Menaklukan Mentari

Menaklukan Mentari
Mantan Yang Berulah


__ADS_3

Mentari segera bersiap, setelah Sandra menghubunginya. Dua sahabat itu berjanji untuk bertemu di sebuah restoran.Tidak hanya berdua, Dindapun akan bergabung dengan mereka setelah tugasnya selesai.


Sudah hamipr tiga minggu tiga sahabat itu tidak bertemu. Karena kesibukan,mereka hanya bisa berkomunikasi melalui sambungan telepon.


Setelah berpamitan pada neneknya, Mentari segera pergi dengan sepeda motornya. Mentari datang paling awal.Dua sahabatnya belum terlihat di restoran.


Tengah asik dengan ponselnya, Tari tidak menyadari seseorang tengah menuju kearahnya.


“Tari...!.” Sapa pria yang ternyata mantan kekasihnya,Dika.


“Mas Dika....!.”Setelah perpisahan mereka beberapa bulan yang lalu, ini untuk pertama kalinya mereka bertemu kembali. Dan itu sangat mengejutkan Mentari yang sedang berusaha melupakan pria itu.


“Apa kabar...?.” Tanya Dika dengan senyuman di bibirnya dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


“Kabarku baik mas. Mas Dika sendiri apa kabar?.”


“Ragaku baik, tapi hatiku tidak!.”Ucap Dika dengan tatapan yang cukup menghujam hati Mentari. Tatapan yang seolah mengisaratkan kerinduan tetapi juga mengisaratkan kekecewaan.


“Ehm....mas Dika sendirian kesini?.” Ucap Tari seolah sedang mencari seseorang di belakang Dika yang masih berdiri. Pertanyaan pengalihan, karena dia tak ingin tau maksud ucapan Dika.


“Iya aku sendirian. Kamu sendiri ?.”


“Aku sedang menunggu Sandra dan Dinda.”


“Oh...boleh aku duduk?.”


“Silahkan mas....” Tari membiarkan Dika duduk tepat didepannya dan membiarkan hatinya bergejolak,meski ia juga berusaha agar terlihat tetap tenang berhadapan dengan mantan kekasihnya itu.


“Kamu sekarang tampak kurus dan pucat.Kamu habis sakit atau kamu tidak bahagia setelah berpisah denganku?.”


“Bukan karena keduanya mas.Ini mungkin ini efek dari kehamilanku.”Seraya tersenyum. Tak ada yang ingin ia tutupi dari mantan kekasihnya itu.Meski selama ini ia menutupi pernikahannya.


“Jadi benar, kamu sudah menikah? “


“Iya mas, aku sudah menikah.”

__ADS_1


“Dengan Rayyan Arga?.”


Mentari mengangguk seraya heran, karena Dika tau siapa suaminya.


“Kapan kamu menikah?.”


“Hampir empat bulan yang lalu.”


“Itu artinya tidak lama setelah kita memutuskan berpisah?.”


“Iya....”


“Secepat itukah kamu melupakan aku Tari?.”


“Bukankah kita memang harus saling melupakan mas?.Kamu sudah menjadi milik wanita lain, jadi tidak seharusnya aku terus mengingat kamu.”


“Iya aku tau itu, tapi pernikahan kamu terjadi terlalu cepat menurutku. Atau jangan-jangan selain denganku kamu juga menjalin hubungan dengan Rayyan, kamu selingkuh?.”


“Astaghfirullah hal’adzim.....mas, aku tidak pernah melakukan itu.Saat itu aku hanya menjalin hubungan denganmu sampai akhirnya kita harus berpisah.”


“Lantas apa yang membuatmu memutuskan menikah dengan Rayyan.Apakah karena kamu diberi banyak harta dan kemewahan olehnya?.”


Dika geram dan marah pada Rayyan Arga setelah mendengar semua cerita Mentari.


“Kenapa baru sekarang kamu memberi tahuku?.”


“Aku tidak memberitahumu karena aku rasa kamu tidak perlu tau. Karena kita bukan siapa-siapa lagi.”


“Sayang...kamu ada disini?.” Rayyan yang baru saja selesai melakukan pertemuan dengan kliennya direstoran itu melihat istrinya tengah duduk berdua dengan seorang pria yang pernah ia lihat di hotel waktu itu.Dia cemburu, jadi dia menghampiri istrinya dengan David yang melangkah di belakangnya.Kehadirannya yang tiba-tiba mengejutkan Mentari.


Bugh....bugh....!!!


Tiba-tiba Dika bangkit dari kursinya dan melayangkan beberapa pukulan ke wajah Rayyan. Wajah pria itu dipenuhi amarah dengan nafsu ingin membunuh.


Tubuh Rayyan terhuyung kebelakang menabrak tubuh David sehingga keduanya jatuh kelantai bersamaan.

__ADS_1


“Akhh......mas Rayyan!!.”Jerit Mentari melihat tubuh suaminya terhuyung.”Mas Dika apa yang kamu lakukan!!!.” Bentak Mentari pada Dika yang kemudian menahan tubuh pria itu yang hendak kembali memukul Rayyan yang belum sempat bangun dari lantai.


Rayyan kembali berdiri dan menahan tubuh David yang hendak membalas perbuatan Dika. Tangannya mengusap sudut bibirnya yang berdarah dan mengabaikan rasa nyeri di bagian wajah itu. Rayyan mengamati wajah Dika, dan ia ingat pria yang telah memukulnyaitu adalah pria yang ia lihat waktu ia dan Mentari berada di kolam renang hotel.


