Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan
Episode 49


__ADS_3

Di sana terlihat William duduk di sofa kebesarannya dengan angkuh. Catherine juga ada di sana tanpa Mine. Catherine di beritau kalau Aiden datang. Dan William ingin membuat putrinya menyaksikan sendiri bagaimana Aiden di siksa hingga sekarat. Sampai membuat Catherine menyerah dan menyetujui kesepakatannya untuk meninggalkan Aiden.


Tak lama pintu terbuka, dan Aiden terlihat masuk bersama dua orang bodyguard. Catherine memekik kaget saat melihat Aiden terluka. Sudut bibirnya terlihat sobek dan berdarah. Rahang pipinya terlihat memar.


"Aiden!" panggil Catherine sangat khawatir melihat kondisi Aiden. Tetapi ia tidak bisa bergerak karena kursi rodanya di pegang oleh orang-orang William.


"Catherine..." Aiden bertemu dengan mata Catherine yang sudah berkaca-kaca.


"Apa yang sudah Ayah lakukan?" pekik Catherine.


"Ini baru langkah awal, Catherine. Kalau pemuda ini semakin melewati batasannya, maka riwayatnya akan tamat. Berani sekali dia mendekati putriku dan berusaha memanfaatkan putriku untuk menumpang hidup," hina William.


"Begitukah?" seru Aiden tampak tenang.


"Aku memiliki penawaran padamu," seru Aiden.


"Aku tidak tertarik dengan penawaran darimu," jawab William dengan angkuh. "Kenapa kalian diam saja, bunuh pria ini sekarang juga!"


"AYAH!"


"Catherine! Kau berani berteriak padaku!" pekik William.


Aiden masih berusaha tenang tanpa terlihat ketakutan sama sekali. "Mr. William, selama ini kau selalu menjual putrimu demi kerja sama bisnis. Demi keuntunganmu sendiri. Kalau begitu sekarang aku ingin membuat penawaran kerja sama dengan bayarannya putrimu," ucap Aiden.


Catherine menatap Aiden tetapi tatapan Aiden penuh keteguhan dan ketulusan. Catherine tau kalau Aiden sama sekali tidak sedang merendahkannya.


"Penawaran apa itu?" tanya William.


Aiden berjalan mendekati William dan melemparkan pelan berkas ke atas meja di hadapan William.


William mengambil berkas itu dan membukanya. Matanya membelalak seketika.


"Ini-?"


"Kontrak kerja sama dengan WT Corp yang dulu sempat di tolak," seru Aiden membuat William menatap ke arahnya.


"Sepertinya kau melupakan sesuatu Mr. William. Aku adalah cucu pertama dari Wiratama. Aku tidak mungkin tidak mendapat bagian walau orang tuaku melakukan kesalahan. Saat ini aku adalah Direktur eksekutif WT Corp. bahkan kalau aku mau, aku bisa membuat para investormu berpindah ke WT Corp."


Ucapan telak Aiden membuat William membeku.


"Aku bukan orang baik, dan aku tidak melihat walau kau adalah Ayah dari wanita yang aku cintai. Kalau kau menyakiti orang-orang yang aku cintai, aku tidak akan pernah melepaskanmu."


"Kau sedang menggertakku?" seru William.

__ADS_1


"Kau bisa menilainya sendiri. Apa ini sekedar gertakan. Bukankah WT Corp mampu menghancurkan SR," seru Aiden membuat William bungkam seribu Bahasa.


"Baiklah aku terima penawaranmu," seru William tersenyum puas menatap berkas di tangannya. "Ini yang selama ini aku inginkan."


Aiden mengabaikannya dan berjalan mendekati Catherine yang sudah menangis.


"Menjauh darinya," perintah Aiden membuat dua bodyguard itu menatap ke arah William.


"Ikuti kata-katanya," seru William.


Aiden duduk berjongkok di hadapan Catherine.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Aiden.


"Ya, aku baik-baik saja. Kamu terluka," seru Catherine menyentuh memar di pipi Aiden.


"Ini bukan masalah. Aku akan membawamu dan Mine pergi dari sini," seru Aiden membuat Catherine mengangguk.


Aiden beranjak dari duduknya dan kembali menoleh ke arah William.


