Menaklukan Mentari

Menaklukan Mentari
Mirip


__ADS_3

Malam telah berganti pagi.Jam dinding di apartemen Rayyan menunjuk angka empat.Rayyan tampak menggeliat.


Membuka matanya, mengumpulkan kesadaran yang semalam raib entah kemana. Ekspresi terkejut muncul dari wajah pria tampan itu, saat mendapati tubuhnya tak tertutup oleh pakaian. Dia mencoba mengingat-ingat apa yang telah terjadi pada dirinya semalam.Yang ia ingat semalam ia bersama Nania.


Karena kepalanya terasa pusing, ia kembali menjatuhkan tubuhnya keatas kasur. Setelah sedikit membaik, Rayyan berjalan ke kamar mandi tanpa pakaian. Mengguyur tubuhnya dengan air dingin di bawah sower. Selesai dengan aktifitas mandinya, Rayyan yang hendak mengambil pakaian tak sengaja melihat ada bercak darah di atas spre yang berwarna putih. “Darah apa ini?” Gumamnya.


“Nania...!!” teriak Rayan memanggil, tapi sejurus kemudian ia ingat bahwa kekasihnya telah meninggal.“Terus siapa


yang semalam bersamaku?”


Ia menghubungkan bercak darah itu dengan tubuhnya yang tadi tanpa sehelai benang saat bangun tidur. Rayyan


memeriksa spre di kasur, selain bercak darah disana juga terdapat beberapa helai rambut yang pasti itu bukan rambutnya. Rambut panjang milik Mentari .


Rayyan bergegas memakai pakaiannya, sebelum akhirnya keluar dari kamar untuk mencari tau siapa gadis yang telah bersamanya semalam. Matanya tampak mencari-cari. Matanya membulat saat ia melihat ada seorang wanita tengah tertidur di lantai, di depan pintu apartemennya. Perlahan pemuda itu mendekat. Matanya jeli mengamati tubuh wanita didepannya.


“Siapa wnaita ini? Apakah wanita ini yang semalam bersamaku?” Rayyan terus mengamati Mentari. Bebrapa bagian baju Mentari yang robek tak luput dari penglihatan Rayan. Bahkan bekas aliran airmata di pipi gadis itupun terlihat di netra Rayyan.


Mentari membuka mata membuat Rayyan terhenyak dan segera berdiri. Mentari beberapa kali mengerjapkan matanya. Gadis itu reflek menarik kakinya yang terjulur,dan menekuknya hingga menutupi dadanya. Sementara tangannya ia silangkan di depan kakinya

__ADS_1


“Tolong...jangan...jangan....” Ucap Mentari dengan suara bergetar ketakutan, sementara matanya kembali menumpahkan airmata.


“Nania....kau mirip sekali dengan Nania.Siapa kamu? Kenapa kamu ada disini?.” Pertanyaan konyol meluncur dengan mudahnya dari mulut Rayyan. Rayyan adalah orang kesekian yang mengatakan jika dirinya mirip dengan Nania


Seketika Mentari mengangkat wajahnya, dan bangun dari duduknya. Matanya yang bengkak dan sembab, menatap tajam ke arah Rayan.


“Nania..?? Aku bukan Nania.” Teriak Mentari penuh amarah.”Dasar manusia gila, Setelah apa yang kamu lakukan dengan entengnya kamu bertanya siapa aku, dan mengapa aku ada disini? Ternyata tak hanya gila kau juga seperti binat**. Tak punya otak,  seenaknya mengumbar bir*hi. Setelah itu kau lupa siapa yang telah kau jadikan tempat pelampiasan nafsumu itu..... Kau telah menghancurka hidupku...masa depanku.....biadab.... ”Satu tamparan ia daratkan pada pipi Rayan.


Ketika akan mengulang perbuatannya, tangan Rayyan mencengkram kuat tangan Mentari, sehingga tamparan yang kedua gagal mendarat.


“Hentikan...berani sekali kau menampar seorang Rayyan Arga. Apa kau tidak tau siapa aku hah....aku bisa membeli apapun dengan uangku, termasuk membeli tubuhmu. Seharusnya kau senang karena aku mau menikmati tubuhmu, yang sama sekali tidak menarik!”


kasihan...sombong...!!”


“Jaga mulutmu!!” Bentak Rayyan dengan tangan terangkat hendak memukul.


“Pukul...ayo pukul...kalau perlu bunuh aku. Biar dunia tau kalau kau benar-benar binat****” teiak Mentari. “Ayo


pukul...pukul...kenapa diam. Dasar manusia bej*t....!!” Amarah Mentari benar-benar mencapai puncaknya.

__ADS_1


Rayan tak berbicara lagi, dia mengmbil sebuah cek dan menuliskan angka sembilan digit disana. Kemudian ia menyodorkan pada Mentari.


“Saya rasa ini cukup untuk mengganti kerugianmu yang tak seberapa itu,  ambil dan pergilah. Aku malas berurusan denganmu hai wanita yang pandai bersandiwara. Kau tampak begitu marah padahal hatimu senang dan saya yakin cek ini yang kamu harapkan dariku...!!”


“Kamu benar-benar manusia tak berhati...sekarang kau menghinaku setelah kau hancurkan masa depanku!!” Setelah berucap Mentari mengambil cek yang dilemparkan Rayyan


“Buka pintunya, saya juga sudah muak melihat wajahmu yang menjijikan....!!”


Rayan kemudian membuka pintu apartemen yang semalam ia kunci. Bibirnya tersenyum sinis menganggap dugaannya tentang mentari itu benar.


“Ternyata dugaanku benar,wanita ini sama seperti wanita-wanita lain, mudah luluh dengan uang.....” Belum selesai


Rayan berbicara dengan hatinya, Mentari sudah menyobek cek yang diberikannya, menjadi serpihan-serpihan kecil. Dan dilempar keatas begiu saja.


Tanpa berbicara lagi, Mentari melenggang pergi dari apartemen meski diluar masih agak gelap. Rayan terpaku melihat cek yang bernilai setengah milyar itu berubah bentuk dan tak bernilai lagi.


“Dasar gadis tolol...sok jual mahal...!!” Teriak Rayan sambil menendang serpihan cek yang tercecer dilantai penuh emosi.


“Jadi semalam gadis itu yang aku tiduri. Ya tuhan......kenapa aku bisa melakukannya. Ini pasti gara-gara semalam aku mabuk” Rayan gusar, sebuah pot bunga menjadi sasaran tendangan kakinya.”Tapi tunggu.....kenapa wajahnya sangat mirip dengan Nania?.” Ucap Rayan lagi, ketika teringat wajah Mentari.

__ADS_1


__ADS_2