Menaklukan Mentari

Menaklukan Mentari
Ibu Yang Terabaikan


__ADS_3

“Bianca...kamu dimana!.” Rayyan menghubungi adiknya agar datang kerumah sakit.


“Saya di kampus kak, ada apa?.”Jawab Bianca kaget, karena kakak satu-satunya tumben menghubunginya. Selama ini mereka jarang bertemu dan berbicara. Rayyan terlalu sibuk dengan pekerjaannya,sehingga tak punya waktu untuk sarapan bareng ataupun ngobrol dengan adiknya itu meski satu rumah.


“Mama jatuh dan sekarang di rumah sakit. Cepat kamu kesini.”


“Oh mama jatuh....” Balas Bianca seolah tidak ada rasa khawatir dengan kondisi mamanya.


“Iya....sekarang kamu kesini!.”


“Tapi kak....aku masih ada kelas...”Ucap Bianca yang sedang berdua dengan kekasihnya di sebuah kamar kost.


“Kakak tidak peduli....sekarang kamu kesini, cepat...!”


Rayyan langsung menutup teleponnya,tak ingin mendengar bantahan dari adiknya lagi.


Sesaat kemudian ia kembali menghubungi seseorang.


“David....saya di rumah sakit sekarang, karena mama jatuh dan butuh perawatan. Kamu langsung ketempat


meeting, tiga puluh menit lagi aku menyusul.” Ucap Rayyan pada asisten pribadinya.


“Oh baik tuan saya akan segera kesana bersama Vika. Bagaimana kondisi Nyonya Gayatri tuan?.”


“Masih belum sadar. Sekarang di ruang ICU.”


“Oh....apa tidak sebaiknya rapatnya kita undur tuan, biar tuan bisa menemani nyonya.”


“Tidak....rapatnya tetap kita laksanakan,tak perlu diundur. Nanti Bianca yang akan menemani mama.”


“Oh....baiklah tuan.”


Sambungan keduanya terhenti. Hanya tinggal menunggu Bianca. Setelah gadis itu datang, maka Rayyan akan segera menyusul asistennya. Bagi pria itu, rapat kali ini begitu penting. Karena dalam rapat nanti akan ada penandatanganan kerjasama denagn sebuah perusahaan, yang hasilnya nanti akan menambah pundi-pundi kekakyannya.

__ADS_1


Dan benar, Rayyan bergegas pergi begitu adiknya sampai. Meski waktu telah menunjukkan pukul lima sore.


Selama ini Rayyan bekerja tanpa mengenal waktu. Ia tak pernah merasa puas dengan pencapaiannya. Selain memiliki perusahaan yang bergrak di bidang ekspor impor Rayyan juga memiliki usaha di bidang perhotelan dan restoran.


Namun di balik itu semua ada dua sosok wanita yang luput dari perhatiannya. Kesibukannya telah membuat adik dan ibunya tak memperoleh perhatian dan kasih sayang darinya. Meski selama ini ia tak pernah kekurangan materi, karena anak sulungnya berlimpah harta. Tapi wanita yang bergelar ibu dari Rayyan dan Bianca itu, merasa kekurangan kasih sayang dari kedua anaknya. Rayyan sibuk dengan pekerjaannya, sementara Bianca sibuk dengan dunianya.


Setelah sang suami memilih meninggalakannya demi wanita lain, Gayatri membesarkan kedua anaknya seorang


diri dengan penuh kasih sayang dan cinta kasih. Mantan suaminya tak peduli dengan anak-anaknya. Selain tak memberikan kasih sayang , mantan suami juga tak pernah memberi nafkah untuk kedua anaknya.


Gayatri berjuang sendiri demi mencukupi kebutuhan kedua anaknya. Hampir semua pekerjaan pernah ia lakoni,


hingga ia bisa menguliahkan anak sulungnya Rayyan Arga.


Saat karir Rayyan Arga mulai naik,tubuh lelah Gayatri tak mampu lagi bertahan. Wanita itu terkena struk. Sebagian


tubuhnya tak berfungsi dengan baik, terutama bagian kaki. Wanita itu tak bisa lagi berjalan dan hanya bisa duduk dikursi roda.


Wanita itu benar-benar kesepian, meski di rumah ada suster yang merawat dan menemaninya, tapi tak bisa membuat wanita itu bahagia, karena yang ia harapakan adalah keberadaan kedua anaknya,di sisinya. Ia ingin Rayyan dan Bianca menyisihkan sedikit waktu untuknya. Menemaninya, berbincang dengannya, makan bersama dan hal-hal lain yang lumrah di lakukan oleh sebuah keluarga.


anaknya punya alasan untuk menolaknya.Ia merasa tak punya anak. Ia sebatang kara.Kesedihan yang begitu dalam dan rasa kecewa yang begitu kuat, berubah menjadi sebuah keputusasaan.


Flash Back On


Rasa rindu dengan anak sulung yang selama ini tak bisa ia obati, membawa Gayatri untuk pergi kekamar anaknya itu yang berada di lanati dua. Ia ingin tudur di sana.


“Fani, antar aku ke kamar Rayyan..”Perintah Gayatri pada suster yang setia bersamanya.


“Nyonya mau apa kesana?.” Fani merasa penasaran dengan keinginan Gayatri yang tak biasanya.


“Aku ingin tidur di sana.”


“Oh baiklah nyonya.”

__ADS_1


Fani mendorong kursi roda yang diduduki Gayatri dan dengan menggunakan lift keduanya sampai di lantai dua.


Setelah melihat majikannya tertidur,Fani keluar dari kamar Rayyan. Fani duduk di sebuah sofa sembari menonton


televisi membelakangi pintu kamar Rayyan.


Baru setengah jam Fani duduk di depan televisi, Fani di kejutkan suara dari arah tangga. Merasa kaget dan


penasaran, Fani berlari kearah sumber suara.


“Nyonya...!!.” Fani terkejut saat melihat tubuh majikannya berguling dianak tangga, dan akhirnya terkapar


dilantai dengan darah segar merembes dari kepalanya.


Gayatri sebenarnya tidak tidur ia hanya pura-pura tidur uantuk mengelabui Fani. Rasa putus asa menuntunnya untuk berbuat nekat mengakhiri hidupnya. Saat Fani lengah ia keluar kamar menuju tangga yang mengarah ke lantai bawah. Wanita itu tak menghentikan laju kusri rodanya begitu sampai di atas tangga. Akibatnya ia terjatuh bersama kursi roda yang di naikinya.


“Nyonya...nyonya.....tolong..tolong....!!” Teriak Fani. Semua orang yang ada dirumah berlarian mendekati Fani dan gayati dengan wajah terkejut dan panik


“Kenapa bisa terjadi Fan?.” Tanya Siska yang merupakan teman sesama suster.


“Aku tidak tau Sis. Tadi nyonya sedang tidur di kamar tuan Rayyan waktu aku tinggal nonton TV.”


“Kamu tidak tau nyonya keluar kamar?.”


“Tidak....Nyonya tidak memanggilku.Jika nyonya memanggil aku pasti dengar. Karena volume Tvnya sengaja aku


kecilin.”.


“Sebaiknya kita bawa Nyonya ke rumah sakit sekarang..!”


“Iya....ayo....!”


Dengan di bantu tukang kebun dan Satpam, Fani dan Siska membawa majikannya kerumah sakit. Hingga akhirnya

__ADS_1


Gayatri di tempatkan di ruang ICU karena kondisinya kritis.


Flash Back Off


__ADS_2