
Acara gender reveal diadakan di kediaman Tuan Xiao Bao. Tere ingin mengadakan acara itu di tempat kakaknya. Dan Dave pun menyanggupi.
"Cantik banget sih, bumil," ucap Mei sembari masuk ruang make up. Tere tersenyum. Ia melihat Mei dari pantulan cermin.
"Bisa aja kamu, Mei. Eh, ngomong-ngomong Dave sudah siap ya?" tanya Tere. Mei mengangguk.
"Udahlah, cowok cepat saja. Kalau cewek kan harus make up dan lain-lain. Ya, kan Ci?" tanya Mei pada MUA yang disewa oleh Tere.
"Iya, benar. Cewek emang harus tampil cantik. Nyonya Tere cantik sekali ini. Aura bumil nya sangat terpancar," puji MUA itu. Tere yang mendengar pujian itu wajahnya pun bersemu merah.
"Bisa saja, Ci." Tere malu-malu saat dipuji. Mei pun terkekeh melihat reaksi dari Tere. Ia menunggu Tere selesai hair do. Setelah itu mereka langsung turun ke bawah.
"Acaranya kurang berapa menit lagi, Mei?" tanya Tere memastikan. Ia tidak mau ditunggu terlalu oleh tamu undangan.
"Mungkin sekitar 20 menit lagi, Re. Ini juga kamu sudah hampir selesai, kan?" Tere pun mengangguk. Setelah 10 menit, akhirnya Tere sudah siap.
Setelah di make up oleh MUA yang terkenal, wajah Tere makin cantik dan aura ibu hamilnya memang terpancar. Mei yang melihatnya saja bisa se takjub itu.
"Kamu cantik banget, asli." Mei menggandeng tangan Tere. Ia menuntun Tere sampai ke lokasi. Di sana sudah ada Li Xie Cu dan Xiao Bao yang memberi pelukan pada Tere.
"Cantik sekali, Sayang." Li Xie Cu pun langsung memeluk Tere dengan eratnya. Begitu juga Xiao Bao memeluk Tere sembari memberikan doa terbaik.
*******
"Wah, sudah siap semua ya ini? Oke Tuan Dave dan Nyonya Tere bisa langsung saja ke sini," ucap host yang memandu acara itu. Tere dan Dave pun maju ke depan dan menjadi pusat semua orang.
Suara surai tepuk sangat menggema. Mereka saling lempar senyum. "Sudah siap?" tanya host itu pada Tere maupun Dave. Keduanya pun mengangguk.
__ADS_1
"Sebelum mengetahui apa jenis kelamin baby. Boleh Tuan Dave memberikan kata-katanya." Host itu memberikan mic itu pada Dave. Dave pun menerimanya.
"Hallo, baby junior. Daddy menunggu kehadiaranmu. Kehadiranmu di hidup kita adalah suatu anugerah yang sepantasnya disyukuri. Daddy hanya mau bilang kalau Daddy benar-benar sayang dan cinta sama kamu, Sayang. Apapun itu jenis kelaminmu, Daddy pasti akan bahagia. Bukan begitu, Mom?"
Dave pun menyerahkan mic itu pada Tere. Tere pun mulai berbicara. "Ya, betul apa yang dikata oleh Daddy. Semua sayang dengan kamu, Nak. Kami pun mengharapkan kehadiranmu segera sampai waktunya tiba." Tere mengatakan itu dengan berurai air mata.
Setelah sesi itu selesai, mereka pun langsung ke inti acara. "Sudah siap ya?" tanya host itu antusias. Tere dan Dave mengangguk kompak.
"Oke kita hitung mundur dari tiga ya. Tiga.... Dua.... Satu!" pekik host itu. Dave dan Tere langsung membuka kotak besar di hadapannya. Terdapat dua warna balon yang berwarna biru dan pink. Mereka tampak bingung, sebenarnya jenis kelamin anaknya apa?
Tiba-tiba dari arah selatan, Xiao Bao memberikan balon berwarna biru. Tere pun membekap mulutnya. Tapi itu bukan gendernya.
Karena dari arah utara, Li Xie Cu membawa balon berwarna pink. Jadi, Dave dan Tere makin bingung. Mereka tampak kebingungan.
Dan dari arah depan Mei dan Athur memberikan balon berwarna biru dan pink.
