
Aiden melihat Mine duduk di taman belakang rumah Catherine menatap ke danau buatan yang ada di sana.
Ia berjalan mendekati Mine dan duduk di kursi yang di duduki Mine.
"Masih marah pada Uncle?" tanya Aiden membuat Mine menoleh padanya dan menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu, kamu mau mendengarkan penjelasan Uncle?" tanya Aiden.
"Tapi gak akan bohong?" tanya Mine dengan polosnya membuat Aiden tersenyum.
"Janji." Aiden mengangkat tangannya di sebelah kepala nya sebagai tanda ia berjanji.
"6 tahun lalu. Aku bertemu dengan Mommy Catherine dalam perjodohan yang di buat oleh kedua orangtua kami. Sejak awal aku mengatakan padanya kalau aku sudah memiliki wanita yang aku sukai dan akan menikahinya. Mommy Catherine paham dan dia pun tidak menerima perjodohan itu," ucap Aiden.
"Waktu berjalan begitu saja dan kami kembali di pertemukan dalam acara jamuan perusahaan. Dari sana kami pun memutuskan untuk berteman karena kami merasa cocok satu sama lain," seru Aiden. "Sampai suatu hari aku mabuk karena patah hati telah di khianati. Aku salah mengenali wajah. Aku pikir Mommy mu yang saat itu ingin menolongku malah aku anggap sebagai wanita yang sudah mengkhianatiku. Aku menyakitinya," seru Aiden terdiam sesaat seakan memilih dan memilah kata supaya Mine memahaminya.
"Sejak saat itu aku tidak bisa menemui Mommy mu lagi. Dia pergi tanpa jejak dan kabar. Aku tidak menyangka kepergiannya itu menyembunyikan fakta tentang dirimu. Ternyata dia hamil kamu dan pergi menjauh dariku. Aku sungguh tidak menyangka dia sedang mengandung anakku." Kini Aiden menoleh ke arah Mine yang juga menatapnya.
"Maafkan aku Mine. Aku pantas kamu benci, aku bukanlah ayah yang keren dan baik seperti yang kamu inginkan. Aku sudah membuatmu juga Mommy terluka dan menanggung semua beban ini selama bertahun-tahun. Maafkan aku."
Aiden terlihat berkaca-kaca menatap ke arah Mine. Ia ingin menangis dan menyesali segala perbuatannya di masalalu.
"Apa aku boleh bertanya satu hal," tanya Mine.
Aiden mengangguk. "Tanyakanlah apapun itu," seru Aiden.
"Apa... Apa kamu mencintai Mommy Catherine?" tanya Mine membuat Aiden terpaku.
"Apa kamu dan Mommy bisa bersama?" tanya Mine dengan mata polosnya.
Aiden bergeser mendekati Mine dan mengambil tangan imutnya.
"Apa yang kamu tau tentang mencintai?" tanya Aiden pada Mine.
"Itu-" Mine terdiam sesaat seakan memikirkan sesuatu. "Kata Mommy Eve mencintai itu ingin saling memiliki, bersama saling mengasihi dan hidup bahagia. Apa kamu mencintai Mommy?" tanya Mine.
Aiden tersenyum seraya mengusap kepala Mine. "Aku mencintai nya dan ingin bersamanya selamanya," ucap Aiden membuat mata Mine melebar dan terlihat bahagia.
"Beneran?"
"Iya. Aku ingin bersama dengan kalian," ucap Aiden.
"Daddyy...." Mine langsung meloncat memeluk Aiden dengan sangat bahagia. "Daddy... Mine sayang Daddy..."
Mendengar panggilan itu hati Aiden berdebar cepat dan ia merasa terharu hingga air matanya jatuh membasahi pipinya. Ia tidak menyangka akan di panggil Daddy.
"Terima kasih," gumam Aiden mengecup kepala Mine.
Mine melepaskan pelukannya dan menatap Aiden. Ia tersenyum lebar seraya mengusap air mata di pipi Aiden.
__ADS_1
"Jangan menangis Dad. Mine seneng banget punya Daddy tampan, baik dan keren kayak Daddy Aiden," serunya sangat antusias.
Sebahagia inikah seorang anak bertemu dengan Daddy nya...
"Daddy juga bahagia banget punya anak yanh cerdik, cantik dan sangat imut seperti Mine," ucap Aiden mencubit hidung Mine pelan membuat Mine terkekeh.
"Jadi sudah tidak akan menangis lagi seperti kemarin?" seru Aiden. "Daddy sangat ketakutan dan khawatir melihat kamu menangis seperti kemarin," ucap Aiden.
