Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku
Bab 27


__ADS_3

Dasar menganggu saja". Dave menghela nafasnya sambil menggerutu. Setelah sudah rapi berpakaian akhirnya Dave menjawab.


"Masuk". Dave berseru di dalam ruang kerjanya menyuruh orang itu masuk. Siapa gerangan? Hahaha


" Mohon maaf Pak, menganggu. Saya mau menyerahkan laporan ini". Ternyata Baron yang menggangu tadi. Ia menyerahkan laporan yang bisa nanti saja ia baca. Alhasil rencananya buat nyicip keindahan bukit kembar harus sirna.


"Oke, lain kali kalau ke sini, telepon saya dulu. Jangan asal ketuk. Di sini ada istri saya, saya gak mau ada orang yang menganggu. Paham kan?".


Dave berucap penuh penekanan sambil menatap tajam sekretatisnya itu. Baron pun mengangguk dan akhirnya berlalu dari ruangan Dave.


Keluarnya Baron dari ruangannya membuat Dave menarik atensinya ke Tere yang masih bersemu merah.


"Lu yakin mau jadi istri gue yang sebenarnya?". Dave tina tiba-tiba tanya seperti itu pada Tere. Jelas Tere langsung mengangguk malu malu.


Dave pun tersenyum smirk. " Lu pengen gitu, tapi lu aneh. Belum diapa apain sudah takut duluan". Dave malah mengejek istri palsunya itu karena ia sangat kamu dalam berciuman juga dengannya.


"Ya kan aku belum terbiasa mas, kenapa sih pakai acara ngeledek gitu. Emang mas sudah pernah berapa kali? Kok pro banget gitu?". Tere mendongakkan wajahnya yang semula menunduk kini menatap lembut Dave.


" Lu nikmati banget ya?". Bukannya menjawab malah terus mengejek si Dave ini. Jelas membuat Tere spontan langsung menggelengkan kepalanya.


"Mana ada aku menikmati. Kehabisan oksigen iya. Mas sih beringas banget. Aku tidak diberi kesempatan sedikitpun untuk bernafas". Tere mencebikkan bibirnya. Ia mendengkus kesal pada suaminya itu.


Apalagi bayangan bukti kembarnya yang sudah terekspos oleh mata Dave membuat Tere seketika itu malu.


"Halah, emang dasar lu itu cupu. Coba deh gue tantangin lu buat nanti malam. Lu sanggup gak?". Dave malah menantang lebih jauh


Tere pun mengernyitkan dahinya, " Maksud mas? Nanti malam ngapain? Nantangin apa?".


Kenapa sih Tere jadi serba polos gini hahaha. Bahkan ia tidak mengerti arti tantangan itu. Polos atau sok polos?!


"Lu jangan pura pura bego deh. Pokoknya lu harus persiapan diri deh. Gue gak akan ngelepasin lu". Kali ini Dave benar benar serius. Ia bakal dapat santapan besar malam nanti. Hahaha

__ADS_1


Tere hanya bisa mengangguk. " Oke mas, aku nurut kamu saja. Oiya, ayo dimakan dulu nasi gorengnya. Ini nasi goreng seafood kesukaan mas Dave. Ini aku buatnya dengan penuh cinta. Mas Dave harus--".


Celotehan Tere layaknya kaset rusak bagi Dave. Sungguh membuat telinga pengang. Ia langsung menempelkan jari telunjuknya ke bibir Tere.


"Stop, stop it. Lu bisa diam gak sih. Gila kaya reporter saja. Telinga gue sampai pengang rasanya".


Seketika itu Tere langsung kicep. Tanpa banyak bicara lagi, ia langsung menyodorkan bekal itu dan membukanya. Aroma semerbak harum masakan menguar di hidung Dave. Tidak munafik, sebenarnya Dave juga sangat lapar


" Oke". Tanpa berlama lama lagi dan tanpa penolakan ia langsung menarik bekal itu dan mulai menyendokkan nasi goreng itu.


Setelah dikunyah, ternyata rasanya waw. Sungguh diluar dugaan. Ini sungguh enak banget.


"Gimana mas, enak?". Tere menatap Dave dengan penuh arti. Ia penasaran reaksi Dave yang masih datar saja saat menyuap nasi goreng.


Dave hanya memasang ekspresi datar. Ia memang sengaja memasang ekspresi itu karena takut membuat Tere besar kepala.


