
Sebuah gerakan yang agak menghentak dari dalam perut Mentari, membangunkan Rayyan yang masih terlelap. Tangannya yang tengah memeluk perut Mentari, dengan jelas merasakan gerakan itu. Dia yakin itu gerakan dari kedua calon buah hatinya. Pria itu terkejut bahagia, tidak hanya sekali si janin bergerak, tapi sampai beberapa kali. Senyum Rayyan berubah menjadi tawa saking senangnya.
“Selamat sore papa.” Ucap Mentari yang ternyata juga terbangun. Wanita itu berbalik dan tersenyum melihat sang yang terus mengelus-elus perutnya dengan senyum yang tak kunjung sirna. Tak hanya itu, Rayyanpun menggeser tubuhnya kebawah sampai wajahnya berada tepat di depan perut buncit istrinya.
“Selamat sore juga anak-anak papa.” Ucap Rayyan menciumi perut Mentari dengan perasaan Haru. Pria itu begitu senang, karena untuk pertama kalinya ia bisa berinteraksi dengan sang buah hati.
Mentari terlihat tersenyum dan sesekali tertawa melihat tingkah suaminya yang seperti sedang berbincang dengan anak-anaknya dengan mimik dan suara yang di buat-buat. Namun akhirnya suasana berubah, tak seceria tadi ketika bayangan sang mama tiba-tiba hadir dalam benak Rayyan.Wajah pria itu berubah sendu.
“Jika oma kalian masih ada pasti akan sangat bahagia melihat kalian.” Ucap Rayyan dengan wajah yang ia benamkan di perut Mentari sementara tangannya kembali memeluk tubuh wanita itu, dan membiarkan tangan lembut sang istri mengusap rambutnya.
“Meski tidak ada, pasti beliau bahagia disana melihat kamu akan punya anak mas. Dan mendoakan agar anak cucunya selalu bahagia.” Ucap Mentari mencoba mengusir kesenduan di wajah suaminya.
“Mama pasti bahagia juga punya menantu seperti kamu.” Sahut Rayyan yang kembali berbaring sejajar dengan Mentari, memeluk dan mencum keningnya.”Besok kita ziarah ke makam mama ya, sekalian mau kenalin kamu sama mama.”
Mentari mengangguk tersenyum, ia juga ingin mengenal keluarga suaminya. Selama ini ia memang tidak mau tau tentang keluarga suaminya itu, karena pernikahannya dengan Rayyan dianggap hanya sementara. Tapi kini setelah ia memutuskan untuk menjadi istri sesungguhnya, bukan hanya mencintai Rayyan, ia juga merasa harus mencintai keluarga dari suaminya itu.
********
Rantang berisi makanan sudah siap dan dirinyapun telah berganti pakaian dan memakai sedikit polesan di wajahnya, Mentari segera keluar rumah setelah taksi yang ia pesan datang. Wanita itu segera naik taksi setelah
berpamitan pada nenek Winarsih.
Tanpa memberitahu, Mentari datang kekantor suaminya untuk mengantarkan makan siang sekaligus untuk mengobati rindunya yang tiba-tiba datang. Bermodal kartu nama milik Rayyan yang ia temukan di saku jas suaminya itu.
__ADS_1
Sebuah gedung berdiri kokoh di depan Mentari. Wanita itu berdiri mematung sejenak mengagumi kemegahan gedung sembilan lantai tempat suaminya bekerja. Tanpa ragu ia masuk kedalam gedung. Tak disangka baru saja menginjakkan kakinya di lobi kedatangannya langsung di sambut oleh beberapa orang, yang langsung menghujani banyak pertanyaan. Sempat bingung, tapi akhirnya ia sadar. Yang menyambutnya bukan anak buah suaminya, tapi para pencari berita.
Para pencari berita itu sebelumnya ingin menemui Rayyan\, tetapi Rayyan tak kunjung menemui mereka. Hingga sosok wanita yang wajahnya mirip dengan wajah wanita yang di per**** oleh Rayyan ada di hadapan mereka\, akhirnya menjadi alternatif untuk dijadikan sebagai sumber informasi yang sedang mereka cari.
“Selamat siang nona, boleh wawancara sebentar?.” Ucap salah satu wartawan. Mentari terdiam, dan terus melangkah.
“Sebentar saja nona.”
“Apa hubungan anda dengan Rayyan Arga.”
“Boleh di ceritakan sedikit tentang peristiwa pemer****an yang dilakukan oleh Rayyan Arga.?.”
“Kenapa anda berada disini.”
Pertanyaan terus terdengar dari para pencari berita dengan kamera yang terus mengarah kepada Mentari. Wanita yang berpenampilan sederhana itu terus melangkah,meski para wartawan terus mengikutinya dan mengganggu langkahnya. Wanita itu tetap bungkam, dan akhirnya menghubungi David untuk menjemputnya.
Tak berapa lama David datang dan langsung membawanya masuk kedalam gedung kantor, mengecewakan para wartawan.
