Menaklukan Mentari

Menaklukan Mentari
Bertemu Ayah


__ADS_3

Seorang pria bersama perempuan tua tampak khusuk berdoa di depan sebuah makam. Mereka adalah David dan nenek Winarsih.


Begitu Rayyan dan Mentari pergi, David langsung meminta neneknya untuk menemani ke makan sang ayah. Hanya butuh waktu sepuluh menit menggunakan mobil untuk keduanya sampai di pemakaman umum. Karena jaraknya yang tidak begitu jauh dari rumah.


Rasa bahagia, haru dan sedih bercampur di benak David, begitu ia melihat makam ayahnya. Rasa rindu yang selama ini terpendam kini tercurahkan, meski ia tak bisa memeluk tubuh pria yang begitu ia sayangi itu.Terakhir ia memeluknya,saat sang ayah berpamitan pergi, setelah ibunya marah besar pada ayahnya. Entah apa sebabnya, yang pasti sejak itu ayahnya tidak pernah kembali sampai ibunya memutuskan untuk pindah keluar pulau. Saat itu Devan masih duduk di kelas dua sekolah menengah pertama. Baru setelah ia lulus kuliah, ia memutuskan untuk pergi ke Jakarta  mencari pekerjaan dan juga untuk mencari ayahnya.


Kini David sadar, pelukan itu adalah pelukan terakhir dari ayahnya, karena sekarang ia hanya bisa memeluk batu nisannya saja. Pencariannya panjangnya berakhir sudah. Bukan hanya bertemu ayahnya, ia juga bertemu nenek dan saudara tirinya. Bukan hanya ibu yang ia miliki sekarang, tapi ia juga memiliki nenek dan kakak perempuan. Semuanya bisa terjadi berkat Rayyan, meski tanpa di sengaja.


Ditengah untaian doa, airmata david berjatuhan mewakili perasaannya. Pria itu merasakan sesak didada bersama isak tangis yag tak bisa ia tahan lagi. Bahunya berguncang karena tangisnya yang makin menjadi.


Pria itu akhirnya jatuh dalam pelukan sang nenek, dan tangisnyapun makin menjadi di sana. Nenek Winarsih membiarkan David menumpahkan tangisnya, berharap setelahnya perasaan cucunya itu akan membaik.Tangan keriputnya terus mengusap punggung cucu lelakinya untuk menenangkan, tapi pada akhirnya iapun tak mampu menahan tangisnya.


“Sudah Vid....cukup menangisnya. Ayah pasti akan sedih melihatmu seperti ini dan ayahmu pasti tidak tenang disana. Ikhlaskan kepergiannya nak.” Dengan suara parau nenek mengingatkan David, meski iapun belum mampu menghentikan air matanya.


Mendengar suara parau neneknya, David menarik tubuhnya. Ia berusaha menyudahi kepedihan hatinya.


“Maafkan aku nek. Aku hanya rindu sama ayah....” David mengusap airmatanya. Bukan hanya rindu yang ia rasakan, tapi juga kesedihan yang dalam.


Untuk kedua kalinya ia merasakan kehilangan sosok ayahnya. Dulu dimasa remaja,ia harus berdiri tegar di tengah rasa kehilangan ketika ayah terpaksa pergi meninggalkannya karena suatu masalah. Dan kini ia merasa kembali kehilangan saat tau ayahnya telah pergi untuk selamanya.

__ADS_1


Tangan Devan terus mengusap batu nisan ayahnya. Kenangan masa kecil bersama sang ayah, melintas dalam ingatannya. Ayah yang penyabar, tidak pernah marah, dan selalu menuruti keinginannya, membuat David lebih dekat dengan ayahnya daripada dengan ibunya.


“Ayo pulang....sudah siang.” Ajak nenek yang mulai merasa kepanasan. Peluh membasahi dahinya.


“Ayo nek....” Sebenarnya David masih ingin berada ditempat itu, tapi kasihan nenek yang kelihatan letih karena mereka sudah berada di tempat itu hampir satu jam.Sebelum beranjak David kembali mengusap batu nisan untuk berpamitan.


“Ayah, aku pulang dulu. Besok aku kesini lagi.” David mengecup batu nisan bertuliskan nama ayahnya.


David memapah tubuh neneknya untuk beranjak pulang.


“Vid, apa kamu tau apa yang menyebabkan orang tuamu berpisah?.” Tanya nenek saat keduanya sudah berada di dalm mobil.


