Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku
Bab 36


__ADS_3

Bab ini (21+) yang bocil tolong harap minggir dulu. Happy Reading...


"Sebagai hukumannya kamu tidur di luar hari ini. Tidak ada jatah untukmu malam ini. " Tere mengusir Dave. Ia mendorong punggung Dave untuk keluar dari kamarnya sendiri.


" Ya Allah yang, jangan dong. Nanti juniorku jadi mengkerut gimana kalau tidak diberi jatah?."


Dave merengek seperti anak kecil yang tidak dituruti kemauannya. Tapi Tere tetap teguh dalam pendiriannya. "Sekali tidak ya tidak mas. Aku merajuk sama kamu!".


Tere menutup pintu kamarnya itu dan menguncinya. Di luar nasib Dave sangat mengenaskan hahaha. Rasakan siapa suruh masih cinta sama mantan!


Tere merebahkan dirinya ke ranjang. Sedangkan Dave tidur di kamar Tere yang dulu. Ia benar benar kesusahan tidur. Kebiasaan dipeluk Tere saat tidur membuatnya makin gusar karena tidak bisa tidur dengan istrinya malam ini.


"Nasib nasib. Aduh padahal pengen jatah hari ini. Eh malam dikasih tidur di luar begini". Dave menggerutu karena sudah berganti posisi tidur tetap saja tidak bisa tidur.


Benar ia bisa memejamkan mata tapi nyatanya tidak tidur. Di kamar utama, Tere malah sibuk memikirkan suaminya.


" Aduh, gimana ya mas Dave. Nanti kalau dia pengen jatah terus larinya sama nenek lampir Clara itu gimana ya? Kan aku jadi susah."


Bayang bayang Clara terus terngiang di kepala Tere. Ia takut suaminya diambil oleh Clara.


Ia mengambil ponsel di nakas. Agaknya ia akan mencari informasi tertentu. "Apa aku browsing ya? Cara membuat suami berpaling dengan mantannya?."


Daripada penasaran Tere langsung membuka peramban untuk mencari informasi itu. Saat ditelusuri ternyata cara ampuhnya cukup membuat Tere terkejut. "Memakai pakaian seksi di depan suami dan menggodanya, memberi jatah pada suami tanpa diminta."


Tere membaca tips itu dan ia pun jadi kepikiran. "Apa aku kasih saja ya sekarang? Aku takut pikiran mas Dave lagi kosong dan ternyata Clara mengisinya kan aku jadi susah."


Setelah dipikirkan matang matang, akhirnya Tere sepakat dengan dirinya sendiri untuk melancarkan aksinya. "Daripada aku kepikiran mending sekarang eksekusi saja."


Tere berjalan ke walk in closet dan mengganti pakaiannya. Ia menggunakan lingerie berwarna merah menyala yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Ia tidak lupa untuk berdandan juga.


Dirasa sudah cantik, Tere pun berjalan menuju ruang tamu. Mungkin Dave tidur di sana. "Loh, mas Dave kok tidak ada? Apa mungkin di kamarku dulu? Coba deh aku lihat."


Dan ternyata benar, Dave tidur di kamar Tere yang dulu. Pintu yang tidak dikunci pun membuat Tere tidak kesulitan untuk masuk. Saat akan masuk, Tere mendengar bahwa Dave mendumel sendiri.

__ADS_1


"Hahaha lucu juga kamu mas Dave. Kaya anak TK tidak diberi uang jajan." Tere pun cekikikan mendengar celotehan suaminya.


Ia melangkahkan kakinya ke kamar itu. "Mas Dave?"


Mendengar suara Tere yang sangat mendayu itu membuat Dave langsung menarik atensinya ke arah Tere. Ia mengucek matanya apakah benar itu istrinya atau makhluk halus hahahahaha


"Sayang itu kamu?" Pertanyaan konyol itu terlontar dari mulut Dave. Ya jelas lah itu Tere, masa hantu. Mana ada hantu cantik!


"Terus kalau bukan aku siapa mas?! Nenek lampir Clara itu?"


Yang awalnya Tere ingin menggoda menjadi jengkel karena Dave meragukan eksistensinya. Ia bersedekap dada dengan bibir mengerucut.


