
" Kalau kita mencoba sensasi bercinta di kantor gimana?". Bisik Dave di telinga Tere terdengar mendamba.
Tere langsung menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju. Bagaimana bisa mereka melakukan aktivitas itu di kantor. Sangat memacu adrenalin.
"Enggak mas, gila kamu. Ini kantor loh buat kerja masa harus ada adegan suami istri sih". Dave pun terkekeh pelan. " Kenapa? Takut hum?". Dave malah mengecup bahu mulus Tere membuat tubuhnya meremang
"Iya takut lah, takut ketahuan maksudnya". Tere memperjelas alasannya itu. Setahu Tere hubungan suami istri hanya bisa dilakukan di kamar, bahkan itu lebih layak di kamar daripada di spot yang tidak terduga.
" Kamu terlalu polos sayang ". Dave tidak menghiraukan perkataan Tere. Ia melepas pangkuannya, ditutupnya gorden secara otomatis dan pintu ruangan? Ia kunci dari dalam.
Tidak sampai itu, Dave juga mengabari ke sekretarisnya, si Baron untuk tidak mengetuk ruangannya selama 2 jam kedepan.
Tere menelan salivanya susah. Ia sudah tahu maksud dari tindakan Dave. Apa sekarang ini suaminya bertekad mencoba spot yang memacu adrenalin untuk berhubungan.
Setelah semuanya siap, Tere digendong ala bridal style dan dijatuhkan bobotnya ke sofa lebar itu. Cukup nyaman untuk melakukan hubungan itu.
Kyaaaaaa
Bukan Tere namanya jika tidak heboh dulu. Ia berteriak tapi tidak terlalu kencang saat tubuhnya berhasil diangkat oleh suaminya.
"Mas, jangan aneh aneh deh". Tere masih takut jika kepergok. Itu saja, tapi Dave malah santai, ia malah melepas jas kantornya.
CUP!
Ditempelkannya bibir kenyal Dave dan Tere. Alat bicara mereka saling bertautan. Dave begitu menggebu dan Tere mencoba membalas ciuman itu.
Bahkan sekarang Dave lebih berani dalam memangutnya. Ia mencoba mencari celah untuk membuka rongga mulut Tere dan mengabsen deretan gigi putih Tere.
Mereka begitu menikmati. Awalnya Tere masih dihantui dengan perasaan was was. Tapi karena Dave pandai dalam memporak porandakan perasaannya, jadi ia lebih tenang sekarang, bahkan lebih rileks.
Dibukalah penutup gunung kembar itu dan di icip dengan pelan pelan. Tere merasakan jutaan kupu kupu hinggap di perutnya. Ia merasakan tubuhnya berada di atas udara.
Setelah berpuas puas ria dengan gunung kembar itu, Dave tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk langsung membuka jalan bayi milik Tere yang masih terbungkus.
Jelas itu membuat wajah Tere bersemu merah, malu banget. Ditiliklah lembah surgawi itu oleh sapuan lidah Dave.
__ADS_1
Tere membusung, ia terengah engah rasanya. Dan tidak lama dari itu, Dave langsung mengarahkan juniornya ke lembah surgawi sang istri.
Keduanya memadu kasih. Entah sampai berapa kali mereka melakukannya saking nagihnya. Mereka mencapai puncak bersama dengan menyebutkan nama pasangan dengan penuh pemujaan.
Sekarang mereka sangat lelah. Aktivitas itu cukup menguras tenaganya saat ini. Tidak berselang lama akhirnya mereka saling memandang dan memberikan senyuman tanda sudah puas dengan aktivitas itu.
"Mas, nekat juga ya kamu". Tere memulai obrolan singkat itu. Dave hanya terkekeh pelan sambil meletakkan anak rambut Tere ke belakang telinga istrinya.
" Kenapa hum? Tapi kamu suka kan?". Apa itu terlalu frontal?! Dave bertanya seperti itu? Emang Tere mau menjawab? Pasti malu lah mengakui hahahaha
"Apa sih mas". Benar saja, Tere malu mengatakan bahwa 'Iya mas, ini enak banget' hahaha.
*****
" Lain kali aku tidak kesini saja mas, ganggu kerja kamu. Apalagi kita malah melakukan aktivitas itu di ruang ini". Tere jelas merasa sungkan karena telah mengganggu Dave bekerja. Ia mencebikkan bibirnya
"Enggak kok, aku seneng banget dapat jatah". Dave memang perlu ditimpuk pakai baru deh. Masa jawabnya seenteng dan sepolos itu. Jelas membuat wajah Tere bersemu merah. Ia memalingkan mukanya.