Tere dan Dave merasakan dipermainkan. Mereka pun tergelak tawa. "Aduh kok aku deg-degam gini sih," ungkap Tere sembari tertawa. Dave juga demikia. Terkadang ia juga greget.
"Satu.... Dua.... Tiga!" pekik Mei dan Athur. Akhirnya Dave dan Tere mengarahkan benda lancip itu ke arah balon masing-masing.
DOR
Ternyata ada serpihan glitter yang berwarna pink. Wow ternyata jenis kelamin anak Dave dan Tere adalah perempuan.
Dave dan Tere pun langsung berpelukan. Ia merasa sangat senang akan hal itu. Mereka pun berpelukan dengan erat. Xiao Bao dan Li Xie Cu juga ikut memeluk mereka berdua.
Tere berlinang air mata. Dia benar-benar bersyukur karena sudah diamanahi peri kecil mungil di rahimnya. Begitu juga dengan Dave.
__ADS_1
Kebahagian Dave sangatlah lengkap karena Tere dan calon baby. Dave mengurai pelukan itu dan mencium kening Tere. "Bayi kita perempuan, Sayang." Dave yang notabene laki-laki tidak pernah menangis pun hari ini dia menangis haru.
Begitu pulang dengan Xiao Bao, Li Xie Cu, dan Mei. Mereka juga menangis haru. Mei menangis dan dirangkul oleh Athur. "Kita akan segera menyusul mereka, Sayang." Athur membisikkan itu ke telinganya Mei. Mei pun mengulas senyum tipis. "Iya," ucap Mei.
Suara riuh tepuk tangan memenuhi ruang itu. Mereka juga merasakan haru yang sama dengan Tere dan Dave. Maid yang bekerja di mansion Xiao Bao pun juga ikut terharu.
*******
Acara gender reveal sudah selesai. Sekarang waktunya adalah istirahat. Tamu undangan menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh pemilik rumah yaitu Xiao Bao.
Tamu undangan pun juga memberikan selamat pada Tere dan Dave. Kebanyakan mereka adalah rekan bisnis dari Xiao Bao dan Dave. Semua ikut menyalami Dave dan Tere.
Setelah itu, Mei dan Athur juga tidak ketinggalan. Mereka memberikan selamat bagi Tere dan Dave. Mei memeluk Tere dengan erat. "Selamat ya bumil. Ya ampun anaknya cewek pasti cantiknya kaya kamu," ucap Mei sembari meneteskan air matanya lagi. Tere pun tersenyum.
"Pasti itu, Mei." Tere pun tergelak tawa bersama sahabatnya. Tidak lupa Amelys juga ikut dalam perayaan gender reveal itu. Mama Anita dan Papa Surya juga ada.
"Selamat ya, Sayang. Mama sangat senang akhirnya Mama bisa dapat cucu yang cantik sepertimu. Maafkan Mama dan Papa tadi telat. Karena maskapai yang harusnya terbang 6 jam lebih awal malah mundur karena badai."
Tere pun mengangguk. "Iya, Ma. Makasih ya sudah menyempatkan hadir. Kenapa Mama dan Papa enggak tinggal disini saja?" tanya Tere.
Mama Anita dan Papa Surya saling berpandangan. "Boleh juga ya." Papa Surya pun menimpali obrolan mereka.
"Ayo deh Pa, gas aja. Toh perusahaannya juga sudah diangkut Dave ke Beijing," ucap mama Anita terlihat antusias.
Mereka tampak berbincang. Tere juga mengajak Amelys untuk mengobrol. "Gak nyangka banget kamu sudah mau melahirkan saja, Re. Ingat gak kita dulu apa-apa bareng," ucap Amelys membuat Tere tergelak tawa.
"Oh iya, kamu cerita udah punya tunangan, kan? Mana tunangan lu? Kok gak ikut?" tanya Tere menelisik ke seisi ruang.
__ADS_1
Amelys tergelak tawa. "Tunangan gue itu, Aaron Re," ucap Amelys terkikik. "Apa Aaron sekretarisnya Dave?" tanya Tere tak percaya.
...Hai readers, jangan lupa like, komen, dan beri vote ya. Oh iya, cerita Meluluhkan Hati Suamiku tinggal beberapa episode lagi dan sebentar lagi akan tamat ya....Happy Reading...