"Dimana Mine?" tanya Aiden.


"Bawa cucuku kemari," perintah William membuat salah seorang anak buahnya beranjak menuju kamar di lantai atas.


William terlihat bahagia dengan berkas di tangannya. Tak lama Mine dibawa ke antara mereka.


Mine berlari menerjang Aiden yang sudah membuka kedua tangannya menyambut Mine.


"Daddy...."


"Anak pintar," seru Aiden memeluk Mine.


"Akhirnya Daddy datang jemput aku dan Mommy," serunya melepaskan pelukannya.


"Daddy, Daddy terluka," seru Mine menyentuh luka di wajah Aiden.


"Daddy baik-baik saja. Ayo kita pergi dari sini," ajak Aiden yang di angguki Mine.


Aiden membawa Mine ke dalam pelukannya dan bersiap mendorong kursi roda Catherine.


"Aku akan membawa Catherine dan Mine pergi. Aku harap anda sudah sepakat dan jangan mengusik kami lagi," seru Aiden.


"Baiklah baiklah. Kau boleh membawa mereka pergi kemanapun," seru William berubah menjadi sangat ramah dan terlihat bahagia.

__ADS_1


Aiden mengabaikannya dan membawa Catherine juga Mine pergi dari sana.



Saat ini Aiden bersama Catherine berada didalam kamar Catherine. Mereka kembali ke rumah Catherine.


Catherine terlihat sedang mengobati luka di wajah Aiden dengan sedikit meniupinya. Keduanya duduk di atas ranjang king size.


"Apa sakit?" tanya Catherine.


"Tidak terlalu. Mengenai ucapanku tadi, aku minta maaf. Aku sama sekali tidak berniat merendahkanmu dan menganggapmu sebagai barang untuk di perjual belikan," seru Aiden menatap manik mata Catherine di depannya.


"Aku mengerti. Aku tau kamu tidak bermaksud seperti itu. Aku mempercayaimu, Aiden."


Kedua mata mereka beradu sama lain seakan saling mengalirkan kehangatan satu sama lain. Aiden merasa sangat bahagia mendengar kata-kata dari Catherine.


Perlahan ia mendekatkan wajahnya pada Catherine dengan memegang tengkuk Catherine. Ia mulai memangut bibir Catherine yang sudah menjadi candu baginya dan sangat ia rindukan.


Catherine tak tinggal diam, ia membalas ciuman Aiden dengan mengalungkan kedua tangannya pada leher Aiden. Ciuman Aiden semakin menuntut hingga membuat Catherine mulai terengah dan kehabisan pasokan udara. Kini ciumannya turun ke leher Catherine. Catherine sama sekali tidak menahannya. Ia malah menengadahkan kepalanya seakan memberi ruang untuk Aiden.


Aiden mendorong tubuh Catherine hingga kini mereka berdua merebahkan tubuh mereka di atas ranjang dengan posisi Aiden berada di atas tubuh Catherine.


"Ah..."


Catherine melenguh panjang saat tangan Aiden menyentuh area dadanya dan semakin gencar menciumi leher Catherine hingga meninggalkan bekas kemerahan di sana.


"Oh Sial!" keluh Aiden menghentikan aktivitasnya membuat Catherine mengernyitkan dahinya bingung.


"Pinggangku rasanya mau patah," keluh Aiden menjauhkan tubuhnya dari Catherine dan merebahkan tubuhnya dengan posisi terlentang di samping Catherine.


"Sial. Ini karena anak buah Ayah kamu. Aku jadi tidak bisa melanjutkannya," keluh Aiden tampak kesal.


Catherine terkekeh mendengarnya.


"Istirahatlah," seru Catherine merubah posisi tidurnya menjadi menyamping menghadap Aiden.


"Tetap di sisiku," seru Aiden.


"Bukankah kamu sudah membeliku," seru Catherine tersenyum penuh arti membuat Aiden membalas senyumannya.


Ꙭ 


TBC...

__ADS_1


16-06-2020


Biar gak kelabakan karena rasa penasaran. Aku double up untuk malam ini. Dan siap-siap nantikan detik-detik menuju Ending :D


__ADS_2