Menaklukan Mentari

Menaklukan Mentari
Istri Sesungguhnya


__ADS_3

Rayyan dan nenek Winarsih masih berada di ruang makan. Keduanya ampak tengah berbincang. Mentari kembali duduk ke kursinya dan menghabiskan makanannya yang ia tinggalkan tadi. Membiarkan dua orang di depannya berbincang.Tak da satu katapun keluar dari mulut Mentari , sampai ia selesai membereskan meja makan.


Rayyan dan nenek Winarsih meninggalkan meja makan,sementara mentari menyibukkan diri di dapur.


Kantuk menyerang, Mentari bergegas solat isya di dalam kamar ayahnya. Dan tanpa melepas mukena gadis itu merebahkan diri di atas ranjang kecil yang ada di kamar itu. Tanpa menunggu lama gadis itu sudah terlelap.


Malam terus merayap hampir di pertengahan malam. Rayyan terjaga, dan tak mendapati istrinya ada di kamar itu. Namun ia sudah bisa menebak jika gadis itu memang tak mau tidur dengannya. Rasa penasaran tentang keberadaan istrinya, meminta Rayyan untuk mencari tau dimana Mentari tidur.


Rayyan turun dari ranjang dan melangkah keluar mencari mentari. Selain itu ia


juga ingin pergi kekama mandi. Saat melewati kamar yang berada di sebelah


kamar nenek, Rayyan berhenti sejenak. Dari dalam kamar, terdengar nenek


Winarsih tengah membangunkan cucunya dan terdengar pula nenek menyuruh mentari untuk tidur di kamar bersama suaminya.


Sambil tersenyum, Rayyan melangkah kekamar mandi setelah terdengar Mentari mengiyakan perintah neneknya.


Sebelum kembali kekamar, Rayyan memastikan keberadaan Mentari. Pintui kamar yang sebelumnya di gunakan Mentari sedikit terbuka, memudahkan Rayyan melihat ke dalam. Mentari tak ada lagi disana, dan itu artinya mentari benar-benar menuruti apa kata neneknya. Sesungging senyum kembali menghias bibir Rayyan.


Mentari tampak berbaring dengan posisi tubuh terlentang menyilang sehingga tak memberikan tempat untuk Rayyan.


Mentari yang berpura-pura tidur sedang merasakan jantungnya terus berdetak cepat. Sebenarnya ia berharap Rayyan mencari tempat  lain untuk tidur, setelah melihat dia telah menguasai tempat tidur itu.

__ADS_1


Tapi harapannya pupus setelah mendengar Rayyan mengunci pintu


dan melangkah kearahnya. Jantungnya makin berdebar tak karuan. Tak hanya itu,


ia juga diserang rasa takut jika Rayyan berbuat sesuatu padanya. Panas dingin


sudah seluruh tubuh Mentari.


Rayyan dengan santai naik keatas ranjang. Pria itu merebahkan tubuhnya di samping Mentari, dan menggunakan lengan Mentari sebagai bantal. Sementara salah satu tangannya ia letakan di atas perut Mentari.


Dengan cepat, Mentari menarik tangannya dan langsung membalikkan tubuh, membelakangi Rayyan.


“Tidurlah....kamu pasti capek, anak kita juga mungkin capek.” Ucap Rayyan kembali melingkarkan tangannya di pinggang Mentari dan mengusap perut wanita itu.


“Saya tidak bermaksud mengganggumu. Sebagai suami aku hanya ingin membuat istriku nyaman. Apalagi kamu sedang mengandung.”


“Saya merasa tidak nyaman dengan sikap anda. Jadi tolong jaga sikap anda.Ingat, kita menikah bukan atas dasar cinta, bukan atas suka sama suka. Saya meminta anda menikahi saya karena demi masa depan anak ini. Jadi saya minta kita hanya akan bersikap seperti suami istri hanya di hadapan nenek saja, dan itu juga dengan sikap sewajarnya tidak usah berlebihan. Kita lakukan ini demi menjaga perasaan nenek, dan untuk menutupi apa yang sebenarnya terjadi.Sarat yang aku aku ajukan waktu itu masih berlaku, dan anda waktu itu menyetujuinya bukan.....? ” Ucap Mentari dengan posisi masih memunggungi Rayyan yang kemudian


duduk di tepi ranjang.


“Aku minta maaf, jika sikapku membuatmu tidak nyaman. Aku ingat apa yang kamu ucapkan waktu itu. Waktu itu aku memang setuju, tapi setelah aku menikahimu aku berubah pikiran. Aku ingin menjadikanmu istri yang sesungguhnya. Bukan istri sementara......”


“Tapi aku tidak mau.”

__ADS_1


“Aku harap kamu mau mencobanya.”


“Aku tetap tidak mau dan aku tak ingin mencobanya.”


Terdengar Rayyan menarik nafas dan menghembuskannya ketika ia merasakan kecewa.


“Apa aku tidak ada disini termasuk keinginamu?.”


“Iya...”


“Baik, saat ini juga aku akan pergi. Jika besok nenek mencariku, kamu bisa cari alasan yang bisa membuatnya percaya.”


Rayyan bangkit dari duduknya, dan mengemasi barang-barang miliknya.


“Aku berniat baik, menjadikanmu istri yang


sesungguhnya,yang  ingin aku bahagiakan.


Tapi jika kamu menolak,ya sudah...aku tidak bisa memaksa. Aku tidak akan


menemui kamu lagi. Jadi jaga baik-baik anakku. Suatu saat aku akan menemuinya


dan bukan tidak mungkin aku akan mengambil hak asuh atas anak itu."

__ADS_1


Setelah berkata, Rayyan melangkah keluar.Membiarkan Mentari yang terkejut dengan kalimat terakhir Rayyan.


__ADS_2