Nenek Winarsih tampak menarik nafas panjang, karena ia juga baru tau jika anaknya punya keluarga lain sebelum anaknya itu meninggal.


“Mungkin itu alasannya Vid. Nenek juga baru tau kalau ayahmu punya istri lain selain ibunya Mentari sebelum ayahmu meninggal. Itu hanya dugaan kita,Jadi sebaiknya kita minta ibumu untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Pertemukan nenek dengan ibumu Vid!.”


“Iya nek...nanti aku akan minta cuti agar bisa menjemput ibu.” Bukan hanya nenek yang penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangga anaknya. Davidpun demikian, jadi dia akn secepatnya minta cuti agar bisa menjemput ibunya di pulau sebrang.


“Eee nek, kalau boleh tau ibunya kak Mentari meninggalnya kenapa?.”

__ADS_1


“Kecelakaan, sepuluh tahun yang lalu.”


“Ayah pergi juga sudah sepuluh tahun yang lalu. Apa ada kaitannya antara kecelakaan ibunya kak Tari dengan perginya ayah?.”Pikir David.


“Menurut ayahmu, ibunya Tari mengalami kecelakaan tunggal. Mobilnya menabrak pembatas jalan dan masuk kedalam jurang.Waktu itu Tari masih kelas tiga SMP. Dia begitu terpukul dengan kepergian ibunya, meski ibunya kurang perhatian padanya. “


“Kurang perhatan gimana nek?. Bukankah kak Tari anak kandungnya?.”


“Iya memang Tari anak kandungnya, tapi karena dia sibuk dengan dunianya, ia lupa jika dia seorang ibu dan juga seorang istri. Dia lebih memilih melakukan kesenangannya ketimbang mengurus keluarga. Ibunya Tari anak orang kaya. Ia jatuh cinta dengan ayahmu yang bekerja di perusahaan ayahnya. Akhirnya mereka menikah. Pada awal awal pernikahan rumah tangga mereka tampak harmonis tapi entah kenapa ibunya Tari berubah setelah Tari berusia dua tahun. Dia lebih sering berada diluar rumah. Ayahmu sudah berkali-kali mengingatkan, tapi tidak di gubris. Ayahmu malah direndahkan tak dihargai sebagai suami dan kepala keluarga. Jika bukan karena Mentari ayahmu tidak akan bisa mempertahankan rumah tangganya.Hanya dengan nenek ayahmu mengeluh dan menceritakan kondisi rumah tangganya. Dengan orang lain ia selalu menutupinya. “ Tak terasa mata nenek kembali basah mengenang penderitaan anak lelakinya.


“Ayahmu sekuat hatinya berusaha mempertahankan rumah tangganya, tapi ternyata tuhan berkehendak lain. Rumah tangga ayahmu harus berakhir karena ibunya Tari meninggal. Tapi sayangnya, ibunya Tari meninggalkan banyak hutang, Sehingga ayahmu harus menjual beberapa aset untuk melunasinya termasuk perusahaan yang di wariskan kepada ibunya Tari. Ayahmu bangkrut dan akhirnya tinggal bersama nenek. Dengan menjual beberapa tanah milik nenek, ayahmu kembali berbisnis. Tapi itu hanya bertahan beberapa tahun saja. Karena setelahnya ayahmu sering sakit-sakitan dan akhirnya ayahmu tak lagi bisa menjalankan usahanya. Semua aset terpaksa dijual untuk biaya berobat sampai tak bersisa. Taripun terpaksa bekerja agar bisa menyelesaiakan kuliahnya.”


Nenek mengusap air matanya yang telah tumpah di pipi.David memeluk tubuh neneknya yang tengah merasakan kesedihan setelah mengingat penderitaan anak dan cucunya.


“Semua sudah berlalu nek. Ayah sudah tenang di sana dan kak Tari sekarang juga sudah bahagia bersama suamnya. Aku harap nenek juga bahagia, dengan adanya aku.”


“Nenek sangat bahagia nak,karena nenek merasa anak nenek kembali dengan hadirnya kamu. Nenek juga sangat berterima kasih pada tuhan, sekarang nenek punya tiga cucu yang akan selalu menjaga nenek.”


Nenek dan cucunya kembali berpelukan, Dan setelahnya mereka memutuskan untuk segera pulang.

__ADS_1


__ADS_2