
"Mas, aku pulang dulu saja ya. Kan kita pulangnya tidak bisa bareng. Kamu harus meeting dulu." Tere memberi kecupan manis di pipi Dave.
"Iya Sayang. Hati hati ya, maaf belum bisa pulang bareng gara gara meeting itu. Nanti jangan nunggu aku pulang. Soalnya pasti larut malam. Kamu tidur saja. Dan tidak perlu menyiapkan makan malam karena pasti sudah dijamu nanti." Dave pun mengecup bibir kenyal Tere saat ini.
Kecintaannya pada Tere semakin hari semakin bertambah. Walaupun Dave masih ada perasaan dengan Clara, tetapi karena ultimatum Tere, Dave menjadi menjaga jarak dengan Clara.
Ia tidak ingin rumah tangganya jadi rusak gara gara masa lalunya itu. Tere pun berlalu meninggalkan ruangan Dave. Tersisa Dave yang sibuk membaca laporan dari Baron.
Nampaknya memang hari ini super padat aktivitas Dave. Ketambahan tadi ada Ares dan Tere, jadi sampai saat ini belum selesai.
"Banyak sekali yang harus aku cek. Untung tadi sudah dapat amunisi hehehe." Dave bersemangat karena memang tadi Tere memberikan ia cinta yang begitu besar.
****
Tok
Tok
Tok
Ketukan pintu dari luar ruangan Dave membuat Dave menarik atensinya.
"Masuk!"
Ternyata yang mengetuk pintu adalah Baron. "Mohon maaf Pak Dave, mengingatkan bahwa saat ini waktunya kita meeting di Club Fantasy." Baron menatap Dave dan berbicara secara tegas.
"Club Fantasy? Kenapa disitu?" Rasanya Dave seperti keberatan. Bagaimana tidak, di Club Fantasy itu pasti ujung ujungnya akan ada perayaan minum wine.
Dave memijat pelipisnya. Ia bingung jika ingin membatalkan meeting itu karena terlanjur berjanji.
"Oke, siapkan berkas berkasnya kita akan kesana." Dave akhirnya membuat keputusan bahwa ia akan menghadiri meeting itu. Ia akan menolak halus jika memang ditawari minuman haram itu.
Setelah persiapan sekitar 20 menit, akhirnya mereka berangkat ke Club Fantasy. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dari lokasi kantornya.
__ADS_1
Setelah 30 menit, Dave dan Baron sudah tiba di Club Fantasy. Hiruk pikuknya masih jarang karena ini masih sore. Mereka ada di private room
" Mr. Dave!" Li Chang Wo menyambut dengan hangat kedatangan Dave. Dave dan Baron pun berbincang hangat tentunya memakai bahasa China. (Tapi di naskah ini berbahasa Indonesia agar mudah dipahami)
" Apa kabar Tuan Dave! Bagaimana kabar Anda?" Li Chang Wo mengawali obrolan itu. Ia menatap Dave dengan tatapan yang ramah.
Dave pun mengulas senyum. "Baik. Anda sendiri kapan tiba di Indonesia ?" Ia juga berbasa basi tentang kedatangan Li Chang Wo di Indonesia.
" Sekitar tiga hari yang lalu Pak Dave. Saya mengunjungi keponakan saya juga di Indonesia. Dan sekalian kita adakan meeting saja karena besok saya sudah kembali ke negara saya." Li Chang Wo mengembangkan senyumnya.
Sebenarnya Dave ingin bertanya dengan tentang keponakan itu. Tapi rasanya terlalu privasi jadi ia memilih tidak membahas lebih lanjut
Mereka berbincang hangat sampai akhirnya semua siap dan meeting pun di mulai. Perusahaan milik Li Chang Wo akan memberikan pengaruh yang besar bagi perusahaan Dave.
Maka dari itu Dave tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Meeting berjalan cukup lancar dan keduanya bersepakat untuk bekerjasama.
" Senang bisa bekerjasama dengan perusahaan Anda, Tuan Dave. Semoga kerjasama kita memberikan pengaruh yang baik bagi perusahaan masing-masing."
