Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku
Bab 22


__ADS_3

Terlihat Baron memasuki ruangannya dan menunduk singkat sebagai tanda hormat pada bosnya. "Ada yang bisa saya bantu pak?"


"Saya mau kamu pesankan kalung liontin edisi terbaru yang limited edition. Bisa kan? Untuk hari ini?"


Baron langsung mengangguk. "Baik Pak, ada yang bisa saya kerjakan lagi. Oiya mengenai model kalung liontin nanti akan saya kirim modelnya ke bapak".


" Oke, nanti kamu kirim ya". Dave duduk di ruangannya dan tangan yang disangga oleh dinding kursi putar. Ia membayangkan reaksi Tere nantinya.


"Kalau gitu saya permisi ya pak". Baron berlalu meninggalkan ruangan Dave dan segera menyelesaikan tugas kantornya. Setelah selesai, ia akan ke toko emas dan berlian ternama di kota itu untuk membeli pesanan bosnya.


" Pak Dave sayang juga sama istrinya, pakai dibelikan kalung liontin limited edition pula". Entah Baron menjadi julid hahahaha. Biasanya ia hanya diam saja. Sepertinya ia terekrut menjadi anggota admin lambe turah hahaha.


*****


Di sisi lain, Tere sedang sibuk menyuapi mama Anita dengan super telaten. "Mama lekas sembuh ya, aku gak tega melihat mama terbaring lemah disini". Tere memandang sayu mama mertuanya. Hatinya terasa teriris melihat kondisinya saat ini. Bahkan ini adalah kesalahannya juga.


" Iya sayang, lihat! Mama akan segera sembuh. Kamu yang ngerawat mama dengan sangat baik. Mama harusnya yang banyak berterimakasih padamu, sayang". Mama Anita mengusap pipi lembut Tere diiringi dengan gapaian tangan Tere di pipinya.


"Sudah menjadi kewajiban aku ma, mama sudah menjadi mama aku juga sekarang. Dan itu tidak ada bedanya dengan mama Salma, mama kandungku sendiri". Bahkan Tere terang terangan menyatakan hal itu. Memang benar, ia sangat menyayangi mama Anita layaknya ia menyayangi mama Salma.


"Iya, makasih ya sayang. Emmm mama sudah makannya, sudah kenyang". Mama Anita menolak suapan dari Tere karena memang perutnya sidah sangat kenyang. Tere pun menyudahinya tanpa memaksa. Ia bisa maklum, kalau orang sakit itu makannya tidak terlalu banyak.


" Oke ma, sekarang mama minum dulu". Tere mengambil segelas air putih dan membantu mama Anita untuk meminumkannya. Tidak lupa, ia juga menyodorkan obat yang harus mamanya minum setelah makan.


Melihat perlakuan Tere yang begitu menyayanginya, mama Anita merasa sangat bersyukur. Bahkan ia seperti memiliki anak perempuan kandung rasanya. "Mama janji sayang, mama akan memerangi Dave jika memang Dave itu berpaling darimu. Bahkan kamu adalah segalanya bagi mama walaupun kamu menantu mama", batin mama Anita sambil memandangi wajah ayu Tere


****

__ADS_1


Di kantor


Baron sudah menyelesaikan pekerjaan kantornya dengan baik. " Oke semua sudah beres. Waktunya beli pesanannya pak Dave". Baron merapikan berkas berkas yang sudah selesai ia kerjakan dan menatanya dengan rapi. Setelah itu langsung saja ia bergegas ke Blue Nine Jewelry. Salah satu toko yang paling ternama di Jakarta yang menyediakan berbagai perhiasan berkelas atas.


Butuh 20 menit untuk ke Blue Nine Jewelry. Baron memacu mobilnya dengan kecepatan sedang saja. Tidak ingin tergesa gesa. Setelah sampai tujuan, ia langsung disambut oleh staff yang stand by di dalam toko.


"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?". Staff disana mengembangkan senyum ramahnya.


" Saya mau cari kalung liontin model terbaru yang limited edition. Ada kah?". Baron langsung to the point saja. Dan staffnya pun paham. Ia langsung menunjukkan sebuah kalung liontin keluaran terbaru yang limited edition. Tentunya memiliki harga yang sangat fantastis hahaha.