"Kamu kira tadi hantu Sayang. Kan tadi kamu ngambek deh. Terus kesini jadi kaya mustahil gitu."


Dave malah nyengir kuda. "Mana ada mas hantu seksi dan cantik kaya aku!"


Kali ini Tere benar benar mengambek. Ia membalikkan badannya untuk keluar kamar. Ia tidak jadi menggoda Dave.


Tapi melihat Tere yang berdandan seksi nan cantik membuat Dave seketika itu langsung menyergapnya.


Dave mengeratkan pelukannya pada Tere. Ia menciumi batang leher Tere yang ekspos. Dan Dave pun menggedong Tere untuk di turunkan ke ranjang itu.


Tere membelai pipi Dave. Sepasang netra coklat yang indah saling bertautan. Mereka berpandangan cukup lama dan akhirnya alat bicaranya menyatu.


Dave memangut alat bicara Tere secara pelan dan lembut. Hal ini sangat disukai Tere. Ia membuka mulutnya agar Dave bisa mengabsen deretan gigi putihnya dan bertukar saliva.


Mereka tampak memangut dengan mesra tanpa ada yang melepaskan. Tidak tinggal diam, tangan nakal Dave sudah bergerilya di bukit kembar istrinya. Ia memainkannya dengan pelan.


Tentu Tere mendongak ke atas karena merasakan tubuhnya seperti dialiri sengatan listrik. Tubuhnya merespon baik atas perlakuan Dave.


Setelah puas dengan yang atas, Dave mencium panties milik Tere yang senada dengan branya. Mereka memadu kasih dan saling menyebutkan nama pasangan masing masing dengan penuh pemujaan


Entah sudah berapa kali penyatuan dilakukan. Rasanya mereka tidak pernah bosan. Tere memandang wajah Dave yang masih berkabut asmara itu dan kembali memangut alat bicaranya

__ADS_1


Setelah mencapai puncaknya, mereka pun saling berpelukan. Dave mencium kening Tere. "Terimakasih Sayang, maafin aku jika aku banyak kesalahan denganmu. Aku mencintaimu."


Keduanya terlelap dalam mimpi masing masing. Bahkan Dave dan Tere belum memakai sehelai benang pun hanya dibalut selimut tebal.


*****


Tere mengerjabkan matanya. Ia mendapati tubuhnya masih dipeluk erat oleh Dave. Dan lebih terkejutnya ia dan suaminya tidak berbusana sama sekali.


"Aduh, lupa. Kan emang tadi malam aku di tempur mas Dave." Tere malah cekikian karena momen tadi malam.


Ia memandangi wajah suaminya yang begitu damai. Ia melihat pahatan wajah yang begitu sempurna baginya. Ia mengulas senyum tipis. Ia berjanji akan mempertahankan pernikahannya dan tidak akan membiarkan nenek lampir Clara merebutnya


"Enak saja nenek lampir itu mau merebut suami tampan dan mapanku ini! Tidak akan aku biarkan itu terjadi!"


Tere berjanji dalam hatinya. Dan tidak berselang lama Dave juga membuka matanya pelan. "Sayang, kok kamu sudah bangun dulu?"


"Iya mas, aku mau mandi. Tapi tangan kamu meluk aku gini, jadi rasanya kaya kekunci."


Dave malah membenamkan wajahnya ke dada Tere. "Jangan dulu yang, aku masih pengen manja manjaan sama kamu loh."


Tidak! Ini sudah waktunya salat shubuh. Tidak mungkin Tere melayani suaminya lagi karena sebentar lagi akan adzan shubuh.


"Mas, jangan. Ini hampir memasuki waktu shubuh. Aku mau mandi besar dulu. Kamu minggir sana!"


Kali ini Tere dengan tegas menolak ajakan Dave. Dave pun duduk saat ini. Ia memegangi lengan Tere.


"Jangan mandi sendiri yang, sama aku yuk!"


Tidak! Dave tidak akan menepati janjinya jika mandi bersama. Tere takut ia akan digempur kembali oleh suaminya.


"Emang mandi beneran?"


"Iyalah. Emangnya ada mandi jenis apa lagi?" Dave menjawab dengan polos

__ADS_1


"Yakin?"


__ADS_2