Menaklukan Mentari

Menaklukan Mentari
Keputusan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Selamat Membaca.....😍


📖📖🌹🌹


Rayyan dan Bianca masih bertahan di atas pusara ibunya.Keduanya masih meratapi kepergian wanita yang telah melahirkan mereka.Masih terlihat jelas terlihat di balik air mata mereka, gurat-gurat penyesalan dan rasa sedih keduanya tak kunjung sirna.


Kesedihan bukan hanya milik Rayyan dan adiknya, tapi juga milik seorang gadis yang tengah terbaring di bilik sederhananya.Kesedihan tak henti-hentinya mendera gadis itu, setelah peristiwa di apartemen Rayyan.Untuk


tidur sekarang iapun merasa takut,karena bayangan peristiwa mengenaskan itu juga hadir dalam tidurnya.


Gadis itu benar-bernar masih tepuruk,meski ia pernah berucap akan tegar menerima cobaan itu.Jika ia kelihatan tegar, itu hanya sebuah sandiwara agar neneknya tidak tau apa yang telah terjadi pada dirinya.


Jika ia sendirian maka airmata yang menemaninya, itupun hanya ketika ia berada didalam kamar.Dan ia akan berpura-pura tidur ketika sang nenek hampir mempergoki tangisannya.


Seperti siang itu, sang nenek tiba-tiba masuk kedalam kamarnya. Mentari berusaha mengeringkan sudut matanya yang mulai tergenang airmata menggunakan ujung selimut.


“Kamu nangis nduk...kenapa?.”Tanya nenek Winarsih yang duduk di tepi ranjang dengan memperhatikan wajah cucunya.


“Tidak nek....Aku hanya ngantuk dan tadi aku menguap.”Jawab mentari berdusta.


“Ya sudah lebih baik kamu tidur.Kita bicara nanti saja.”Ketika nenek tua itu hendak bangun dari duduknya, tangan Mentari telah menahannya.


“Nenek mau bicara apa?.” Mentari di buat penasaran dengan ucapan neneknya, yang sepertinya ingin bicara serius dengannya.


Sang nenek akhirnya duduk kembali di depan cucunya yang telah duduk diatas kasur dengan duduk bersila.


“Kemarin waktu kamu tidak pulang,orang tua Dika datang kerumah.”Raut sedih tiba-tiba muncul di wajah nenek winarsih ketika mulai bicara.”Mereka minta nenek untuk menasehati kamu, agar kamu menjauhi Dika. Mereka

__ADS_1


menganggap kamu tak pantas menjadi pendamping Dika. Karena kita tidak sederajat dengannya.Mereka malu jika harus berbesan dengan nenek. Mereka juga bilang,jika mereka sudah beberapa kali meminta kamu menjauhi Dika, tapi kamu masih saja mendekati Dika.”Wanita tua itu menghentikan ucapannya, saat merasakan ada yang menusuk


hatinya.Hinaan yang terlontar dari mulut orang tua Dika masih teringat jelas diingatan wanita itu dan masih terasa begitu menyakitkan.


“Tari....benarkah apa yang mereka katakan, jika kamu masih saja mendekati Dika meski mereka telah mengingatkanmu?.”


“Tidak nek. Aku sudah berusaha menjauhi mas Dika, tapi mas Dika tidak terima. Dia tidak mau putus dengan Tari. Dia tetap memintaku untuk menjadi istrinya.Dia berjanji akan membujuk orang tuanya agar mau menerimaku.


Percayalah nek....Tari sudah berusaha menjauhi Dika.”


“Kalau begitu, Sekarang kamu mulailah lagi untuk menjauhi Dika. Jangan sampai orang tua Dika melihatmu sebagai wanita yang tidak tau diri. Tolong kamu lakukan itu, kerena Dika akan dijodohkan oleh orang tuanya denganwanita yang di anggap sepadan. Segera putuskan hubungan kalian, nenek mohon Tari.....Nenek tak sanggup mendengar hinaan dari mereka lagi!.”