"Tidak akan Daddy. Mommy Eve udah jelasin semuanya sama aku. Jadi aku gak akan marah lagi sama kalian," serunya tersenyum menggemaskan.
"Syukurlah. Mommy mu pasti bahagia dan lega melihat kamu tidak marah lagi," seru Aiden.
Mine mengangguk senang.
"Mau bertemu Mommy?"
Mine kembali mengangguk dan Aiden membawanya ke dalam gendongannya.
"Ayo temuin Mommy...." Mine terlihat sangat bahagia dalam gendongan Aiden.
"Daddy, nanti Daddy yang antar jemput Mine ke sekolah yah. Supaya temen-temen Mine tau kalau Mine punya Daddy yang tampan dan keren," serunya membuat Aiden terkekeh.
"Baiklah tuan putri...."
Begitulah takdir mengantarkan Aiden yang awalnya tidak memiliki alasan untuk hidup dan tujuan untuk hidup. Kini dia memiliki banyak alasan untuk tetap bertahan hidup dan menjalani hidupnya menjadi lebih baik. Semua ini berubah karena dua wanita spesial yang datang dalam hidup nya dan mampu membolak balikkan hidupnya yang awalnya hampa, kelabu kini penuh warna.
Aiden bersyukur karena Tuhan tidak berpaling padanya. Aiden tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua ini untuk membawa hidupnya menjadi lebih baik bersama dua wanita yang dia cintai.
***
"Mommy..."
Catherine terpekik saat tangan imut memeluknya dari samping.
"Mine?" seru Catherine sangat bahagia menarik Mine ke dalam pelukannya.
"Maafkan Mommy, hikzz..." Catherine menangis dalam pelukan Mine. "Mommy sadar, Mommy begitu egois tidak memikirkan mu. Mommy telah membohongimu dan menyembunyikan semua ini," isak Catherine.
"Tidak Mom. Mommy jangan menangis," seru Mine.
Catherine melepaskan pelukannya dan menatap Mine dengan sayang.
"Maaf karena Mommy belum bisa menjadi ibu yang baik untuk kamu. Mommy sering meninggalkanmu sendiri dan sibuk bekerja. Maaf Mommy tidak bisa selalu ada di samping kamu saat kamu butuh Mommy," isak Catherine.
Tangan kecil Catherine terulur mengusap air mata di pipi Catherine.
"Tidak Mom. Mommy itu ibu terkuat dan hebat di dunia. Mine beruntung punya Mommy kayak Mommy. Mine sayang Mommy..." Mine memeluk Catherine dengan penuh sayang membuat Catherine tersenyum lega.
"Kamu sudah memaafkan Mommy?" tanya Catherine.
__ADS_1
"Iya Mom. Jangan bohongi Mine lagi," ucap Mine.
"Mommy janji." Catherine mengecup puncak kepala Mine dengan sayang.
Aiden yang berdiri tak jauh di belakang mereka hanya bisa tersenyum haru melihatnya. Kali ini dia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga mereka berdua. Dia tidak akan pernah meninggalkan mereka berdua lagi.
"Daddy..."
Panggilan itu menyadarkan Aiden dari lamunannya. Mine berjalan mendekati Aiden dan menarik tangannya untuk mendekati Catherine yang sudah berbalik ke arahnya.
Aiden sudah berdiri di hadapan Catherine saat ini. Mata mereka bertemu satu sama lain dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Begini..."
Aiden dan Catherine di buat kaget saat tangan mereka berdua di satukan oleh Mine yang tersenyum melebar melihat mereka berdua.
"Mine ini-?" seru Catherine menatap Mine dengan bingung.
"Ayo kalian cepat menikah. Biar kita bisa tinggal bersama," ucap Mine dengan nada ceria.
Deg
Catherine terpaku di tempatnya. Ia menatap ke arah Aiden yang hanya mengusap kepala Mine.
Catherine menarik tangannya begitu saja membuat Mine dan Aiden melihat ke arahnya.
"Mom?"
"Mine, pernikahan bukanlah sebuah permainan. Tidak bisa di paksakan begitu saja," ucap Catherine.
"Cath-" Aiden ingin membuka suara tetapi Catherine menggelengkan kepalanya.
"Maaf. Aku tidak bisa menikah denganmu, Aiden." Catherine memalingkan wajahnya.
Deg
Aiden hanya bisa terpaku di tempatnya.
Di tolak lagi...?
***
TBC...
12-05-2020
Aku akan slow update. Karena laptopku di opname. Jadi aku ngetik di hp.
Ditunggu saja kelanjutannya yah...
__ADS_1
See