Menaklukan Mentari

Menaklukan Mentari
Maaf


__ADS_3

Melihat Mentari beberapa kali mengusap matanya, memicu Rayyan untuk mendekati wanita itu. Ia yakin wanitanya tengah terluka karena sikapnya tadi.


Saat di Restoran,rasa cemburu hadir tak terelakkan.Rayyan melihat Mentari duduk berdua dengan seorang pria dengan cara menatap yang tak biasa.Meski semula Rayyan bisa menahannya, tapi akhirnya rasa cemburu harus berbaur dengan rasa marah karena sikap marah Dika yang seolah-olah menjadi pihak yang ikut tersakiti oleh perbuatan Rayyan pada Mentari.


Rasa kecewapun turut hadir untuk Mentari karena telah memberitahukan pada orang lain hal yang selama ini mereka berdua simpan rapat-rapat.


Sikap Dika dan Mentari menimbulkan tanya pada Rayyan tentang hubungan keduanya. Rasa cemburu yang sudah membuncah membuatnya tak bisa bersikap seperti biasa pada Mentari, dengan prasangka buruk dalam otaknya. Rayyan memilih mendiamkan daripada meluapkan rasa cemburunya dengan amarah.


Namun rasa cinta yang begitu besar pada istrinya, memaksanya untuk menyimpan segala rasa yang ada. Ia menyesal membiarkan istrinya turun di tengah jalan apa lagi wanita itu tengah berperut besar.


Tidak ada salahnya ia meminta penjelasan pada istrinya, agar pernikahan yang telah di warnai cinta dari Mentari, tidak ternoda oleh prasangka yang ia ciptakan, pikir Rayyan.


Rayyan yang sejak tadi berdiri di balik pohon besar, melangkahkan kakinya mendekati Mentari yang tertunduk memainkan tisu yang tengah di pegangnya.Sementara David bertahan di dalam mobil yang terparkir di sebrang jalan, agak jauh dari tempat Mentari. Pemuda itu masih merasa tidak percaya jika pernikahan bosnya dengan kakak tirinya berawal dari hal yang tidak menyenangkan. Namun ia tak seperti Dika, meski ditubuhnya mengalir darah ayah yang sama dengan Mentari, ia tak lantas marah pada bosnya. Tiga tahun sebagai asisten Rayyan, membuat David tau banyak bagaimana sifat dan prilaku bosnya itu. David yakin kakaknya akan bahagia bersama Rayyan.


“Kenapa masih di sini?.” Ucap Rayyan yang langsung duduk disamping Mentari dan membuat wanita itu terkejut.


“Kenapa mas balik lagi kesini?.”Mentari balik bertanya, dia yakin suaminya tadi tidak peduli padanya.


“Aku tidak tega membiarkan istriku menangis sendirian di pinggir jalan seperti ini.”

__ADS_1


“Di tegakan saja mas, karena aku memang salah.”


“Tidak bisa,karena aku tidak bisa melihat kamu bersedih.”


“Tapi aku sudah berbuat salah.” Tertunduk sedih dengan air mata yang hampir menetes.


“Aku yakin kamu punya alasan kenapa kamu berbuat salah.” Tangan Rayyan mengangkat dagu istrinya, lantas menyapu air mata yang perlahan turun di pipi istrinya itu.


“Pria itu namanya Dika. Dia mantan kekasihku. Kami berpisah tidak lama sebelum kita menikah karena orang tuanya tidak merestui hubungan kami. Kami tidak sengaja bertemu di restoran itu. Aku sedang menunggu Sandra dan Dinda ketika tiba-tiba Dika datang. Aku terpaksa mengatakan apa yang terjadi dengan kita, karena dia mengira aku selingkuh denganmu sebelum kami putus, dia juga mengira aku menikah denganmu karena hartamu. Aku sungguh-sungguh terpaksa karena aku tidak melakukan apa yang ia katakan.Dia marah padamu sungguh akupun tidak tau alasannya.”


“Apakah kamu masih mencintainya?.”Mata Rayyan menatap tajam mata istrinya, mencoba mencari jawaban di sana.


Rasa cemburu, rasa curiga dan semua prasangka Rayyan perlahan sirna, berganti rasa bahagia.


“Lain kali jika hendak pergi, minimal beri tahu aku. Tapi jika hendak bertemu dengan seorang pria, maka kamu wajib mengajak aku.Mengerti?.” Setelah melihat istrinya mengangguk, Rayyan langsung memeluknya.


“Aku minta maaf, seharusnya aku tidak mengatakan apapun pada Dika.Jadi kamu tidak akan di permalukan seperti tadi. Sekarang banyak orang yang tau tentang perbuatan kamu. Aku takut itu akan berpengaruh dengan karir kamu mas.”


“Sudahlah tidak apa-apa,tak perlu minta maaf. Karena aku juga salah, sebelum mendengar penjelasan kamu aku  sudah lebih dulu berpikir yang tidak-tidak sama kamu.Sebenarnya jika aku ada diposisi kamu pasti aku juga akan

__ADS_1


melakukannya.Tentang karirku tidak usah kamu pikirkan, selama kamu bersamaku, karirku akan baik-baik saja.”


“Jadi mas udah nggak marah lagi sama aku?.Udah nggak mikir yang tidak-tidak soal aku dan Dika?.”


“Iya...aku aku sudah tidak marah lagi sama kamu, dan aku yakin kamu hanya milikku.”Ucap Rayyan tersenyum.


Mentari akhirnya tersenyum lega dan menghambur ke pelukan suaminya.


“Banyak yang liatin, yuk kita pulang. Kita lanjutin di rumah aja gimana?.”Mentari lantas menarik tubuhnya dan melihat sekeliling. Dan benar apa kata suaminya, banyak orang yang tengah menatap kearahnya.”Atau mau ke hotel?.” Rayyan menaikturunkan alisnya seraya tersenyum menggoda.


“Ih...apaan si.....jangan aneh-aneh ya. Aku mau pulang sendiri saja, naik taksi. Kamu balik aja ke kantor.” Ucap Mentari dengan wajah yang sudah memerah menahan malu dan hendak bangkit dari duduknya.


“Tidak bisa begitu....Aku tidak bisa biarkan kamu pulang sendiri.”Rayyan menahan tubuh istrinya, dan kemudian memanggil David melalui ponselnya. Mentari tak bisa menolak lagi, dia hanya berharap suaminya tidak berulah karena dia benar-benar ingin istirahat ketika dirumah nanti. Sejak kehamilannya menginjak usia enam bulan ia merasa mudah lelah.


“Kamu nggak balik ke kantor mas?.” Tanya Mentari, kerena suaminya tampak berbaring di kamar setelah solat duhur.


“Enggak, setelah kenyang aku merasa sangat ngantuk.” Sebelum pulang Rayyan mengajak istrinya makan di restoran. Banyak menu yang di pesan Mentari tapi hanya sedikit yang Mentari makan. Alhasil Rayyan dibantu david terpaksa menghabiskan makanan itu hingga kedua pria itu kekenyangan.


Tangan Rayyan menepuk ruang disampingnya, sementara matanya memberi isarat agar istrinya mendekat dan tidur di sampingnya.Mentari yang memang sudah ingin istirahat tak menolak ajakan suaminya.

__ADS_1


Dengan dipeluk suaminya, Mentari langsung terlelap. Begitu juga dengan pria yang tengah memeluknya. Keduanya sama-sama tidur dengan nyenyak.


__ADS_2