Sebenarnya bukan hanya mengatakan Mentari tak pantas untuk Dika karena derajat yang berbeda, orang tua Dika juga melontarkan kata-kata yang tak pantas, yang menjatuhkan harga diri Mentari dan neneknya. Hal itulah


yang begitu menyakiti hati nenek Winarsih.


Tak sanggup menatap wajah neneknya yang tampak sangat sedih.Gadis itu menyesali perbuatan orang tua Dika. Namun ia sadar, ini juga karena kesalahannya yang menuruti keinginan Dika untuk memepertahankan hubungan


mereka.


“Tari...kamu mau kan menuruti permintaan nenek?.”Ucap nenek Winarsih memohon.


“Iya nek, Tari janji akan segera mengakhiri hubungan Tari dengan mas Dika.Tapi nenek juga harus janji untuk tidak mengingat-ingat ucapan orang tua mas Dika lagi.” Jawab Tari menatap sendu mata neneknya yang tampak


mulai basah.


Sebuah senyuman terukir di wajah nenek Winarsih yang kemudian mengangguk. Ia tau sang cucu mengkhawatirkanya. Tangan tuanya membelai kepala cucu satu-satunya itu.

__ADS_1


“Nenek tidak apa-apa. Nenek akan melupakan semua ucapan orang tua Dika. Asal kamu menepati janjimu.”


Mentari memeluk tubuh neneknya, meyakinkan sang nenek bahwa ia akan menuruti keinginannya.


Keduanya saling berpelukan, saling menguatkan.


“Percalah nduk.....jika kamu dan Dika berjodoh pasti tuhan akan mempertemukan kalian kembali suatu saat nanti.” Nasehat nenek Winarsih seraya mengusap pipi Mentari.”Sekarang tidurlah, istirahat.”Ucapnya lagi yang kemudian melangkah keluar kamar.


Sepeninggal neneknya. Mentari mencoba meyakinkan dirinya untuk benar-benar meninggalkan Dika, meski


Dika akan menahannya. Bohong jika ia tak sakit dengan keputusannya, karena cintanya pada Dika terlanjur dalam. Tapi kali ini ia harus berusaha menahan sakitnya.


Bukan hanya karena perbedaan kasta yang menjadi alasan dirinya tak pantas menjadi pendamping Dika tapi juga karena dirinya sekarang sudah berbeda, dia bukan lagi gadis yang suci. Selain tak punya  harta benda, ia juga tak punya lagi harta berharga yang seharusnya di miliki oleh seorang gadis karena harta itu sudah di renggut oleh Rayyan. Meninggalkan Dika adalah sebuah keputusan yang tepat meski menyakitkan, dan ia sepertinya tak


ragu lagi. Apapun yang tetjadi dia harus meninggalkan Dika, dia harus merelakan pria yang di cintainya menjadi milik orang lain.


Setelah termenung cukup lama,jemari mentari kemudian menekan beberapa nama yang tersimpan di memori kontak ponselnya.Dengan alasan sakit,Mentari membatalkan jadwal les privat bebarapa muridnya.


Bukan raga mentari yang sakit, tapi jiwanya. Peristiwa menyakitkan malam itu telah melukai jiwanya. dan kini di tambah dengan sakit melihat neneknya di hina oleh orang tua Dika.


Mentari menyimpan kembali ponselnya setelah mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya.


Mentari keluar kamar menyambut kedatangan sahabatnya, Sandra.Yang akan menemaninya mengantar beberapa pesanan kue,karena motornya masih diperbaiki di bengkel.


🧚‍♂️🧚‍♂️🧚‍♂️🧚‍♂️


Buat yang sudah mampir, makasih yaaaaa......jangan lupa tinggalin jejak 😘🥰

__ADS_1


__ADS_2