
Dini hari kepanikan terjadi di ruang ICU. Dokter Diana dan beberapa perawat berjibaku untuk meyelamatkan nyawa seorang ibu yang tanpa kedua anaknya saat dirinya kritis. Kini di saat tuhan sedang mengambil nyawanya,kedua anaknya pun tak bersamanya.
Jantung Gayatri benar-benar sudah tak berdetak lagi, meski Diana sudah mencoba mengembalikannya dengan menggunakan alat kejut jantung.Diana menggelang, memberi tahu bahwa ia tak mampu lagi menyelamatkan nyawa
pasiennya.
“Apakah keluarganya sudah di hubungi?.” Tanya Diana pada salah satu perawat yang ia tugasi untuk menghubungi Rayyan Arga.
“Sudah dok,tapi tidak ada respon.”
Diana menghela nafas panjang, merasakan sesak di dadanya.Netranya mengembun ketika menatap wajah Gayatri yang telah memucat.
“Kasihan sekali kau ibu, disaat kau pergi tak satupun keluarga melepas kepergianmu. “ gumam Diana yang merasa iba dengan Gayatri.Sejak masuk rumah sakit, anaknya hanya datang sebentar. Tak ada yang menemaninya saat kritis sampai ajal menjemput.
“Tolong kalian urus jenazah bu Gayatri, dan hubungi kembalikeluarganya.”
“Baik dok...”
“Benar-benar pria tak punya hati.....kejam!. Dengan ibu kandungnya sendiri dia bisa setega ini. Huh...aku jadi khawatir, Mentari akan di perlakukan tidak baik jika ia menikah dengan pria itu nanti.” Gumam Diana sembari melangkah kembali ke ruangannya.
*******
Tubuh Rayyan menggeliat, saat mendengar jam beker berbunyi keras dan lama. Rayyan segera menghentikan
bunyi benda itu.Matanya yang telah terbuka sempurna tertarik dengan secarik kertas yang terselip di bawah lampu tidurnya. Semalam ia tak melihat keberadaan kertas itu, karena alkohol tengah membuainya.
“Anakku sayang ,Rayyan Arga dan Bianca....terima kasih kalian sudah hadir dalam hidup mama, karena kehadiran kalian telah memberi warna yang begitu indah di hidup mama. Membuat hidup mama begitu berarti. Mama bangga
__ADS_1
memiliki kalian. Tapi sepertinya mama tak sanggup lagi berada di tengah-tengah kalian.Karena mama merasa dua tahun terakhir kalian tak lagi membutuhkan mama. Kalian sudah memiliki hal yang lebih penting dari mama. Saat kalian membaca tulisan mama ini...mungkin mama sudah pergi. Maafkan mama ya nak....mama terpaksa memilih pergi, mama tak sanggup lagi bertahan dengan rasa kesepian dan penyakit ini. Semoga setelah kepergian mama hidup kalian akan lebih bahagia.
Rayyan....mama titip Bianca ya....jaga dia baik-baik.Sayangi dia. Sisihkan waktumu sedikit saja untuknya dan didiklah ia menjadi wanita yang baik. Cukup mama yang tak kamu beri waktu untuk bersamamu dua tahun terakhir ini. Tak apa, mama tidak marah.Tapi untuk terakhir kalinya, mama minta setelah kepergian mama, mama minta kamu bisa menyisihkan sedikit waktumu untuk mendoakan mama,agar tuhan mengampuni dosa mama.Dan mama bisa menempati tempat terbaik di sisiNYA. Selamat tinggal anak-anakku....Mama sayang kalian.”
Seperti ada benda berat yang menghimpit dada Rayyan setelah membaca surat terakhir dari ibunya. Tak menyangka selama ini ibunya begitu menderita karena penyakitnya serta karena merasa di abaikan oleh anak-anaknya. Dan mengakhiri hidup menjadi pilihannya, untuk berhenti menderita.
Rayya ingin segera berlari kerumah sakit untuk menemui ibunya, tapi sebuah pesan membuat tubuhnya ambruk keatas lantai.
Pesan dari seorang perawat rumah sakit yang mengabarkan jika mamanya telah berpulang enam jam yang lalu.
Pria yang selama ini mengaku pantang untuk menangis, kini setelah mendengar kematian ibu kandungnya pria itu menangis dengan begitu keras dan terdengar memilukan.
“Mamaaaaaaa.........!!.” Teriak Rayyan disela-sela tangisannya.
Dari arah pintu muncul Bianca yang diikuti oleh dua orang ART.
“Kak Ray....ada apa?!” tanya Bianca yang kemudian melihat selembar kertas di depan Rayyan. Gadis itu menutup mulutnya disusul derai airmata setelah tau isi tulisan tangan mamanya. Belum selesai dengan keterkejutannya, terdengar sirene ambulan di depan rumah. Tak lama satpam masuk memberitahu jika ada ambulan membawa jenazah ibu kandungnya. Kakak beradik itu berlari menuruni tangga.
kaku wanita yang selama ini telah di abaikan oleh dua orang itu. Tak jauh dari ambulan Dokter Diana dan Fani suster yang kemarin baru dipecat oleh Rayyan, tengah berdiri menatap Rayyan dan Bianca sebagai anak-anak durhaka.