Keadaan kembali normal. Dave tampil lebih fresh dibanding sebelum aktivitas. Ia memulai fokus terhadap pekerjaannya. Kali ini performa kerjanya meningkat. Apakah karena hubungan tadi? Hahaha
Tentu Dave tidak bisa mengantar. Jadi Tere naik taksi lagi. Itu tidak masalah bagi Tere. Bahkan ia sudah terbiasa saat ini.
Muncullah ide brilian dari Dave. Berhubung Tere belum mempunyai mobil sendiri, ia akan memberikan hadiah itu.
Kasian juga kalau Tere harus bolak balik naik taksi. Apalagi Tere juga bisa mengendarainya, jadi tidak madalah.
Ia segera menelepon Baron untuk memenuhi keperluannya.
Tok
Tok
Tok
Ya! Itu pasti Baron, Dave langsung mempersilakan untuk masuk. "Ada yang bisa saya kerjakan pak?". Baron menunduk hormat terhadap bosnya. Ia terkenal sebagai asisten yang profesional.
__ADS_1
" Ah iya Ron, saya ingin mobil untuk istri saya. Kamu bisa kan carikan mobil yang bagus untuk istri saya? Pilihkan yang terbaik. Atau jika perlu tanya saja di showroom nanti. Bisa kan hari ini?".
Dave membeli mobil layaknya membeli tahu bulat, dadakan sekali. "Baik Pak, bapak tidak ada spesifikasi mobil apa yang disukai bu Tere?". Baron memperjelas soal spesifikasi mobil. Takutnya tidak sesuai dengan ekspetasi Dave maupun Tere.
" Yang penting mobil sport ya Ron. Saya mau itu saja. Selebihnya tanyakan saja pada salesnya yang cocok untuk istri saya yang mana. Dan saya mau nanti dikirim sesuai dengan instruksi saya. Kamu mengerti Ron?".
Baron pun mengangguk tanda paham. "Oke bagus. Itu saja sih, jadi kamu bisa keluar". Baron pun langsung keluar. Ia akan menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu dan berangkat ke showroom
*****
" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu. Mau mencari mobil merek apa?". Sales di sana langsung menyambut Baron dengan ramah.
"Oh iya, saya ingin mencari mobil sport yang cocok untuk wanita tepatnya untuk istri seorang Dave Dharmendra". Baron harus menggunakan nama bosnya untuk mendapatkan layanan ekslusif.
" Baik Pak. Ikuti saya, kami ada mobil yang cocok untuk Nona Tere". Bahkan sales itu mengetahui nama istri Dave. Ya! Dave sudah mengumumkan pernikahannya itu.
Di showroom, sales itu menunjukkan salah satu mobil yaitu Toyata GR Supra. Mobil sport penerus Supra MK4 ini merupakan sebuah pengembangan dari tim teknisi Gazoo Racing dan BMW. Secara tampilan, GR Supra memiliki kap mesin yang panjang dan lebar serta bagian belakang yang kecil.
Sales itu menjelaskan panjang lebar kali tinggi pada Baron tentang keunggulannya. Tanpa basa basi langsung Baron bungkus saat itu juga. Kelar sudah tugas itu.
****
Sepulang dari kantor, Dave sudah berpakaian lebih santai. Saatnya makan malam dengan istri tercintanya. Setelah 30 menit akhirnya mereka selesai. Dan pukul 10 malam, Dave dan Tere tidur. Rencana Dave mobil itu akan diberikan pada saat Tere bangun tidur.
Matahari mulai menunjukkan eksistensinya. Tere pun mengerjabkan matanya, kali ini ia bangun kesiangan. Hari ini adalah weekend. Jadi mungkin lebih santai. Tetapi Dave sudah tidak berada di sampingnya. Pria itu menghilang.
Dan saat Tere mencari, Dave berada di dapur. "Mas, kok gak bangunin aku. Kamu malah yang masak". Tere merasa bersalah.
" Gapapa sayang".
Tidak berselang lama, Dave akan memberikan hadiah itu. "Aku mau kasih kamu kejutan jadi pakai penutup matanya ya". Dave mengikatkan penutup matanya ke arah Tere. Ia menuntut Tere keluar rumah, tepatnya di teras sudah ada mobil sport hadiah darinya.
" Oke sudah siap?".
Tere mengangguk dan pada akhirnya penutup mata itu dibuka.
__ADS_1