Li Chang Wo menjabat tangan Dave. Dan meeting pun selesai. Sebagai perayaan mereka pun mengadakan party kecil kecilan di private room itu.
Dave mengulas senyum dan menggeleng pelan. " Mohon maaf Tuan Li, saya tidak minum."
Dave harus teguh pendirian. Sampai dia ketahuan mabuk oleh Tere. Bisa bisa dia tidur di luar lagi
"Oh okay. Berikan Tuan Dave minuman lain." Li Chang Wo mengatakan itu pada bartender yang melayani mereka.
"Maaf nanti saja, saya izin ke toilet sebentar." Dave malah izin ke toilet. Dan entah darimana kebetulan itu muncul, ia malah bertemu dengan Clara yang baru saja keluar dari toilet wanita
Karena toilet pria dan wanita bersandingan. "Sayang?!" Tanpa aba aba Clara langsung memeluk erat Dave. Ia menumpahkan kerinduan itu pada Dave.
Dave langsung menepis pelukan itu. Dengan agak sedikit kasar, ia langsung mendorong Clara yang tidak sopan karena sudah memeluknya.
Ia tidak mau perjuangannya dengan Tere berakhir tragis karena ulah Clara lagi. Cukup tempo minggu lalu saja ia mengalami hal itu. Hari ini dan seterusnya jangan!
__ADS_1
"Why Honey? Kamu nolak aku peluk?" Seperti biasa, Clara menunjukkan muka melasnya itu.
Tapi sekarang apa reaksi Dave?! Ia sudah tidak tergoyah imannya. Ia akan berjanji pada Tere untuk menjauhi Clara serta membuang perasaan yang masih tersimpan untuk Clara.
"Sudahlah Cla, percintaan kita sudah berakhir. Dan aku minta sama kamu tolong pergi dari sini. Aku sudah tidak ada rasa denganmu! Dan ingat, jangan sekali kali kamu merusak kebahagiaanku dengan Tere. Karena dulu kamu sendiri yang memantik api perselingkuhan di antara kita dengan rival ku itu!"
Dave berbicara dengan penuh penegasan. Sekarang ia sudah berubah. Berubahnya karena ia ingin mempertahankan rumah tangganya itu.
Clara pun tertegun dengan ucapan Dave. Bisa bisanya ia ditolak oleh Dave. Tapi bukan Clara yang langsung menyerah. Ia akan berusaha merebut hati Dave kembali.
"Sudah Sayang, jangan bicarakan masa lalu. Semua juga sudah berakhir. Ini waktunya kita, kita mulai dari awal lagi ya."
Sayangnya bujukan itu tidak mempan dan Dave malah meninggalkan Clara sendiri. Clara mengejar tapi langkah Dave sudah terlalu jauh.
Clara melihat bahwa Dave masuk ke private room dimana paman angkatnya juga disitu. Ya! Ternyata Li Chang Wo adalah paman angkat Clara.
Untuk memastikan itu, Clara langsung mengirim pesan pada Li Chang Wo. Dan benar bahwa klien pamannya itu adalah Dave.
Dan entah kebetulan darimana lagi, ia melihat bartender akan naik ke private room membawa orange juice.
Clara tersenyum miring. Ia seperti sudah merencanakan sesuatu. Ia lantas menghampiri bartender yang naik ke tangga itu.
"Mbak untuk tamu di atas itu ya? Private room C?"
"Betul mbak. Ada apa ya?"
" Biar saya saja kebetulan itu paman saya yang pesan." Bodohnya bartender itu malah percaya begitu saja dan akhirnya nampan berisi orange juice berada di tangan Clara.
Setelah bartender itu berlalu meninggalkan Clara, ini kesempatannya untuk menggaet Dave kembali ke pelukannya.
Ia selalu membawa obat tidur di sakunya karena kadang ia pun meminumnya. Dan saat ini ia berikan pada Dave.
Clara menuang dengan dosis yang biasa ia pakai. "Dave, kau akan jadi milikku."
__ADS_1
...Ada yang mau Thor double update gak? Kalau iya, coba deh komen, siapa aja yang mau! ...