Jika tak ada mereka berdua mungkin jenazah Gayatri masih tersimpan di kamar mayat rumah sakit. Keduanya meyakini dua anak durhaka itu tak akan mengurus jenazah ibunya, karenawaktu ibunya masih hidup saja, dua oarang itu tak peduli.
Fani yang meninggalkan nomor ponselnya waktu mendaftarkan majikannya di UGD memudahkan pihak rumah sakit menghubunginya, ketika pihak rumah sakit berkali-kali gagal menghubungi Rayyan. Dua tahun merawat dan
menjaga Gayatri, Fani merasa telah memiliki kedekatan dengan wanita itu. Fani merawat Gayatri seperti merawat ibunya sendiri. Tak aneh jika hatinya saat itu merasa sangat sedih, melihat majikannya telah tiada.
Bianca tak sadarkan diri, sementara Rayyan menyandarkan tubuhnya didinding ketika merasa tak mampu berdiri dengan tangis penyesalan. Menyesal tak berada disamping ibunya saat wanita tua itu kritis dan meregang nyawa.
__ADS_1
Dirinya malah sibuk dengan bisnisnya saat ibunya kritis. Dan bersenang-senang di bar saat ibunya sedang meregang nyawa.Dan setelah enam jam ia baru tau jika ibunya meninggal. Itu karena ia terlalu nyenyak dengan tidurnya.
Wajah Rayyan menunjukkan bahwa ia sangat terpuruk dan tak siap dengan kepergian ibunya. Dia merasa sangat bersalah dan sangat menyesal telah lalai. Sebagai seorang anak laki-laki,seharusnya ia menjaga dan memperhatikan ibunya dengan limpahan kasih sayang. Tapi dua tahun terakhir ia tak melakukan itu dengan kedua tangannya. Ia merasa ibunya bahagia ketika tiap bulan ia mentransfer uang puluhan juta rupiah di rekening ibunya, dan membayar dua perawat untuk menjaga dan merawat ibunya siang dan malam.
Sekarang ia baru tau jika pemikirannya itu salah. Ibunya tak bahagia dengan gelimang harta yang ia berikan. Ibunya ternyata lebih membutuhkan dirinya.
“Maafkan Rayyan ma.....hik...hik...” Ucap Rayyan lirih.
Bagaimana terpuruknya Rayyan dan Bianca,menyentuh hati dokter Dinda yang menyempatkan diri mengantar jenazah Gayatri di tengah kesibukannya. Semata-mata karena ia iba dengan wanita tua itu, yang ia anggap
telah di abaikan oleh kedua anaknya.
Setelah beberapa saat dirinya dibuat terenyuh dengan tangisan Rayyan dan adiknya, Dinda tanpa berkata apaun memilih untuk segera kembali ke tempat tugasnya.Sementara Fani masih bertahan, ia tak peduli jika nanti Rayyan mengusirnya.
Rayyan melangkah ke arah peti jenazah, ia ingin melihat wajah ibunya untuk terakhir kali. Beberapa tetangga yang sudah hadir membuka peti mati dan kain kafan yang menutupi wajah Gayatri atas permintaan Rayyan.
Pria itu kembail menangis , disusul adiknya yang telah siuman dan meminta untuk melihat wajah ibunya. Jadilah kakak beradik itu menangis bersamaan, dengan ratapan-ratapan menyedihkan. Mengundang iba orang-orang yang melihatnya.
Begitu besar rasa penyesalan di hati rayyan dan Bianca.Begitu banyak air mata yang telah keluar dari mata mereka, tapi itu tak membuat ibu kandung mereka kembali. Ibu mereka telah meninggalkan mereka untuk
selama-lamanya, dan tak akan pernah kembali.
“Mama....maafkan Bian ma...maafkan Bian....Bian salah selama ini tak peduli sama mama....tapi kenapa dengan cara seperti ini mama menghukum Bian....hik...hik....bangun ma...bangun....Bian janji akan selalu bersama mama.....bangunlah ma......hik...hik...” Ucap Bianca. Ucapan yang tak ada gunanya lagi, wanita yang memilih mengakhiri hidupnya dengan menjatuhkan dirinya di anak tangga tak akan bisa kembali.
Pada akhirnya kedua kakak beradik itu pasrah dan rela ketika dua jam kemudian, tubuh kurus ibunya menyatu dengan bumi. Dibawah gundukan tanah merah yang bertabur bunga warna warni, wanita yang sempat merasa tak di butuhkan lagi oleh dua anaknnya bersemayam dengan tenang tak peduli dengan ratapan anak-anaknya. Anak-anak yang terlena dengan duniawi, sehingga lupa jika ada yang lebih berharga dari harta maupun tahta.
🧚♂️🧚♂️🧚♂️🧚♂️🧚♂️
__ADS_1
Terima kasih buat yang berkenan singgah di novel keduaku ini. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like,subcribe, hadaih,vote , komen......
Jangan lupa juga untuk tetap menyayangi ibu kalian....Harta bisa di cari, tapi ibu kandung hanya ada satu dan tak bisa tergantikan.🥰🥰😘