maunya aku sentuh terus. Gimana sih mas?! Plin plan banget". Tere menyindir Dave terang terangan. Membuat Dave hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


****


Tidak perlu waktu lama setelah berbilas, Tere dan Dave langsung melakukan aktivitas menyenangkan berpahala itu.


Karena mereka habis mandi jadi tubuhnya masih segar segarnya. Mereka semangat untuk melakukan itu.


Mereka memadu kasih cukup lama sampai akhirnya mencapai puncak secara bersamaan juga.


Tidak terhitung berapa banyak mereka melakukannya. Yang jelas tidak hanya satu kali. Dan semua kecebong Dave dikeluarkan di dalam penampung bayi Tere.


Mereka akhirnya terlelap lagi. Rasanya capek jika harus langsung mandi lagi.


****


4 hari kemudian


Waktunya Tere dan Dave pulang dari Jeju. Mereka cukup puas dengan honeymoon nya kali ini. Tidak ada yang menganggu juga termasuk dokter sok tampan itu hahaha.


Setelah melakukan perjalanan berjam jam akhirnya mereka sampai di rumah.


Hari ini waktunya istirahat dahulu. Tubuh mereka rasanya remuk redam jika harus berbenah dahulu.

__ADS_1


"Sayang, kamu sudah ada baju buat wisuda? Terus make up nya gimana?". Dave yang berbaring di samping Tere pun bertanya tentang wisuda itu.


" Bajunya sih sudah mas, tapi kayanya aku dandan sendiri saja. Ntar mahal kalau harus panggil MUA".


Tere mungkin lupa kalau suaminya orang yang kaya raya. Mengapa masih mempermasalahkan biaya MUA. Bukannya uang Dave tidak akan berkurang? Hahaha narsis nih.


"Loh, kok dandan sendiri? Nanti bakalan ribet yang. Aku panggil MUA yang langganan mama ya. Kamu juga lupa kalau aku punya banyak uang. Kenapa masih pusing biaya?".


Tere menggaruk tengguknya. " Iya juga ya. Suamiku kaya raya, konglomerat gitu. Aku sampai lupa itu". Batin Tere pastinya sambil tersenyum kikuk


"Iya mas, lupa hehehe".


*****


Hari wisuda Tere


Hari ini Dave sengaja tidak masuk kantor karena memang mengantar Tere untuk wisuda. Tidak hanya Dave melainkan mama Anita, papa Surya, mama Salma, dan papa Haris pun ikut mengantar.


Hari ini adalah hari yang paling ditunggu oleh ribuan mahasiswa termasuk Tere. Dan ketika nama Tere dipanggil, Tere mendapatkan IPK yang sangat bagus.


Dave bangga dengan pencapaian istrinya itu. Selain cantik baik, Tere juga cerdas. Ia juga seorang aktivis dulunya.


Setelah selesai wisuda ia berfoto dengan keluarganya itu. Tidak lupa ucapan selamat dari orang tuanya dan mertuanya juga menggema di telinga Tere.


Dave juga membawa bucket berukuran jumbo untuk Tere. Bahkan sampai Tere kesulitan membawanya. Sekarang ini Tere menjadi pusat perhatian banyak mahasiswa.


Sebagian malah salah fokus dengan ketampanan Dave. Walaupun usia Dave sudah 30 tahun, tapi pesonanya makin terpancar.


Tere malah mencebikkan bibirnya. Dave yang lihat itu pun juga keheranan. Ada apa dengan istrinya.


"Ada apa sayang? Apa kamu tidak suka bucketnya?". Dave lantas mengusap pipi Tere.


Tere menggelengkan kepalanya. " Bukan mas, lihat tuh. Banyak mahasiswi yang melirik kamu. Aku gak suka tatapannya itu ".


Dave mengulas senyum. " Emang aku tampan kan. Terus kalau tebar pesona tidak masalah kan?". Goda Dave pada Tere yang memanyunkan bibirnya.


"Apa! Tebar pesona! Boleh kok! Tapi jatah nanti malam tidak ada". Ancam Tere membuat Dave kicep.

__ADS_1


...Hai readers, jangan boom like tanpa dibaca ya. Hargai karya ini ya. Makasih. ...


...Untuk melihat visual tokoh bisa kalian lihat di Ig : cemaraseribu_author...


__ADS_2