" Biasa saja sih. Gak terlalu enak juga gak terlalu buruk. Jadi pas saja". Ya! Itu jawaban mulut Dave, tapi sebenarnya masakan Tere begitu diterima oleh lidahnya. Bahkan saat ini lidahnya itu menginginkan nasi goreng itu lagi, lagi, dan lagi.


"Oh biasa saja ya mas. Maaf ya mas kalau kurang sreg di lidah kamu. Ya sudah aku masakin yang lain saja. Takutnya kamu malah bosan sama nasi goreng itu kalau aku masakinnya terus menerus".


Dave memiliki tingkat gengsi yang sangat tinggi untuk mengakui kelezatan masakan istrinya. Tapi gapapa, itu sudah membuat Tere mengulas senyum lebarnya.


"Oke mas, oiya aku boleh disini saja gak? Aku bosan di rumah. Pekerjaan rumah juga sudah aku selesaikan". Tere menunjukkan puppy eyes pada Dave tentu Dave hanya mendengkus.


" Hmmm". Itu jawaban Dave. Sudah sangat mewakili jawaban dari pertanyaan Tere tadi.


"Yeay". Tere terlanjur senang sampai memeluk Dave dari samping. Dave langsung melepaskan pelukan itu. " Lepasin gue, gue bisa engap nih. Tunggu di sofa situ". Dave menunjuk sofa yang diduduki Tere tadi.


Tere mendelikkan matanya, "Ih galak banget sih. Iya iya suamiku sayangku, imamku". Tere akhirnya duduk di sofa itu. Untuk mengusir kebosanannya, ia mengeluarkan ponsel untuk melihat media sosial


*****

__ADS_1


Setelah melepas penat karena di kantor banyak pekerjaan, Dave akhirnya mandi untuk menghilangkan rasa gerahnya itu. Sementara Tere masih menyiapkan makanan di dapur. Ia belum mandi hahaha. Biasalah, kalau cewek emang gitu, urusan perut harus nomor 1.


Ia berkutat di dapur. Ia menyiapkan makan malamnya. Menu kali ini juga sederhana saja.


Setelah selesai memasak, Tere kembali ke kamar. Terlihat Dave yang sudah segar habis mandi. Ganteng sekali dengan wajah fresh itu dibalut dengan pakaian tidur yang super santai.


"Mas, makan gih di bawah. Aku sudah menyiapkan semua. Aku mau mandi dulu". Tere berlalu ke kamar mandi dan Dave masih berkutat dengan ponselnya.


" Hmmm".


*****


Setelah mandi, Tere mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur yang sopan. Mana mungkin makan malam mau pakai lingerie, hahaha.


"Loh mas, kok masih disitu sini sih? Enggak makan?". Tere mendapati bahwa Dave masih diposisi yang sama.


" Nunggu lu lah". Dave menjawab dengan ketus.


"Biasa saja kali mas kalau jawab. Pakai urat segala". Tere pun segera berlalu ke bawah. Mereka menjalani layaknya suami istri pada umumnya. Terbukti, hari ini adalah hari pertama mereka makan malam bersama.


Setelah 30 menit, akhirnya mereka selesai. Mereka kembali ke kamar. Tapi tidak dengan Dave yang masih di ruang keluarga untuk menyaksikan pertandingan bola kebanggaannya.


Sementara itu Tere malah kepikiran kata kata Dave. Ia baru sadar bahwa maksud dari perkataan Dave itu adalah terkait nafkah batin. Eh benar atau tidak ya?!


Tere mengganti pakaiannya dengan lingerie hitam yang kontras dengan kulitnya.


Tere bercermin melihat penampilannya seksi sekali. "Aduh, mas Dave suka gak ya?". Tere tentu khawatir kalau Dave tidak suka warna lingerienya. Sebegitunya kamu mikirin Re?! Hahaha


****


Ia sudah menyiapkan dirinya, tapi nyatanya Dave belum menunjukkan barang hidungnya. Jam sudah berada tepat di jam 12 malam. Ia sangat mengantuk, akhirnya ia ketiduran dengan memakai lingerie hitam itu. Dan tanpa ia sadari, Dave sudah masuk ke kamar jam 1 dini hari.

__ADS_1


Melihat paha Tere yang terekpos karena lingerie nya tersingkap, membuat Dave tidak bisa berpikiran jernih.


"Oh jadi lu mau godain gue?". Dave menyeringai


__ADS_2