Peristiwa di restoran ternyata telah di rekam oleh seseorang dan di unggah ke beberapa media sosial. Dalam waktu sebentar video itu menjadi trending topic di masyarakat. Sayangnya video yang beredar hanya menunjukkan Dika yang tengah mempermalukan Rayyan. Sehingga publik hanya tau jika Rayyan telah memperk*** seorang wanita yang mirip dengan mantan kekasihnya yang telah meninggal. Bukan hanya video\, sang pengunggah juga menjelaskan jika Rayyan tidak bertanggung jawab dengan perbuatannya.
Berita itu beredar beberapa jam setelah peristiwa di restoran itu terjadi. Belum jelas siapa sang pengunggah. Yang pasti karena video itu, kini Rayyan harus bekerja keras untuk meyakinkan para investor dan semua pihak yang bekerja sama dengan perusahaannya.
Ditengah usahanya meyakinkan banyak pihak, beredar foto dan video mesranya bersama Mentari saat berada di kolam renang hotel dan saat duduk di bangku pinggir jalan. Video dan foto itu sedikit banyak menolong Rayyan.
__ADS_1
Rayyan tengah berada di ruang meeting dengan beberapa investor baru, yang hampir saja mebatalkan kerjasamanya setelah melihat video tentang Rayyan. Meski sempat terjadi perdebatan namun akhirnya Rayyan berhasil meyakinkan mereka. Rayyan membenarkan isi video itu, tapi ia juga menyanggah jika ia lepas tanggung jawab.
“Tuan, nyonya Tari ada diluar.”Bisik David.
Sempat terkejut, Tapi kemudian Rayyan berdiri dan menyuruh David membawa istrinya masuk kedalam ruangan.
Mata orang-orang yang bersama Rayyan di buat terperangah, melihat wanita yang melangkah masuk menghampiri dan mencium tangan Rayyan. Wajah Mentari yang menjadi fokus mereka. Meski gerogi Mentari mencoba menyapa orang-orang itu dengan memberi senyuman dan menganggukkan kepala.
“Kenapa tidak bilang-bilang mau kesini?, kalau aku tau kamu mau kesini aku akan menyuruh David menjemputmu.” Ucap Rayyan setelah mengecup kening Mentari.
“Aku sengaja tidak memberi tahu kamu, biar jadi kejutan.Tapi sepertinya aku mengganggu ya?.” Mentari berusaha tenang di bawah tatapan rekan bsinis suaminya.
“Tidak mengganggu sama sekali. Ada apa kemari.?”
“Aku hanya ingin makan siang sama kamu.” Balas mentari sembari menunjuk rantang yang di pegang David.
“Oh...oke. Tapi tunggu sebentar ya.” Rayyan membimbing Mentari untuk duduk di kursinya.” Pak Robert dan semua yang ada disini, ini istri saya.Wanita yang aku ceritakan tadi, wanita yang anda lihat dalam video itu. Wanita yang menjadi korban kekhilafanku enam bulan lalu. Sekarang dia menjadi istriku, istri yang sangat aku cintai. Kehidupan rumah tangga kami awalnya memang kurang baik, tapi akhirnya kami bisa hidup bahagia meski pernikahan kami terjadi karena disebabkan oleh suatu kesalahan yang saya buat. Sekarang kami tengah menunggu kelahiran anak kembar kami. Menurut predikisi dokter, tiga bulan lagi anak kami akan lahir.” Tangan Rayyan mengelus perut Mentari.”Jika kalian belum yakin dengan penjelasan saya tadi,kalian bisa juga menanyakan langsung pada istri saya yang bisa dikatakan sebagai korban dari perbuatanku.” Rayyan menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta.
“Kami percaya tuan Arga. Selama ini kami tau anda adalah orang yang bertanggung jawab. Yang ada diotak saya sekarang dan membuat saya penasaran adalah wajah istri anda yang sangat mirip dengan artis yang bernama Nania.....maaf....mantan kekasih anda. Apa mereka saudara kembar?.” Ucap Robert yang begitu terkejut melihat wajah Mentari. Ia jadi teringat dengan Nania, Mantan kekasih Rayyan yang juga mantan kekasihnya.
“Setau saya mereka tidak memiliki hubungan apapun. Kemiripan mereka hanya sebuah kebetulan belaka.Benar begitu kan sayang?.”
Mentari mengangguk membenarkan. Robert dibuat tidak percaya,jika Mentari dan Nania tidak punya hubungan, karena wajah mereka sembilan puluh persen sangat mirip., bagai pinang di belas dua.
__ADS_1
“Sepertinya semua sudah jelas, tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Kerjasama kita tetap berlanjut Tuan Arga. Kami percaya sepenuhnya dengan anda. Tak lupa kami mengucapkan selamat atas pernikahan anda, dan semoga nyonya Arga bisa melahirkan dengan lancar dan selamat.” Robert bangkit dari duduknya diikuti oleh yang lain. Menyalami Rayyan dan Mentari,sebelum akhirnya keluar.