 “Bang***.....Baj****.....”


Kembali Dika ingin menyerang Rayyan. Tapi sebelum kepalan tangannya sampai di wajah Rayyan, tangannya telah di tahan oleh David yang dengan sigap berdiri didepan tubuh bosnya.


“Mas Dika cukup. Aku mohon!!.” Teriak Mentari memohon. Setelah melihat Rayyan yang terluka ia merasa khawatir. Dan sekarang iapun khawatir Dika akan mempermalukan Rayyan di tempat itu.Tapi sepertinya Dika tak menghiraukan ucapan Mentari.


“Jaga sikap anda tuan...!.” Ucap David yang mulai di kuasai rasa emosi. Tangannya mencengkram kuat kepalan tangan Dika dan memutarnya. Menimbulkan nyeri dari ujung hingga pangkal lengan Dika, sehingga pria itu tampak meringis kesakitan dan langsung menarik tangannya ketika David mengendurkan cengkramannya.


Dika dengan wajah yang diliputi amarah, menatap sekeliling yang telah di penuh banyak orang.


“Dengarkan kalian semua, tentu kalian tau siapa pria ini bukan?.Ya...dia adalah seorang pengusaha terkenal,pengusaha suskses. Dengan kekayaan di mana-mana, tapi kalian tidak tau kalau dia juga pria tak bermoral yang telah tega memperkosa seorang wanita.Dan wanita itu sekarang tengah hamil karena perbuatannya.”


Dengan senyuman sinis Dika kembali menatap Rayyan, yang juga tengah menatapnya tajam.Tangan Rayyan telah mengepal dan siap dia berikan pada Dika. Tapi otak warasnya masih bisa mengendalikan dirinya. Pria itu berusaha tetap tenang meski amarahnya tengah bergemuruh.


Rayyan merasa Dika sengaja membuka aibnya di muka umum. Dan apa tujuan di balik ia tidak tau sama sekali. Namun akhirnya Rayyan berpikir jika pria itu ada hubungannya dengan Mentari. Dan pasti dari Mentarilah Dika tahu tentang perbuatannya.


Rayyan mendekati Mentari dan merangkul tubuh wanita itu. Membuat Dika hampir saja menggerakan kakinya untuk mencegah.Wajah Dika semakin memerah ketika Rayyan tanpa malu mencium kening istrinya itu. Pria itu di bakar


cemburu.Namun ia tak bisa berbuat apapun, mengingat kedua orang itu adalah sepasang suami istri, sementara dirinya hanyalah  seorang pria yang masih berharap bisa kembali memilki mantan kekasihnya.


“Saya tidak tau siapa anda, dan apa hubungan anda dengan istri saya, tapi sepertinya saya perlu menjelaskan sesuatu pada anda. Apa yang anda katakan memang benar. Saya memang telah memperkosa wanita yang telah menjadi istriku ini. Karena pengaruh alkohol, tanpa sadar aku melakukan perbuatan itu dan itu telah terjadi beberapa bulan yang lalu. Aku sudah berkali-kali minta maaf, dan menyesali perbuatan saya, bahkan saya menikahinya sebagai bentuk rasa tanggung jawabku. Saya menikahinya,menghidupinya, memperlakukannya dengan baik,bahkan sekarang aku juga melimpahinya dengan cinta dan kasih sayang yang tulus.“ Ucap Rayyan yang kemudian mengalihkan tatapannya pada wanita yang tengah terpaku menatapnya dengan tatapan bersalah.


“Jika ada yang harus aku lakukan lagi untuk membayar lunas kesalahanku itu aku pasti akan melakukannya.Tapi anda lihat bukan, wanita yang aku perkosa sekarang menerima pelukanku bahkan ciumanku, itu karena dia tidak lagi mempermasalahkan apa yang telah aku perbuat padanya.Kini kami tengah membangun rumah tangga kami, dan kami sebentar lagi akan menjadi orang tua dari janin yang sekarang ada dalam perut istriku ini. Jadi, saya harap anda yang bukan siapa-siapa tidak perlu buang-buang energi untuk mengungkit apa yang telah terjadi pada kami.Karena itu tidak berpengaruh apapun pada kami.Saya rasa, penjelasan ini cukup membuat anda mengerti bahwa saya bukan pria tak bermoral yang tidak bertanggung jawab .”Ucap Rayyan yang kembali menatap Dika.


Setelah berucap Rayyan membawa istrinya pergi dari tempat itu.


“Tari...!.” Triak Dika seolah mencegah Mentari untuk pergi.


“Dika... !!.Dia pergi bersama suaminya.Buat apa kamu mencegahnya!.”Sandra yang datang tepat ketika Dika memukul Rayyan menatap tidak suka pada Dika.


“Tidak...aku harus mencegahnya. Dia tidak akan pernah bahagia hidup dengan pria seperti itu.!.”

__ADS_1


Tangan Dika langsung di tarik dengan kasar oleh Sandra ketika hendak melangkah mengejar Mentari.


“Kata siapa dia tidak bahagia. Dia bahagia, aku jamin itu. Jadi mulai sekarang jangan usik dia lagi.Dan kamu sebaiknya urus keluargamu saja.” Ujar Sandra yang masih dengan tatapan tidak suka dan perasaan jengkel.


__ADS_2