
Prangggg.......!!!
Sebuah gelas yang menjadi tempat minumnya,pecah berkeping-keping setelah tangan Rayan membantingnya. Direktur muda itu gusar, watak sombongnya tak bisa menerima kalau dia harus menikahi seorang gadis yang berasal dari kalangan bawah.Tapi tidak ada pilihan yang manis buatnya saat ini. Laki-laki itu benar-benar tak bisa berpikir.Hingga satu jam kemudian telepon dari rumah mengabarinya kalau ibunya terjatuh dari kursi roda dan tak sadarkan diri.
Dengan mengumpat menyalahkan orang-orang yang dia bayar untuk merawatdan menjaga ibunya,Rayan keluar dari kantornya menuju rumah sakit dimana ibunya di rawat.
Wanita yang melahirkan dan membesarkan Rayyan terbaring di ruang ICU dengan berbagi alat medis di tubuhnya. Setelah melihat kondisi ibunya, Ray menemui dua suster yang tengah duduk gelisah di kursi tunggu.
“Saya ingin bicara dengan kalian...”Ucap Rayyan dengan tatapan tajam dan penuh amarah kepada dua suster itu.
Dengan wajah ketakutan, dua wanita itu mengikuti langkah bosnya, menuju sebuah tempat yang sepertinya kosong dan jarang di lewati orang.
Ray berhenti dan membalikkan badannya.Tanpa diduga Ray melayangkan tamparan ke wajah dua suster yang telah dua taun bekerja untuknya.
Plak.....plak......!!.
Tamparan itu begitu keras, hingga tubuh dua suster itu terhuyung kebelakang.
“Itu hukuman atas keteledoran kalian. Dan saya tidak akan mentolerir kesalahan kalian. Mulai detik ini kalain
saya pecat...!!!.”
__ADS_1
‘Tuan...tolong jangan pecat kami.Kami tidak melakukan kesalahan apapun.” Ucap suster yang bernama Siska.
Plak....
Sebuah tamparan kembali mendarat di pipi wanita itu.
“Akhhh......” Teriak Siska ketika merasakan perih dipipinya.
“Kalau bukan karena kesalahan kalian, lantas apa yang membuat mamaku jatuh dan koma sperti itu...hah....!!!.”
Suara Rayyan penuh amarah, membentak dua wanita di depannya sampai keduanya terkejut.
“Tidak ada kesempatan buat kalian.Cepat kemasi barang-barang kalian. Dan aku tidak mau melihat kalian lagi di
rumahku...!!”
“Tapi tuan....”
“Pergi...atau aku akan bertindak lebih kasar pada kalian...!!.”
Siska dan Fani tak bisa lagi membela dirinya.Tak ada pilihan selain menerima pemecatan atas diri mereka. Kedua suster itu berlalu dari hadapan Rayyan dengan rasa kecewa dan sedih karena kehilangan pekerjaan.
__ADS_1
Setelah amarahnya mereda ia kembali menemui ibunya di ruang ICU. Saat ia sampai di depan ruang ICU, ia berpapasan dengan dokter yang baru saja memeriksa kondisi ibunya.
Tampak Rayyan terkejut ketika melihat wajah sang dokter. Dan hal yang sama juga terjadi dengan dokter wanita itu.
Dokter Diana,wanita yang mengancam Rayyan dua jam yang lalu kini berada di hadapannya.
“Jangan kaget seperti itu tuan Rayyan Arga. Biasa saja....jangan khawatir, saya tetap profesional di sini.Cuma saya berpesan, jangan suka berbuat kasar pada wanita, karena ibu anda juga seorang wanita ....!!.” Ucap Diana yang kemudian berlalu meninggalkan senyuman sinis.Saat hendak menuju Ruang ICU,Diana memang sempat melihat Rayyan yang sedangmemarahi dua orang wanita.
“Aku tidak pernah khawatir....dan apa yang saya lakukan itu sudah benar. Yang berbuat salah harus di hukum.”Jawab Rayyan dengan nada tinggi sehingga dapat di dengar oleh Diana. Membuat dokter cantik itu berhenti dan membalikkan badan. Melangkah pelan beberapa langkah mendekati Rayyan.
“Yang berbuat salah harus dihukum....!?.Hemmm..... benar sekali ucapan anda tuan, dan saya setuju. Kalau
begitu orang yang telah melakukan pemerkosaan berarti harus di hukum, karena memperkosa juga merupakan sebuah kesalahan. Menurut anda hukuman apa yang yang cocok untuk seorang pemerkosa. Kalau cuma di tampar.... rasanya tidak sebanding.... Saya ingin mendengar pendapat anda tuan Arga?! .”
Rayyan seketika terdiam. Ucapan yang ia lontarkan untuk membela diri, kini malah menjebaknya.Diana membuatnya tak berkutik dan seketika otaknya beku.
“Kenapa diam tuan Arga?. Bingung...?Ya sudah...saya tidak akan memaksa anda untuk memberikan pendapat anda saat ini. Besok tidak apa-apa, saya sabar menunggu.Silahkan anda fokus sama ibu anda,karena beliau sangat membutuhkan anda sekarang dan jangan lupa berdoa untuknya agar beliau bisa melewati masa kritisnya. Permisi...!.” Kali ini Diana benar-benar berlalu untuk melanjutkan tugasnya.
Sampai tubuh Diana hilang di balik pintu , Rayyan masih berdiri mematung. Ucapan Diana memenuhi otak pria tampan tapi sombong itu. Dia merasa Diana sedang menekannya agar dia mau menikahi gadis yang telah ia renggut kesuciannya.
Rayyan Arga gusar, apalagi sekarang ibunya masuk rumah sakit dan dalam kondisi kritis.
__ADS_1