Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku
Bab 26


__ADS_3

" Wah, serius lu bro? Gila lu. Hati hati loh, kalau nanti direbut". Ares sengaja mengompori sahabatnya itu sambil menepuk bahu Dave. Seketika Dave teringat dengan dokter Athur.


Dave langsung menepis pikiran itu dari kepalanya. Enak saja dia dibandingkan dengan dokter sok tampan itu.


"Enggak bakal lah. Lagian mana ada yang mau sama bini gue selain gue sendiri. Itu pun karena terpaksa Res". Dave mencoba menyakinkan Ares dan dirinya sendiri, tapi rasanya jika kelak Tere bersama orang lain rasanya ia tidak rela.


" Loh, salah besar lo Bro. Secara istri lu cantik, langsing, putih, body goals banget dah lah paket lengkap". Ares terkekeh sendiri karena aneh saja malah memuji istri orang.


"Gue bilangin sama bini lu, kapok. Gak usah muji Tere, gak rela gue. Ntar lu lirik juga". Dave memincingkan matanya menatap nyalang sahabatnya itu. Yang dilirik begitu khawatir


" Aduh Bro, come on. Gak usah ngadu segala sama istri gue. Gue tipe orang yang setia kok. Gue muji istri lu supaya lu itu buka mata. Ya kali sudah dikasih spek bidadari masih saja pengen yang lain. Kan aneh lu".


"Mau spek bidadari, mau spek princess, kalau gak cinta ya gak cinta". Dave mendengkus kesal karena pernyataan Ares. Ia memalingkan mukanya.


" Mulut lu bilang gak suka, tapi perlakuan lu kaya nunjukin bahwa lu itu sebenarnya cinta tapi denial perasaan lu. Sadar Bro, cari cewek kaya gitu gak gampang. Apalagi kalau dia ada yang deketin. Beh, siap siap deh lu bakal kesingkir".


Bukan Ares namanya jika tidak mengompori sahabatnya sendiri. Ia langsung mendapat tonyoran di keningnya. Dave yang melakukan


"Dasar teman gak guna".


Tidak berselang lama, Tere mengetuk pintu ruang Dave.


Tok


Tok


Tok


" Masuk". Dave menjawabnya, ia tidak tahu bahwa yang datang yaitu Tere. Untuk informasi, bahwa sekretaris Dave sudah tahu bahwa Tere adalah istri Dave jadi dibolehin untuk langsung ke ruangan Dave bekerja


Tere membuka pintunya secara perlahan. Ia tidak langsung masuk melainkan malah menongolkan kepalanya saja mengecek situasi.

__ADS_1


"Mas hihihihi". Sapa Tere yang nyengir kuda. Dave menepuk jidatnya. Dalam batinnya ia menggerutu kenapa Tere bisa ke kantornya saat ini. Sedangkan Ares yang melihat Tere langsung spontan menyikut lengan Dave.


" Bini lu tuh. Panjang umur kita omongin". Tentu Ares meledek sahabatnya yang kini kian pening karena kedatangan Tere.


"Hummm masuk". Dave mempersilakan Tere untuk masuk. Tere tampil sangat cantik hari ini. Bahkan Ares pun ikut terpesona dalam kecantikannya yang bak model itu.


Melihat Ares yang melihat Tere tanpa berkedip, Dave langsung meraup wajah Ares dengan kasar. " Ngapain lu mandangi bocah tengil itu ".


Ares pun gelapan karena usapan kasar Dave. " Eh gila lu Bro, spek bidadari kaya gitu". Tanpa sadar, Ares memuji Tere di depannya. Walaupun dengan nada yang lirih tapi tetap terdengar.


Tere jadi malu, ia tersenyum kikuk saja. "Mas, aku bawain bekal buat kamu. Kan tadi kamu buru buru terus gak jadi sarapan. Ya sudah aku bawain saja biar kamu bisa makan sekarang juga"


Tere meletakkan bekal itu di atas nakas. Ia tanpa malu langsung duduk di samping Dave. Duduk sangat dekat. Membuat Dave hanya menghela nafas panjang. Dalam hatinya ia menggerutu saja.