"Untuk kalung liontin yang edisi terbaru dan limited edition ada ini ya pak. Kami hanya menyetok 1 per model. Dan ini ada 5 model. Silahkan bapak pilih yang mana". Staff itu masih ramah. Memang jika brand ternama selain menjual kualitas barang juga memberikan servis pelayanan terbaik sehingga kesan saat berada di toko itu sangat mengesankan.


Dengan segera Baron memfoto model kalung itu. Sungguh indah indah. Dan kalung itu tidak boleh sembarang disentuh dan stoknya hanya 1. "Oke, sebentar saya foto dulu gapapa ya? Soalnya ini pesanan dari pak Dave".


" Pak Dave Dharmendra?". Staff itu seakan tidak percaya, kalau tokonya saat ini diberi kepercayaan untuk mempersembahkan kalung terbaiknya untuk bos besar itu. Siapa yang tidak kenal Dave. Pengusaha paling berpengaruh se Asia.


Baron segera memfoto semua model kalung itu.


Dan beruntungnya, Dave langsung menjawab. Pilihannya jatuh pada Kalung Christie`s Diamond yang sangat memiliki aura memukau.


"Oke, pilihan pak Dave yang ini ya". Baron menunjuk salah satu model kalung itu yang menjadi highlights toko itu, bahkan bisa saja mereka yang berkunjung langsung menarik atensinya pada kalung itu.


" Oh ini, ini Kalung Christie`s Diamond . Cantik sekali bentuknya. Baik saya akan ambilkan". Baron hanya manggut manggut. Karena penasaran ia juga tanya harga kalung itu, dan ternyata harganya sangat fantastis membuat Baron susah menelan salivanya.


"Oke, bungkus ya"


******

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


"Masuk". Seru Dave dari dalam ruangan. Dan ternyata itu Baron yang sudah membawa paperbag berisi kalung harga fantastis itu. " Mohon maaf Pak, ini pesanannya". Baron langsung menyerahkan paperbag itu. Dengan sigap, Dave menghentikan aktivitasnya dan menerima paperbag itu.


"Oke, makasih ya Ron. Oiya tagihannya tadi sudah saya bayarkan ke pihak toko". Dave mengkonfirmasi pada Baron. Dan Baron pun izin keluar.


Dibukanya kotak perhiasan itu, di dalamnya sudah ada kalung liontin yang sangat cantik. Perhiasan itu bukan sembarang perhiasan melainkan berlian. Ya! Itu kalung berlian. Berlian ini didesain seperti buah pir, serta kalung rantai yang berasal dari emas putih murni.


Dave memandangi kalung itu sambil tersenyum penuh arti. "Dia pikir dokter sok tampan itu yang bisa kasih kamu kalung liontin murahan itu. Aku jauh lebih bisa daripada dia". Dave bermonolog sambil memandangi kalung itu dan membanggakan dirinya sendiri. Ia tidak mau kalah dari dokter sok ganteng itu alias dokter Athur hahaha.


Setelah pekerjaannya selesai, Dave langsung bergegas ke rumah sakit. Tidak lupa ia juga mampir beli makanan dulu. Setelah mendapatkan semua yang ia inginkan, langsung saja Dave ke rumah sakit.


Di ruangan mama Anita hanya menyisakan mama Anita yang tertidur pulas dan Tere tidak ada. Mungkin di kamar mandi.


Dan iya! Tere di kamar mandi. Dave sudah menunggunya di sofa.


"Eh mas Dave sudah pulang". Tere lantas mencium punggung tangan Dave, tidak ada perlawanan sama sekali dari suami berpredikat kutub utara itu.


Tanpa bicara apa apa Dave langsung menyerahkan paperbag berisi kalung itu. Jelas! Mata Tere langsung berbinar. Melihat dari brandnya saja ia sudah hafal.


Buru buru Tere membukanya. "Mas, kalung?! Mata Tere seakan mau copot melihat kalung sebagus itu.


" Hmmm... Pakai kalung itu, dan lepas kalung yang ada di lehermu saat ini juga". Perintah Dave tentu dengan wajah datar.

__ADS_1


__ADS_2