
Meski berdiri tegak saja ia tidak bisa,tapi Rayyan terus berusaha mengangkat tubuh Mentari.Setelah beberapa kali
mencoba,akhirnya ia bisa mendudukan gadis itu di jok mobil miliknya.
“Dasar cewek aneh...sok alim.......”Ucap Rayyan dengan senyum sinis sembari memegang dagu Mentari yang terdiam pingsan disampingnya.
Rayyan melajukan mobilnya, membawa Mentari menuju sebuah apartemen. Beberapa kali Ray berusaha mengangkat tubuh Mentari,tapi tetap tak bisa.Ray memanggil seorang satpam yang sedang berjaga,untuk menggendong tubuh Mentari menuju apartemennya.Meski sempat mencurigai dan mengintrogasi Rayyan, satpam akhirnya mau menuruti perintah pria itu, tergiur dengan lembaran uang yang disodorkan kepadanya.
Setelah kepergian satpam, Rayyan mengunci pintu apartemen mewah miliknya. Alkohol masih mentupi kewarasan pria itu. Dengan langkah yang masih sempoyongan, Rayyan menghampri gadis cantik yang mirip dengan kekasihnya dan duduk di tepi ranjang. Matanya tajam menatap wajah Mentari.
“Nania...kau tampak cantik dengan pakaian seperti ini meski terlihat aneh....kamu tau aku sangat mencintaimu tapi kenapa kau menghianati aku.”Ucap Rayan dengan tatapan kesedihan bercampur amarah.
Perlahan tangannya membelai wajah gadis itu, melepas hijab yang kemudian mencium keningnya. Tangan Rayan terus membelai wajah Mentari yang terdiam. Hingga akhirnya timbul hasrat dalam diri pria itu.Diciumnya bibir gadis yang di anggapnya sebagai Nania kekasihnya. Kekasih yang sangat ia cintai,pagi tadi ditemukan meninggal bersama seorang pria di sebuah hotel dalam keadaan bug*l. Berdasarkan hasil identifikasi polisi,Nania meninggal karena over dosis setelah mengkonsumsi obat terlarang. Kematian Nania membuat Rayyan terpukul, apa lagi setelah tau kondisi Nania saat ditemukan.Rayan menyimpulkan kalau Nania selama ini telah berselingkuh dengan pria yang ditemukan bersamanya, dan ada rasa kecewa ternyata Nania masih menjadi pemakai obat haram itu. Sementara berkali-kali ia telah mengingatkan, agar kekasihnya menjauhi obat-obatan terlarang itu.
__ADS_1
Kesedihan dan kekecewaan pria itu,ditumpahkan di meja sebuah bar. Beberapa botol minuman beralkohol membuatnya kehilangan akal. Dan Mantari menjadi korbannya.
Tangan Rayan terus bergerilya ditubuh Mentari yang tak kujung sadar dari pingsannya. Pakaian yang melekat di
tubuh Mentari satu persatu di lepas dengan kasar, hingga beberapa bagiannya menjadi robek. Kemolekan tubuh Mentari membuat hasrat Pria yang selama ini terkenal sombong membuncah. Pakaian yang ia kenakanpun terlepas berserakan di lantai. Bibir dan tangannya terus beraksi, hingga akhirnya Mentari tersadar ketika merasakan sakit di area bawah pusarnya.
“aw....sakit....”Rintih Mentari tiba-tiba, membuat Rayan terkejut. Bukannya berhenti pria kaya raya itu makin intens
memainkan senjatanya di selangka**** gadis yang telah sadar sempurna dari pingsannya. Menyadari apa yang tengah terjadi, Mentari berteriak histeris sambil menangis. Namun tangisnya tak membuat pria yang berada diatas tubuhnya berhenti menikmati kenikmatan yang merupakan kehancuran bagi dirinya. Sekuat tenaga tangan Mentari berusaha mendorong tubuh Rayyan, namun tubuh Rayan makin menekan tubuhnya membuatnya sulit bernafas.
Setelah merasa hasratnya telah tuntas, Rayan menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Mentari yang tengah menangis penuh derita. Tanpa peduli dengan gadis yang telah ia gagahi, Rayyan terlelap tanpa memakai kembali pakaiannya. Mentari terus menangis menyadari ia telah kehilangan kesuciannya.
Dengan menahan sakit di selangk****, Mentari memakai pakaiannya yang sebagian telah robek. Ekor matanya melihat ada bercak darah ditempat ia tadi berada, membuat tangisnya makin menjadi. Dengan sisa tenaganya guru privat itu, mencoba keluar dari apartemen, namun pintu dalam keadaan terkunci, dan gadis itu tidak bisa membukanya.
__ADS_1
“Siapapun di luar sana, tolong bantu saya...saya mohon....hik..hik...”
Mentari berteriak berharap ada seseorang yang datang membantunya.Namun teriakannya hanya membuang energi yang tersisa, tanpa ada seorangpun yang datang mendekat. Diambil ponsel miliknya, lagi-lagi dia kecewa mendapati kalau ponselnya tak bisa ia gunakan. Mentari mencoba mencari carger, tapi tak ia temukan.
Tangis Mentari yang tadinya sedikit mereda, kembali pecah. Ia meratapi nasibnya. Apa yang harus ia katakan pada
nenek dan kekasihnya. Kekasih yang sangat ia cintai, masihkan mau menerima dirinya yang sudah ternoda.
“Mas Dika....” Ia hanya mampu menyebut nama kekasihnya, ketika bayangan wajah kekasihnya itu muncul. Ia tak
bisa membayangkan bagaimana reaksi kekasihnya nanti, setelah tau dengan kondisinya sekarang.
Tangis Mentari tak kunjung reda. Tangisnya sekarang bukan hanya karena telah kehilangan kesuciannya, tapi juga karena ia takut kehilangan kekasih yang sangat ia cintai. Apakah Dika masih mau bersamanya? Pertanyaan itu terus berputar di otaknya. Hal yang belum pasti terjadi nyatanya sudah membuatnya takut.
__ADS_1
Energi gadis itu benar-benar habis, sehingga gadis itu tertidur di depan pintu, dengan tubuh bersandar di daun
pintu.Sementara kedua kakinya terjulur kedepan. Matanya yang sembab tertutup rapat penuh kesedihan.