Ares yang merasa jadi nyamuk memilih untuk pulang saja. Tidak baik bagi kesehatan matanya saat ini karena akan ada momen dimana ia akan melihat kemesraan pasangan itu.


"Gue cabut dulu Bro. Nikmati waktu lu sama istri. Ingat pesan gue. Jangan sampai direbut hahaha". Ares bergegas pergi dan Dave hanya menggelengkan kepalanya. Ia akan bangkit dari sofa, tapi sudah ditahan oleh Tere.


"Apa? Lu mau apa? Gue di kantor mau kerja. Gak usah kebanyakan manja deh". Dave menepis pegangan Tere dan menuju kursi kebanggaannya itu.


Merasa gusar karena ditolak Dave, akhirnya Tere malah duduk di pangkuan Dave saat itu. Ia dengan berani menangkupkan pipi Dave dengan kedua tangannya lalu mencium alat bicara Dave yang begitu seksi di matanya.


Cup


Itu adalah kecupan saja. Tapi kecupan yang mendamba. Karena Tere sudah berani menggangu konsentrasinya, Dave akhirnya bertindak layaknya pria normal.


Ya! Ia juga pria normal yang jika menahan hasrat itu akan menyiksa. Apalagi mendengar perkataan Ares yang kemungkinan Tere bisa di rebut, rasanya Dave harus berlaku lebih pada Tere agar jadi miliknya saat ini.


Tere yang menarik kecupannya pun dibuat kaget atas perlakuan Dave yang malah menahan tengguk Tere. Saat ini ia tidak bisa lepas dari cengkraman Dave yang begitu menginginkan Tere.


"Jangan pancing gue bocah tengil, lu bakal menerima hukumannya. Sekarang!". Dave langsung meraup bibir kenyal istrinya.

__ADS_1


Mereka melakukannya di kantor. Dan itu hal yang sangat baru bagi keduanya. Mengejutkan!


Mereka memangut dengan mesranya. Semula Tere yang tidak bisa membalas Dave akhirnya ia bisa membalas ciuman itu. Walaupun ruangan Dave ber AC, tapi nyatanya mereka merasa gerah karena aktivitas itu.


Sangat mahir Dave memporak porandakan hati Tere. Ia memangut alat bicara Tere sangat lama.


Dan saat itu juga, Dave kehilangan kendali. Rasanya instingnya sebagai laki laki dewasa telah muncul. Ia menyingkap baju yang dikenakan Tere.


Tere pun menahan, tapi tetap saja ia kalah dari Dave. Dave yang kurang nyaman berada di kursi kerjanya itu, lantas menggendong Tere menuju sofa yang luas untuk melanjutkan aktivitas itu tanpa melepasnya


Ia dengan mahir meremas bukit kembar Tere dengan lembut dan perlahan. Tere yang sudah diliputi kabut gairah hanya mengeluarkan suara keramatnya itu.


Suara itu lolos begitu saja. Dave tidak menyia nyiakan kesempatan emas ini. Ia langsung melepas ikatan penutup gunung kembar dari Tere yang berwarna hitam. Sangat kontras dengan kulitnya yang putih itu.


Dave begitu takjub melihat pemandangan gunung kembar yang membulat itu. Bahkan sekarang juniornya Dave ikut terbangun. Dave jadi kesusahan menelan salivanya sendiri. Ia bahkan tidak berkedip melihat gunung kembar Tere yang sudah tidak memakai penutup.


Tere langsung menyilangkan tangannya ke dadanya, tapi buru buru Dave tahan. "Kenapa ditutup hum?". Suara Dave terdengar sangat seksi saat ini membuat Tere meremang. Baru saja ingin merasakan sensasi memegang bukit kembar itu.


Tiba-tiba.....


Tok


Tok


Tok


Tok


Ya! Itu adalah suara ketukan pintu yang berasal dari luar ruangan Dave. Dan alhasil niat Dave mencicip bukit kembar harus tertunda dahulu. Ia mendadak gusar karena ada yang mengganggunya. Lantas Tere dan Dave merapikan bajunya.


"Dasar menganggu saja". Dave menghela nafasnya sambil menggerutu.

__ADS_1


__ADS_2